0
Thumbs Up
Thumbs Down

Massa Tolak Pilpres 2019 Jakarta Indonesia Mencekam

Citra Indonesia
Citra Indonesia - Wed, 22 May 2019 20:49
Dilihat: 40
Massa Tolak Pilpres 2019 Jakarta Indonesia Mencekam

JAKARTA, - Mencekam suasana terkini di pusat ibu kota Jakarta, Indonesia terutama di Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Terutama di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawslu) di Jalan MH Thamrin, jalan protokol utama ibu kota ini lumpuh.

Awal dari kejadian itu bahwa ribuan massa dengan aksi berunjukrasa menolak hasil rapat Pleno Pilpres 2019 oleh KPU dihadiri Bawaslu, 21 Mei dini hari (21/5/2019) yang memenangkan pasangan Capres- cawapres 01, Jokowi- Maruf dan mengalahkan pasangan Capres- cawapres 02, Prabowo - Sandiaga Uno.

  • Argo : "Provokator WA Group Ajak Serang Jokowi"

Dalam rapat Pleno KPU itu, diumumkan : "Suara sah capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362. Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, 68.650.239," ungkap komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik didampingi Arief Budiman dan jajaran Komisioner KPU saat membacakan hasil suara para rapat pleno KPU di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat tersebut.

  • Pernyataan Lengkap Prabowo Tentang Demo 22 Mei
  • "Kapolri: 6 Korban Tewas di Aksi 22 Mei"
  • JK Minta Prabowo-Sandi Ikut Tenangkan Massa Aksi 22 Mei
  • Begini Pernyataan Lengkap Jokowi Tentang Demo 22 Mei
Foto Ketua FPI Habib Rizieq di lokasi demo tolak Pilpres 2019 di Slipi 22 Mei 2019.

Keputusan itu kemudian olek saksi dari pasangan Prabowo-Sandi tampak hadir juru debat BPN Ahmad Riza Patria dan Aziz. Dan saksi Prabowo- Sandi ini menolak menandatangani hasil perhitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU itu.

Hal itulah kemudian yang membuat massa berunjuk rasa di depan Bawaslu, Petamburan, Pasar Tanah Abang, Jalan Sabang atau Jalan Jaksa hingga di flayover Silipi Jakarta Barat yang lantas membakar hangus lima (5) Mobil Bus Polisi Brimob hingga hangus.

Kapolri Jendral Tito Karniavan sedang memegang senjata M-4 yang berhasil di rebut oleh aparat keamanan saat aksi 22 Mei

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, pada siang hari Rabu (22/5/2019), menegaskan aksi unjukrasa anarkis menolak hasil Pilpres 2019 menelan korban jiwa 6 orang. Dan aksi itu adalah setingan pihak tertentu.

Moeldoko Lebih Diterima Parpol Koalisi Pendukung Jokowi, Ini Alasannya

Presiden Jokowi meminta supaya mengentikan aksi itu. "Mari kita lanjutkan pembanguan Indonesia. Kita jaga suasana supaya terus kondisuf," ajak Kepala Negara.

Masyarakat juga ketakutan terutama yang dekat dengan lokasi unjukrasa massa yang semakin brutal di Kawasan Jalan MH Thamrin, pusat ibu kota negara ini, juga di daerah Petamburan."Berapa ratus lagi yang bakal korban?", keluh para warga kedapa citraindonesia. com yang seraya meminta supaya aparat tidak terpancing emosinya menembak atau memukul para pelaku aksi yang sebagian juga masih di bawah umur.

Wapres Jusuf Kalla,

Pun Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK berharap kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta para elite politik menenangkan aksi 22 Mei 2019. demi menghindari kerugian Indonesia.

"Tentu kita harapkan hal yang sama semuanya kalau, semua pemimpin bangsa termasuk Pak Prabowo, Pak Sandi untuk ikut serta untuk menenangkan masyarakat itu," kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Rabu (22/5/2019).

Capres 02 Prabowo Subianto usai mencoblos TPS 41 Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Rabu 17 April 2019.

Demikian juga Capres Prabowo Subianto. Mantan Pangkostrad ini secara tegas meminta kepada para pendukungnya tidak melakukan kekerasan fisik saat berdemonstrasi terkait hasil Pilpres 2019. Tapi Prabowo juga mengingatkan TNI dan Polri tidak bertindak represif.

"Saya tegaskan kepada semua yang masih mau mendengar saya, para pendukung saya, sekali saya tegaskan hindari kekerasan fisik berlakulah sopan santun. Hormatilah pejabat - pejabat penegak hukum dan jangan sekali-kali menggunakan kekerasan," kata Prabowo dalam jumpa pers di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (22/5/2019).

Prabowo tak ingin aksi kekerasan pada dini hari dan pagi tadi terulang. Prabowo menyebut peristiwa kekerasan 22 Mei mencoreng marwah bangsa.

Berikut pernyataan lengkap Prabowo:

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr Wb
Salam sejahtera saudara sekalian, Shalom, Om swastiastu

Selamat sore saudara-saudara sekalian para insan media yang hadir, terutama saudara-saudara di seluruh Tanah Air yang sedang melihat acara ini terutama mereka yang ada di Jakarta. Saya akan membacakan statement menyikapi keadaan yang berlangsung saat ini.

Pertama, innalillahi wainnalillahi kami mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya 6 orang dan terlukanya ratusan masyarakat yang menjadi korban kekerasan pada malam hari dan dini hari yang baru lalu.

Dua, seperti yang sudah kami sampaikan berkali-kali sebelumnya, kami mendukung semua penggunaan hak konstitusional yang berakhlak yang damai dan tanpa kekerasan dalam perjuangan politik kebangsaan kita.

oleh sebab itu saya mengimbau kepada seluruh pihak masyarakat yang menyampaikan aspirasinya, pihak kepolisian pihak TNI dan semua pihak untuk menahan diri agar tidak melakukan kekerasan fisik.

Termasuk kepada seluruh pejabat publik, pejabat kepolisian politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, netizen dan seluruh anak bangsa untuk menghindari kekerasan verbal pun yang dapat memprovokasi apalagi di bulan Ramadhan yang baik dan suci ini.

Tiga, kami meminta peristiwa kekerasan tadi malam dan juga yang terjadi subuh tadi yang telah mencoreng martabat dan marwah bangsa Indonesia jangan boleh terjadi lagi.

Bila hal ini sampai terjadi lagi maka kami sangat khawatir rajutan anyaman kebangsaan kita bisa rusak dan sangat sulit untuk kita rangkai kembali.

Empat, kami memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Besar, Yang Maha Esa agar kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat senantiasa terjaga dan tidak digunakan sebagai alat kekuasaan.

Adik-adikku para pejabat dan petugas di TNI-Polri yang masih aktif saya mohon kita ingat bersama, seragam, makanan dan senjata yang Anda sekarang gunakan dibiayai oleh rakyat.

Saudara-saudara adalah milik rakyat semuanya, rakyat mendambakan saudara mengayomi rakyat, melindungi rakyat semua, saudara adalah harapan kita.

Saudara-saudara kami mohon janganlah sekali-kali menyakiti hati rakyat apalagi memukul dan menembak rakyat kita sendiri mari sama-sama kita jaga rakyat agar tetap damai dan bergembira.

Saya tegaskan kepada semua yang masih mau mendengar saya, para pendukung saya, sekali saya tegaskan hindari kekerasan fisik berlakulah sopan santun. Hormatilah pejabat pejabat penegak hukum dan jangan sekali-kali menggunakan kekerasan. Memang berat, saya memahami.

Tapi saya tegaskan kembali seandainya ada salah paham engkau dipukul jangan melawan. Ini berat tapi ini harus kita lakukan.

Apapun terjadi demi negara, bangsa dan negara demi seluruh umat, demi semua agama hindari kekerasan.

Saya kira itu yang saya ingin sampaikan

(tim)


The post Massa Tolak Pilpres 2019 Jakarta Indonesia Mencekam appeared first on Citra Indonesia.

Sumber: Citra Indonesia

Massa Tolak Pilpres 2019 Jakarta Indonesia Mencekam

Massa Tolak Pilpres 2019 Jakarta Indonesia Mencekam

Massa Tolak Pilpres 2019 Jakarta Indonesia Mencekam

Massa Tolak Pilpres 2019 Jakarta Indonesia Mencekam

Massa Tolak Pilpres 2019 Jakarta Indonesia Mencekam

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya