0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tiap Hari Terdengar Teriakan dari dalam Rumah Penganiaya ART

Republika Online
Republika Online - Thu, 23 May 2019 06:19
Dilihat: 248
Tiap Hari Terdengar Teriakan dari dalam Rumah Penganiaya ART

Rumah dengan cat cokelat serta tembok berwarna kuning tertutup rapat. Tidak ada tanda kehidupan dari pemilik rumah. Garis polisi pun tidak ada di sepanjang pagarnya.

Rumah tersebut merupakan rumah pelaku berinisial TVL yang menganiaya asisten rumah tangga (ART) bernama Linawati sampai tewas. Rumah ini berada di Jalan Pluit Karang Asri I, Muara Karang Blok J.X.U Nomor 73 RT 006/RW 013, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Di garasi rumahnya terdapat mobil BMW C200 dengan kompresor berwarna hitam. Terdapat tiga sepatu sandal yang berwarna abu-abu, hitam, dan putih di dekat pintu masuk utama. Keset berwarna merah di dekat pintu masuk utama pun terlihat berantakan. Selain itu, di garasi ada satu lemari sepatu berwarna cokelat serta rak sepatu kecil berwarna putih yang kosong.

Dari pagar kelihatan ada satu sepeda keranjang yang sedang disandarkan di tembok dekat pagar. Di depan pagar pun banyak tanaman bunga kembang sepatu dengan pot berwarna oranye. Selain itu, terdapat mobil hitam H-RV yang terparkir di depan rumahnya.

Sekitar perumahan ini sepi. Tidak ada yang keluar sama sekali. Beberapa kali hanya tukang galon, pengantar paket, serta ojek daring melewati jalanan Pluit Karang Asri 1 ini.

Salah seorang ART di perumahan tersebut, Isti (20 tahun), mengaku pernah melihat Linawati keluar dari rumahnya. Rambut Linawati pendek, badannya kecil, serta usianya masih muda. Di rumah tersebut juga ada satu ART lain yang bekerja.

"Waktu itu pernah lihat si Ati (Linawati) itu keluar sama temannya satu. Kan rumah saya rada jauh jadi sekitar lihat saja. Saya baru enam bulan sih di sini. Tapi, mereka itu jarang keluar," tutur Isti.

Isti menambahkan, dia tidak terlalu kenal dengan Ati. Pasalnya, penghuni maupun ART di sini jarang keluar. Ia hanya mengetahui ada mobil polisi saat Senin (20/5) lalu. "Nah, temannya dibawa polisi buat saksi," ujar Isti yang berasal dari Lampung ini.

ART yang bekerja di samping rumah pelaku, Mira, mengatakan, semenjak kejadian ada polisi di situ sampai sekarang, rumah tersebut memang sepi. Mira mengakui kerap melihat Ati menangis di atas rumah, tempat jemuran. Pasalnya, jemuran Mira dengan Ati bersebelahan.

"Saya sering dengar teriakan juga tiap hari. Kedengaran sih dari tempat saya. Selama saya bekerja di sini selama setahun enam bulan hampir tiap hari (Ati) dimarahi. Tapi, teman saya yang satunya sudah lama di sini dia juga ngomong dari dulu emang sering dipukul tidak cuma kali ini saja," kata Mira.

Mira memaparkan, penghuni rumah pelaku memiliki suami serta dua anak wanita. Dua anaknya sudah besar dan selalu di rumah. Mereka juga memiliki empat mobil. Ada Honda Jazz berwarna abu-abu serta tiga mobil lainnya berwarna hitam.

"Nah, Ati tidak pernah ngobrol sama siapa pun. Kalau ada orang, langsung nunduk kepalanya, terus langsung masuk rumah. Sudah empat tahun dia bekerja. Kalau pagi selalu mencuci mobil di depan rumah dengan mukanya yang agak gosong terus matanya bengkak," tutur Mira.

Mira menambahkan, Ati selalu memakai baju lengan pendek serta celana pendek. Setiap hari empat mobilnya selalu dicuci oleh Ati. Sementara itu, penghuni rumah merupakan warga keturunan Tionghoa. Ia juga melihat Ati dan teman kerjanya kurang akur.

"Mereka berdua tidak bergaul sama tetangga. Tidak pernah berani bersuara juga. Kalau di luar rumah ditanya saja pada diam, kayak takut gitu," ujar dia.

Sebelumnya, seorang ART bernama Linawati meninggal akibat dianiaya majikannya berinisal TVL. Hasil autopsi menunjukkan perempuan yang akrab disapa Ati itu mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi mengatakan, kematian Ati kali pertama diketahui polisi dari laporan warga berinisial TD dan RS pada Senin (20/5) lalu. TD dan RS sebelumnya ikut membantu TVL membawa Ati ke RS Atma Jaya, Jakarta, untuk diperiksa. Namun, dokter mengatakan bahwa Ati sudah meninggal.

"Korban sudah lima hari tidak diberi makan kemudian dimasukkan ke dalam kamar mandi dan tidak boleh dikeluarkan sehingga pada pukul 03.00 WIB korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa," kata Budhi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/5).

Saat ini polisi telah menetapkan TVL sebagai pelaku tunggal. Polisi juga akan memeriksa kejiwaan ibu rumah tangga tersebut. TVL terancam hukuman 15 tahun penjara karena melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Ia dijerat pasal 44 ayat 3 UU tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Keterlibatan Bulog dalam BPNT Ciptakan Integrasi Hulu-Hilir
    • Ini Perbedaan Marquez dan Lorenzo di GP Jerez

    Tiap Hari Terdengar Teriakan dari dalam Rumah Penganiaya ART

    Tiap Hari Terdengar Teriakan dari dalam Rumah Penganiaya ART

    Tiap Hari Terdengar Teriakan dari dalam Rumah Penganiaya ART

    Tiap Hari Terdengar Teriakan dari dalam Rumah Penganiaya ART

    Tiap Hari Terdengar Teriakan dari dalam Rumah Penganiaya ART

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    inilahcom
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    MuterFilm
    Rancahpost
    Mobilmo
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya