0
Thumbs Up
Thumbs Down

Potensi Menggiurkan, Pasar Game RI Harus Bisa Dikuasai Industri Lokal

okezone
okezone - Sun, 13 Jan 2019 13:04
Dilihat: 82

JAKARTA - Bermain game bukan sekadar hobi. Di balik itu tersimpan potensi ekonomi yang sangat menggiurkan. Pada 2018 lalu secara global pasar game mencapai USD137,9 miliar (sekitar Rp1.999,5 triliun, kurs Rp14.500 per USD), separuhnya berasal dari mobilegame.

Angka itu nyaris menyamai Produk Domestik Bruto (PDB) Kosta Rika. Kue yang sangat besar tersebut sudah pasti sangat menggiurkan kalangan pengembang game dan pencipta konten.

Genre mobilegame pun berkembang, mulai dari arcade hingga olahraga. Peluang ini tentu harus ditangkap industri game lokal. Jangan sampai pangsa pasar game hanya dinikmati pemain global. Tantangan ini perlu direspons karena potensi pasar mobile game di Indonesia sangat besar.

Dengan meningkatnya pengguna ponsel menjadi 80% dan gencarnya penetrasi internet ke berbagai daerah, akses terhadap mobilegame menjadi kian mudah. Pangsa pasar game di Tanah Air akan semakin besar karena jumlah penduduk Indonesia juga sangat besar, di atas 250 juta jiwa.

Baca Juga: Nilai Belanja Industri Game Tembus Rp90 Triliun

Pocket Gamer.biz menyatakan Indonesia merupakan pengunduh kedua terbanyak mobile game di belakang China. Namun upaya tersebut tidak mudah. Pelaku industri game lokal seperti Founder Digital Happiness Rachmad Imron yang dikenal lewat game horor DreadOut dan CEO PT Lyto Datarindo Fortuna (Lyto) Andi Suryanto mengakui berkompetisi langsung dengan industri game yang lebih maju puluhan tahun membuat pemain lokal berat untuk mengembangkan bisnisnya.

Sejauh ini perputaran uang di industri game Tanah Air masih menguntungkan pemain asing, terutama dari China dan Korea Selatan. Rachmad Imron menuturkan, pertumbuhan pengembang lokal pada 2019 tidak sebanyak tiga tahun lalu karena industri game sudah kian matang.

"Sekarang bikin game sudah lewat euforianya. Sudah sadar, apalagi buat menghasilkan uang dari game itu susah," ujar Rachmad saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Dia menandaskan, dalam industri kreatif seperti game,tidak ada rumus pasti untuk meraih keuntungan besar. Imron mencontohkan kisaran pendapatan DreadOut termasuk menengah ke bawah di segmen indie. Meski begitu ada yang kualitasnya lebih jelek, tapi bisa viral dan ada faktor X yang sulit ditebak.

"Yang bisa dipersiapkan adalah secepatnya melakukan sosialisasi game lewat medsos atau strategi marketing lainnya. Kami dulu hanya mengandalkan medsos tanpa bujet marketing. Sekarang banyak sekali game sehingga cukup sulit untuk bisa dikenal publik," terangnya.

Sebagai informasi, game DreadOut tersedia bagi pengguna Microsoft Windows, OS X, dan Linux. Realisasi penjualannya tercatat sekitar USD 1 juta dalam dua tahun.


Imron menargetkan akan mengembangkan game yang bernuansa horor itu menjadi permainan konsol Nintendo Switch maupun Playstation 4. "Kalau game smartphone,kami memang tidak fokus ke sana sekarang. Ini karena SDM terbatas, kami belum bertemu dengan investor besar," ucapnya.

Sumber: okezone

Potensi Menggiurkan, Pasar Game RI Harus Bisa Dikuasai Industri Lokal

Potensi Menggiurkan, Pasar Game RI Harus Bisa Dikuasai Industri Lokal

Potensi Menggiurkan, Pasar Game RI Harus Bisa Dikuasai Industri Lokal

Potensi Menggiurkan, Pasar Game RI Harus Bisa Dikuasai Industri Lokal

Potensi Menggiurkan, Pasar Game RI Harus Bisa Dikuasai Industri Lokal

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza