0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pakar Sarankan Pembatasan Akses Media Sosial Segera Diakhiri

Republika Online
Republika Online - Fri, 24 May 2019 07:52
Dilihat: 29
Pakar Sarankan Pembatasan Akses Media Sosial Segera Diakhiri

JAKARTA -- Pakar media sosial Indonesia Ismail Fahmi menyarankan pembatasan akses ke sejumlah media jejaring sosial oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika segera diakhiri. Hal ini menyusul dampak bagi para pengguna Internet seluler secara luas.

"Saya sepakat pembatasan media sosial dilakukan ketika terjadi kericuhan pada Selasa (21/5) dan Rabu (22/5) karena kita perlu melokalisir informasi agar tidak menyebar ke mana-mana yang justru memanaskan suasana," kata Fahmi ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (23/5) malam.

Fahmi merujuk pada informasi terkait Aksi 411 dan 212. Kala itu, ia mengatakan, yang memunculkan informasi palsu atau hoaks dari pihak-pihak yang justru tidak berada di lokasi aksi dengan menambah konten foto ataupun video.

"Cara paling aman memang dengan pembatasan akses ke media sosial. Tapi, pembatasan saat ini sudah terlalu lama dan merugikan para pengguna Internet secara luas di Indonesia," kata pendiri PT Media Kernels Indonesia dengan sistem analisis Drone Emprit itu.

Pembatasan yang terlalu lama itu, lanjut Fahmi, akan berdampak pada pelaku bisnis dalam jaringan (online) ataupun tenaga medis seperti dokter yang berkomunikasi dengan pasien lewat media sosial.

Risiko VPN

Fahmi juga mengatakan pembatasan akses media sosial yang terlalu lama mendorong para pengguna Internet seluler di Tanah Air untuk memanfaatkan jaringan pribadi virtual (VPN). Ini justru menimbulkan persoalan baru berupa pencurian data.

"Jika para pengguna beralih ke aplikasi lain yang masih bisa diakses mungkin tidak ada masalah. Tapi, penggunaan VPN itu memunculkan masalah besar yang semakin lama dipakai akan semakin kontra-produktif," ujarnya.

Menurut Fahmi, penggunaan VPN untuk mengakses media sosial telah menjadi "edukasi massal" secara nasional yang justru merugikan program Internet Positif Kominfo. "Setiap saat, para pengguna akan mengakses konten yang dilarang dengan mengaktifkan VPN. Masyarakat sudah pintar mengatasi pemblokiran itu," katanya.

Pria yang juga mengembangkan jaringan perpustakaan digital itu mengatakan pembatasan akses sudah dapat diakhiri selepas kericuhan selesai menyusul eskalasi informasi tidak akan sebesar ketika aksi sedang berlangsung. "Dalam kondisi saat ini ketika kericuhan sudah mereda, pembatasan akses semestinya sudah dihentikan. Mungkin masih ada hoaks tapi itu dapat ditangani. Kondisi saat ini berbeda ketika terjadi kericuhan yang memungkinkan informasi hoaks dapat menyebar sangat cepat bahkan ke luar kota," katanya.

Berita Terkait
  • MRT Jakarta Hari Ini Beroperasi Penuh
  • Banser Kota Tasikmalaya Gelar Doa Pascaaksi 22 Mei
  • Australia Keluarkan Travel Warning untuk Indonesia
Berita Lainnya
  • Keterlibatan Bulog dalam BPNT Ciptakan Integrasi Hulu-Hilir
  • Ini Perbedaan Marquez dan Lorenzo di GP Jerez

Pakar Sarankan Pembatasan Akses Media Sosial Segera Diakhiri

Pakar Sarankan Pembatasan Akses Media Sosial Segera Diakhiri

Pakar Sarankan Pembatasan Akses Media Sosial Segera Diakhiri

Pakar Sarankan Pembatasan Akses Media Sosial Segera Diakhiri

Pakar Sarankan Pembatasan Akses Media Sosial Segera Diakhiri

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya