0
Thumbs Up
Thumbs Down

Test Drive Nissan Livina di Tanah Rencong, Membuktikan Ketangguhan Mobil Keluarga

carmudi
carmudi - Tue, 14 May 2019 12:58
Dilihat: 46
Test drive Nissan Livina di Banda Aceh. (Foto: Carmudi/Yongki)

Banda Aceh - New Nissan Livina mengawali debutnya di Indonesia di bulan Februari lalu. Pada generasi kedua, Livina mengadopsi basis dari Mitsubishi Xpander namun dengan mempertahankan sebagian ciri khas Nissan. Carmudi berkesempatan mengikuti Test Drive Nissan Livina yang diselenggarakan di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam pada akhir April kemarin.

PT Nissan Motor Indonesia menyediakan lima unit Nissan Livina tipe VL atau yang tertinggi dan terdiri dari warna yang berbeda-beda. Nissan mengklaim jika interior Livina lebih leluasa dan nyaman ketimbang Xpander untuk tipe tertinggi, yakni VL. Hana Maharani, Head of Product Communication PT Nissan Motor Indonesia dalam sambutannya ketika Test Drive Nissan Livina menyebut bila Livina sebagai kendaraan multi-fungsi yang dapat mendukung mobilitas masyarakat di berbagai kota dan pulau.

Carmudi mendapat Nissan Livina merah

Kondisi medan Test Drive Nissan Livina di Tanah Rencong ini memang tidak semuanya mulus, bahkan sebagian diantaranya semi off road demi membuktikan kemampuan Livina yang sesungguhnya. Test Drive Nissan Livina yang pertama kalinya ini menyiksa mobil mulai dari jalan perkotaan di ibukota provinsi Banda Aceh, pegunungan dengan banyak tanjakan dan turunan di daerah Pucok Krueng, melewati pesisir puncak Geurutee di Meulaboh, hingga daerah pedesaan Aceh Besar, di Desa Lubok Sukon.

Selama Test Drive Nissan Livina, awak media bisa mengeksplorasi fitur yang ada seperti Smart Connectivity Audio, Hill Start Assist, Vehicle Dynamic Control, Brake Assist dan kamera belakang. Bahkan, perjalanan menuju Pucok Krueng yang berada di pelosok memaksa Livina harus melewati jalan pedesaan yang belum mulus diaspal.

Pada kesempatan ini saya bisa merasakan bagaimana kenyamanan Livina saat menjadi penumpang dalam jalur Banda Aceh - Puncak Geurutee di Meulaboh, lalu menyiksa Livina melewati jalan berbukit menuju Desa Lubok Sukon, Aceh Besar.

Suspensi Nissan Livina Nyaman dan Makin StabilMenyiksa Livina menuju Pucok Krueng

Di hari pertama Test Drive Nissan Livina, saya memilih duduk di kursi penumpang dan giliran rekan media lain yang mengemudi. Pada kesempatan ini saya ingin mengeksplorasi bahkan mengeksploitasi kenyamanan yang dijanjikan oleh Nissan Livina dibandingkan generasi Grand Livina.

Memang, interior Livina kini berubah total dengan kesan MPV yang kuat. Beda jauh dibanding era Grand Livina dimana mobil itu lebih pas disebut estate 7-seater dibandingkan MPV. Livina memiliki posisi duduk yang tinggi dan tegap bila dibandingkan Grand Livina.

Desain kursi juga sudah berganti, dimana kini Livina tipe VL memakai jok berbungkus kulit. Desain headrest juga sekarang lebih ramping dengan busa lebih keras. Bicara soal kenyamanan kursi, Livina yang sekarang tak kalah nyaman dengan ukuran kursi yang dimensinya sedikit lebih sempit lebarnya.

Namun, rancangan headrest di Nissan Livina dengan busa keras dan desain ramping membuat kepala mudah pegal di perjalanan jarak jauh. Saya terpaksa melepas headrest ketika ingin merebah di kursi depan supaya lebih nyaman. Untuk generasi Grand Livina, headrestnya lumayan empuk dan tebal sehingga nyaman untuk perjalanan jauh dan seperti memakai bantal.

Test drive Nissan Livina di Banda Aceh melewati rute pegunungan. (Foto: Carmudi/Yongki)

Kekurangan tadi ditutupi dengan karakter suspensi Nissan Livina yang tetap empuk dan nyaman tapi kini makin stabil. PT Nissan Motor Indonesia berusaha mempertahankan karakter suspensi di keluarga Livina yang terkenal empuk. Oke punya nih suspensi bila dibandingkan mobil sejenisnya.

Saat Nissan Livina dipacu hingga kecepatan 150 km/jam, mobil tetap anteng dan tidak limbung. Demikian juga saat Livina dipacu pada jalur pegunungan menuju Puncak Geurutee di Meulaboh tetap stabil dan tidak ada gejala limbung. Karakter suspensi seperti ini cocok untuk jalan berliku pegunungan yang butuh stabilitas baik.

Bila terlalu empuk, laju mobil malah bisa limbung saat melewati tikungan-tikungan. Efek sampingnya, penumpang jadi mual dan pusing karena efek perut terkocok dari mobil limbung. Suspensi yang konon diadopsi juga dari Xpander ini juga mampu menjaga stabilitas mobil di jalan berbatu menuju Pucok Krueng.

Kabin Hening dengan Sound System Kurang NampolKabin All New Nissan Livina

Inilah salah satu keunggulan lain pada Nissan Livina yang memiliki kabin hening dan nyaris kedap suara. Pemakaian karet pintu yang cukup tebal jadi rahasia peredaman suara yang baik. Tidak cuma itu, gemuruh dari roda yang melewati jalan berbatu pun nyaris tak terdengar di dalam kabin.

Bicara soal kabin hening, Livina ini tetap menjaga image sebagai mobil yang kokoh alias bukan kaleng-kaleng. Struktur rangka dan bodinya kuat meredam guncangan saat mobil menghantam lubang jalanan. Nissan patut berterima kasih kepada Mitsubishi sebagai pencipta struktur rangka ini.

Awak media sempat mampir ke Masjid Raya.

Karena kabin yang hening, kami para awak media pun bisa bernyanyi keras-keras sepanjang perjalanan Test Drive Nissan Livina. Kami pun sekalian menguji kualitas sound system dengan menikmati alunan musik yang disiapkan sendiri dari rumah sebelum berangkat. Suara musik yang cukup keras tidak terdengar hingga ke luar selama semua pintu dan jendela tertutup rapat.

Nah, saya menyoroti kualitas suara yang dihasilkan dari speaker di Nissan Livina. Menurut saya, suara sound system di mobil ini hambar karena cuma kuat di treble tapi payah di bass. Alunan musik rock dan ballad yang diputar pada head unit tidak bisa dinikmati maksimal.

Sekalipun sudah diutak-atik bagian equalizer dan setting suara, hasilnya tidak banyak berubah. Dentuman drum Tico Torres dari Bon Jovi dan Rob Bourdon dari Linkin Park jadi terasa kurang nampol di bagian bass. Ah, andai saja Nissan menyematkan speaker yang bass-nya lebih nendang, pasti kenyamanan kabinnya hampir tanpa cela.

Dengan kabin yang senyap, akan lebih pas bila kualitas sound system di Nissan Livina ini balance antara treble dan bass. Namun, kualitas suara saya nilai cukup untuk lagu-lagu lawas bertipe slow seperti Air Supply atau Chicago.

Menyiksa Nissan Livina Menuju Aceh Besar

Di hari pertama saya menjadi penumpang di kursi depan dan di hari kedua sempat duduk di kursi tengah. Saya menutup petualangan bersama Nissan Livina di Tanah Rencong dengan mengemudi menuju Aceh Besar dan berakhir di Dealer Nissan Aceh.

Berbeda dengan jalur menuju Meulaboh yang melewati jalan berliku Bukit Barisan dengan bebatuan terjal di tepi jalan, jalur menuju Aceh Besar ini melewati perbukitan dan jalan berliku melewati perkebunan. Sama menantangnya dengan jalur menuju Puncak Geurutee di Meulaboh.

Perjalanan menuju Aceh Besar

Pada jalur ini, memang tidak menemukan trek lurus lebar dan rata sebagaimana arah Meulaboh. Kondisi jalan keluar Banda Aceh relatif sempit tapi cukup mulus sebagaimana jalan provinsi di Jawa. Iring-iringan mobil Test Drive Nissan Livina yang melaju cukup cepat memaksa saya harus menggeber Livina cukup maksimal.

Performa Livina memang cukup mengesankan di kondisi jalan yang mulus, dan saya bisa memacu hingga kecepatan 110 km/jam. Saya akui, Nissan Livina tipe VL ini termasuk sedikit downgrade era Grand Livina 1.8 liter. Ini sebagai kompromi Nissan supaya tidak kalah saing dengan si kembar bikinan Astra.

Performa transmisi empat percepatan otomatis di Livina VL dalam jalur yang tidak banyak tanjakan atau turunan tajam sebenarnya responsif. Tapi, beda cerita kalau mobil dipaksa melewati tanjakan yang sudutnya kurang landai atau turunan panjang. Pengemudi harus lincah gonta ganti transmisi antara D, D-2, L untuk mendapat momen torsi yang pas.

Performa Lincah Nissan Livina

Dalam perjalanan Test Drive Nissan Livina selepas Banda Aceh, tim media dihadapkan dengan kondisi lalu lintas yang ramai lancar. Banyak motor dan truk-truk berseliweran dan memaksa kami harus bermanuver meliuk-liuk di jalanan. Disinilah Livina menunjukkan kehebatannya, dimana mobil tidak pernah kurang tenaga saat butuh menyalip cukup cepat.

Menguji kelincahan Nissan Livina

Bicara soal handling, Nissan Livina sudah kehilangan rohnya. Handling saat memutar setir ini sedikit berat dan bukan Nissan banget yang terkenal enteng. Ini jelas handling dari Mitsubishi Xpander yang dicangkok ke Livina. Namun hasilnya, putaran setir Livina terasa lebih responsif dan presisi saat diajak bermanuver.

Saya tidak perlu banyak melakukan koreksi arah selama Test Drive Nissan Livina karena oversteer, gejala understeer ada namun minim. Mengemudikan Nissan Livina rasanya lebih seperti mengemudikan city car ketimbang MPV karena lincahnya.

Soal pengereman juga cukup oke, namun terasa sedikit late response untuk berkendara agresif. Cukup jelas, karena ini adalah MPV yang bukan diciptakan untuk bermanuver ala city car atau mobil berkarakter sport.

Adanya Brake Assist malah membuat respons pengereman Livina ini sering telat. Untuk style salip tipis-tipis ketika Test Drive Nissan Livina kemarin jelas kurang oke karena saya was-was rem ini kurang gigit untuk late brake. Pengereman sudah oke namun tidak istimewa. Kemampuan rem kurang mampu mengimbangi handling Livina yang lincah.

Performa Transmisi Otomatis Hanya Cocok Untuk Perkotaan

Nissan Livina punya mesin yang cukup, yaitu 1.5 liter namun sistem transmisi otomatisnya hanya cocok untuk jalan perkotaan atau yang didominasi jalan rata. Untuk jalan naik turun dan meliuk-liuk sering kali terjadi hilang tenaga. Test Drive Nissan Livina yang melewati daerah perbukitan di Aceh Besar menuntut kinerja transmisi L dan D-2 dengan maksimal.

Kick down pun lambat mengail tenaga dengan singkat antara gigi 3 dan 4. Tenaga dari mesin agak lambat mengisi saat kaki mengurangi injakan di pedal gas ketika masuk tikungan. Bila melewati tanjakan panjang, perlu ancang-ancang dari jauh sudah kickdown agar mobil tetap kuat merayap tanpa kehilangan torsi.

Untungnya, Nissan Livina punya gigi D-2 yang napasnya panjang. Ini cukup membantu apabila mobil mulai ngos-ngosan di tengah tanjakan saat posisi transmisi D. Saya tinggal pindahkan ke posisi D-2 dan mobil kembali mendapat daya cukup. Demikian juga saat melewati turunan panjang yang landai.

Posisi transmisi D-2 ini memberikan efek engine brake yang cukup. Napas di gigi 2 transmisi Livina memang panjang. Ini saya ketahui saat memakai posisi D-2 ini sanggup mencapai kecepatan hampir 80 km/jam tanpa gejala meraung berlebihan.


Sementara kemampuannya melahap tanjakan curam memakai gigi L juga oke, asal tidak untuk mengejar kecepatan. Transmisi memberi tenaga dan torsi cukup untuk merayap dengan mantap di tanjakan. Jadi untuk pemakaian ekstrim seperti ini, Saya harus lincah bermain transmisi L dan D-2 saja supaya mobil mendapat torsi melimpah.

Sumber: carmudi

Test Drive Nissan Livina di Tanah Rencong, Membuktikan Ketangguhan Mobil Keluarga

Test Drive Nissan Livina di Tanah Rencong, Membuktikan Ketangguhan Mobil Keluarga

Test Drive Nissan Livina di Tanah Rencong, Membuktikan Ketangguhan Mobil Keluarga

Test Drive Nissan Livina di Tanah Rencong, Membuktikan Ketangguhan Mobil Keluarga

Test Drive Nissan Livina di Tanah Rencong, Membuktikan Ketangguhan Mobil Keluarga

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya