0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sederet PR Jokowi dari Pengusaha: Pangkas Pajak Badan hingga TKI

okezone
okezone - Wed, 12 Jun 2019 20:06
Dilihat: 120
Sederet PR Jokowi dari Pengusaha: Pangkas Pajak Badan hingga TKI

JAKARTA - Setelah hajatan besar bangsa Indonesia, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) serentak usai, para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berharap semuanya kembali tertib, damai, dan tidak ada yang anarkis.

"Soalnya itu modal utama lah. Kedamaian, ketertiban, keamanan, tidak ada suatu yang sifatnya anarkis itu tidak ada, itu modal utama untuk ekonomi bisa berjalan," kata Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani seperti dilansir setkab, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Ketua Umum Kadin juga mengapresiasi hasil Pemilu, di mana parlemen lebih dari 50% adalah mendukung Presiden, sehingga tentunya ini juga menjadi hal yang positif karena konsistensi dari kebijakan-kebijakan/policy yang ada.

"Karena ini pemerintahan yang berkelanjutan jadi itu menambahkan kenyamanan. Kemudian rating agency juga menaikan rating kita yang tadinya B- menjadi BBB. Momentum itu sudah dibangun, sekarang adalah ini kita coba dorong supaya lebih cepat lagi," ujar Rosan.

Baca Juga: Jokowi ke Kadin dan Hipmi: Manfaatkan Perang Dagang

Tiga Usulan

Terkait dengan permintaan Presiden Jokowi mengenai masukan dari pengusaha, Rosan mengemukakan, ada 3 masukan yang disampaikan pengurus Kadin dan Hipmi dalam pertemuan itu.

Yang pertama, mengenai pengiriman TKI (Tenaga Kerja Indonesia), di mana remiten dari 3,6 juta TKI di luar negeri kurang lebih ada USD11 miliar. Jauh dibandingkan Filipina yang tenaga kerjanya di luar negeri hampir sama, 3,5 juta orang tapi remitennya sampai USD33 miliar.

"Nah, kenapa itu bisa lebih tinggi, karena masalahnya adalah kemampuan dari berbahasa, dari nursing dan sebagainya. Jadi itu bisa kita dorong untuk program vokasi yang memang sedang didorong oleh bapak Presiden dalam pemerintahan ini. Jadi itu adalah kita bilangnya quickwin karena naik USD10 miliar kita mengurangi CAD kita yang kurang lebih USD30 milar," kata Rosan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Masukan Kadin dan Hipmi, Tapi Hanya Tiga Poin

Yang kedua, lanjut Ketua Umum Kadin itu, tentunya adalah kita mendorong pariwisata yang sudah ada sekarang untuk lebih cepat lagi. Ia menyebutkan, perbandingan-perbandingan dengan negara-negara asia lainnya memang kita kurang lebih hampir 15,5 juta orang, kita mendapatkan devisa kirang lebih USD17 miliar, atau kurang lebih USD1.100 per orang. Tapi dibandingkan dengan Thailand yang secara wisatawannya itu lebih hampir 38 juta orang, tetapi pendapatan devisanya kurang lebih sampai USD62 miliar.


"Jadi average spendingnya lebih lama, average tinggalnya juga lebih lama. Itu kenapa, salah satunya karena kebijakan maritim. Itu juga yang kita sampaikan," papar Rosan.

Sumber: okezone

Sederet PR Jokowi dari Pengusaha: Pangkas Pajak Badan hingga TKI

Sederet PR Jokowi dari Pengusaha: Pangkas Pajak Badan hingga TKI

Sederet PR Jokowi dari Pengusaha: Pangkas Pajak Badan hingga TKI

Sederet PR Jokowi dari Pengusaha: Pangkas Pajak Badan hingga TKI

Sederet PR Jokowi dari Pengusaha: Pangkas Pajak Badan hingga TKI

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya