0
Thumbs Up
Thumbs Down

Rusuh 22 Mei: Kisah Pencari Kerja, Relawan Medis & Jurnalis

Republika Online
Republika Online - Fri, 24 May 2019 08:13
Dilihat: 26
Rusuh 22 Mei: Kisah Pencari Kerja, Relawan Medis & Jurnalis



Oleh Idealisa Masyrafina, Iit Septyaningsih

Satu unit ambulans datang meraung-raung di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (23/5). Berasal dari RSUD Ciracas, kendaraan itu mengangkut seorang pria berkemeja merah tua dan celana hitam yang lemas dan berdarah-darah.

Ia hanya diidentifikasikan dengan inisial S, berusia 33 tahun, dan belum lama ini datang ke Jakarta dari Nusa Tenggara Barat. Menurut dr Rizky Futari Renggana dari Dinas Kesehatan DKI, yang bersangkutan ditemukan oleh petugas kebersihan tengah berbaring di tempat tumpukan barang-barang bekas di sekitar Sarinah.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi sadar dan lemas karena terluka di punggung sebelah kiri serta kelelahan akibat melarikan diri. "Dia orang NTB, ke Jakarta katanya buat cari kerja. Malamnya dia lihat ada aksi, lalu karena ricuh melarikan diri sekitar jam 22.00," kata dr Rizky kepada Republika di RSUD Tarakan, Kamis (23/5).

Menurut dr Rizky, pasien itu mengaku terkena tembakan di punggung sebelah kiri dan berlari mencari pertolongan. Karena tidak mendapatkan pertolongan, dia berbaring di tumpukan barang bekas di sebuah gedung hingga ditemukan oleh petugas kebersihan belasan jam kemudian.

"Setelah saya cek, lukanya tidak parah. Itu luka tumpul dan lecet. Mungkin kena tembak tapi senapan angin. Yang pasti tidak parah. Kakinya juga keram," kata dokter yang bertugas di perempatan Sarinah sejak kemarin pagi tersebut.

Saat ini, sang pria tengah mendapatkan perawatan di RSUD Tarakan. Ia mendapatkan perawatan untuk luka-luka ringan, juga diberi bantuan oksigen serta infus untuk memulihkan tubuh korban yang lemas.

Dari 169 korban di RSUD Tarakan, terdapat tiga korban meninggal terkait kerusuhan sejak Selasa (21/5). Yang masih menjalani perawatan ada 12 orang serta sisanya sudah dipulangkan. Semua korban yang masih dirawat berjenis kelamin laki-laki. Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, terdapat delapan orang meninggal akibat kerusuhan sejak Selasa (21/5)hingga Rabu (22/5) malam.

Pria tersebut bukan satu-satunya korban sampingan dari konflik antara perusuh dan petugas polisi dalam kerusuhan yang kembali terjadi selepas unjuk rasa di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, Rabu (22/5) malam.



Berita Terkait
  • Try Sutrisno: Banyak Tantangan Lebih Besar daripada Pilpres
  • Polri Tangkap 185 Orang pada Malam Aksi 22 Mei
  • Usut Tuntas Kericuhan 22 Mei
Berita Lainnya
  • Keterlibatan Bulog dalam BPNT Ciptakan Integrasi Hulu-Hilir
  • Ini Perbedaan Marquez dan Lorenzo di GP Jerez

Rusuh 22 Mei: Kisah Pencari Kerja, Relawan Medis & Jurnalis

Rusuh 22 Mei: Kisah Pencari Kerja, Relawan Medis & Jurnalis

Rusuh 22 Mei: Kisah Pencari Kerja, Relawan Medis & Jurnalis

Rusuh 22 Mei: Kisah Pencari Kerja, Relawan Medis & Jurnalis

Rusuh 22 Mei: Kisah Pencari Kerja, Relawan Medis & Jurnalis

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya