0
Thumbs Up
Thumbs Down

Revolusi Dunia Penerbangan, New York-Shanghai Cuma 39 Menit

BisnisWisata
BisnisWisata - Sun, 16 Jun 2019 01:48
Dilihat: 427
Revolusi Dunia Penerbangan, New York-Shanghai Cuma 39 Menit

NEW YORK, Industri penerbangan diprediksi mengalami revolusi besar. Teknologi kian canggih memungkinkan waktu tempuh transportasi udara rute jarak jauh, kian cepat. Kabar baik ini disampaikan perusahaan perbankan UBS dalam laporan terbarunya yang menyatakan potensi pasar industri penerbangan semakin besar di masa mendatang.

Ini berkat revolusi di industri aviasi seiiring sejumlah perusahaan ymenyiapkan layanan penerbangan supercepat melalui jalur luar angkasa. Dalam laporannya, UBS menyatakan perjalanan dengan kecepatan tinggi melalui jalur luar angkasa memungkinkan tiga perusahaan yakni Virgin Galactic, SpaceX, dan Blue Origin berhasil membuktikannya. Prospek bisnisnya cerah.

Nilai pasar transportasi supercepat itu dapat mencapai hingga USD20 miliar dalam satu tahun. Perbankan yang berkantor pusat di Swiss itu berani memprediksi, dengan teknologi yang ada, perjalanan dari Kota New York, Amerika Serikat (AS), menuju Shanghai, China, dapat ditempuh cuma 39 menit melalui jalur orbit rendah.

"Transportasi luar angkasa masih berada pada fase awal. Dengan kemajuan teknologi dan jatuhnya biaya pengeluaran akibat kompetisi, penerbangan via luar angkasa akan menjadi sesuatu yang biasa,. Hal itu akan menjadi batu loncatan bagi penerbangan jarak jauh di bumi," papar Jarrod Castle dari UBS, dikutip CNBC, Ahad (16/06/2019).

Menurut UBS, penggunaan teknologi pesawat luar angkasa dalam sistem transportasi udara akan menjadi terobosan baru dan membuka persaingan dengan maskapai penerbangan yang menyediakan perjalanan jarak jauh. "Bisnis itu lebih menjanjikan dibanding pariwisata luar angkasa yang hanya memiliki pasar USD3 miliar," jelasnya.

UBS mengestimasikan, industri luar angkasa yang kini sekitar USD400 miliar akan meningkat dua kali lipat menjadi USD805 miliar pada 2030 jika inovasi itu diterapkan dalam bisnis penerbangan antar-negara. Castle mengatakan rute penerbangan melalui luar angkasa juga lebih realistis, baik secara bisnis atau ekonomi.

Perusahaan luar angkasa dunia seperti Virgin Galactic, SpaceX, dan Blue Origin telah menerima investasi selangit dalam melancarkan program pariwisata luar angkasa. Virgin Galactic sedikitnya mendapatkan dana dari Aabar Investment Group senilai USD380 juta dan dari Pemerintah New Mexico senilai USD200 juta.

Investasi agresif tersebut akan mendorong pengembangan pesawat luar angkasa secara lebih luas dan cepat. Sejauh ini, Virgin Galactic, SpaceX, dan Blue Origin tidak memberikan komentar terkait rencana penerbangan udara menggunakan pesawat luar angkasa. Namun, hal itu patut menjadi alternatif sektor bisnis.

Saat ini, penerbangan jarak jauh masih menggunakan pesawat dengan rata-rata daya tempuh sekitar 10 jam. Tempo perjalanan itu dapat dipangkas hingga di bawah satu jam jika menggunakan roket pesawat luar angkasa. SpaceX bahkan mengatakan pesawat miliknya mampu mengelilingi bumi dalam hitungan menit.

Selain itu, kapasitas pesawat luar angkasa SpaceX mampu menampung hingga 100 orang. Pesawat itu mampu menembus langit New York menuju Shanghai dalam waktu 39 menit. Bandingkan dengan penerbangan menggunakan pesawat yang bisa mencapai 15 jam lebih, belum termasuk transit di negara lain.

UBS mengestimasikan jumlah penumpang penerbangan jarak jauh mencapai 150 juta orang per tahun. Perjalanan itu mencapai 527.000 penerbangan dengan jumlah rata-rata 309 kursi. Jika 5% perjalanan itu diambilalih pesawat luar angkasa dengan tarif USD2.500, peluang pendapatannya sekitar USD20 miliar per tahun.

"Kapasitas pesawat luar angkasa saat ini baru 100 kursi. Tapi, kami yakin frekuensi perjalanan luar angkasa akan meningkat," ungkap UBS. "Meski sebagian orang berpikir penggunaan jalur luar angkasa sebagai alternatif penerbangan jarak jauh kurang memungkinkan, kami kira pasarnya besar," ungkap UBS.

Peluang Pariwisata

Sampai sekarang, pariwisata luar angkasa berhasil dilakukan Space Adventures. Dalam dua dekade terakhir, perusahaan tersebut mengirimkan tujuh turis dengan menggunakan roket pabrikan Rusia, Soyuz. Dengan tarif USD20 juta per orang, mereka tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional selama sepekan.

Kini, jumlah perusahaan luar angkasa terus berjamur. Mereka menawarkan perjalanan pariwisata menuju orbit rendah bumi. Virgin Galactic dan Blue Origin merupakan dua perusahaan yang hampir sukses merealisasikan proyek itu. Menurut UBS, sektor ini menjadi pasar paling potensial yang bergerak pesat.

Pada bulan lalu, Virgin Galactic mengirimkan penumpang pertama Beth Moses sebagai bagian dari uji coba penerbangan menuju luar angkasa. Pesawat Virgin Galactic hanya memuat enam penumpang dan dua pilot. Jumlah penumpang yang masuk dalam daftar antrean pariwisata Virgin Galactic mendapai 600 orang.

Harga tiket Virgin Galactic sekitar USD250.000 per orang. UBS meyakini model bisnis yang diusung Virgin Galactic, baik sebagai perusahaan pariwisata luar angkasa ataupun produsen pesawat ulang alik, menunjukkan adanya pertumbuhan bisnis penerbangan. Mereka diperkirakan menciptakan sejarah baru.

Blue Origin juga mendekati sukses dalam program pariwisata luar angkasa. Perusahaan yang didirikan CEO Amazon Jeff Bezos itu melancarkan program bisnisnya dengan merancang sistem roket New Shepard. Blue Origins, begitu juga dengan Virgin Galactic, menggunakan pesawat yang dapat digunakan ulang.

Elon Musk melalui SpaceX juga merancang pesawat luar angkasa untuk para turis yang ingin berwisata ke bulan. Salah satu penumpang yang sudah mem-booking perjalanan itu ialah miliarder asal Jepang, Yusaku Maezawa. Dia direncanakan tebrang menuju satelit alami itu bersama tujuh orang lainnya pada 2023. (NDY)


The post Revolusi Dunia Penerbangan, New York-Shanghai Cuma 39 Menit appeared first on Portal Berita Bisnis Wisata.

Sumber: BisnisWisata

Revolusi Dunia Penerbangan, New York-Shanghai Cuma 39 Menit

Revolusi Dunia Penerbangan, New York-Shanghai Cuma 39 Menit

Revolusi Dunia Penerbangan, New York-Shanghai Cuma 39 Menit

Revolusi Dunia Penerbangan, New York-Shanghai Cuma 39 Menit

Revolusi Dunia Penerbangan, New York-Shanghai Cuma 39 Menit

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya