0
Thumbs Up
Thumbs Down

Lashkari Bazar Pernah Terbakar

Republika Online
Republika Online - Mon, 20 May 2019 18:30
Dilihat: 93
Lashkari Bazar Pernah Terbakar

JAKARTA -- Di Benteng Bust itu terdapat tiga bangunan utama, yaitu Istana Utara, Tengah, dan Selatan. Istana Tengah diperkirakan dibangun pertama kali pada era Samaniyah. Bangunan ini berbentuk persegi dengan ukuran 32 x 52 menara dengan sebuah menara bundar sebagai penopang di setiap sudutnya. Bangunan ini terdiri atas dua lantai, lantai dasar dan lantai atas, meskipun keduanya tidak dihubungkan dengan tangga.

Istana Tengah terdiri atas dua lantai yang dibagi menjadi kuadran dengan koridor berkubah sebagai pembatasnya dan bertemu di tengah sebuah sumur. Setiap kuadran memiliki tata letak ruangan yang unik dengan ukiran yang sesuai dengan tujuan pembangunan ruangan tersebut. Enam dari tujuh ruangan di lantai dasar di sebelah timur dapat dimasuki dari luar, sementara ruangan-ruangan di barat hanya bisa diakses dari dua pintu di koridor utara-selatan.

Istana Utara berbentuk persegi dengan ukuran 90 x 100 meter. Bangunan itu dilindungi oleh dinding dan ditopang oleh 15 menara semi lingkaran. Empat di antaranya berada di sudut bangunan. Bangunan ini dapat dimasuki melalui pintu utara dan selatan. Di dalam dinding ini terdapat sebuah halaman dalam yang dibatasi oleh jalan kecil.

Bangunan terbesar adalah Istana Selatan yang diidentifikasi sebagai istana milik Mahmud Ghazni, sang pendiri Dinasti Ghaznawiyah. Istana itu diselesaikan oleh penerusnya, Mas'ud I, pada 1036 M. Bangunan tinggi itu berdiri berbentuk persegi, 52 x 35 m, dan dibangun di tengah-tengah halaman terbuka menuju iwan-iwan utama. Di sudutnya terdapat menara penopang yang menjulang sepanjang 16 meter.

Istana Selatan diperluas selama periode Ghurid untuk menambahkan segmen ke arah barat dan menggeser dindingnya ke tepi Sungai Helmand. Istana ini dibuat dari campuran batu bata yang dibakar dan kayu serta diperkuat dengan pondasi batu. Dindingnya diukir dan dilukis dengan gaya Ghurid.

Halaman dalamnya memiliki luas 50 x 63 meter dan memiliki iwan di empat sudutnya. Dari sisi timur ke barat dibangun koridor dengan delapan lengkungan menuju enam kamar dan tangga di sudutnya. Iwan bagian barat terbuka menuju taman berdinding. Iwan bagian barat merupakan penambahan pada masa Ghurid yang terdiri atas ruang mandi istana. Di sisi timur halaman terdapat enam ruang identik.

Di sayap utara istana ini terdiri atas empat apartemen. Dua apartemen terletak di sisi iwan besar berdiri dan dua yang lain terletak di belakang iwan, terpisah oleh aula besar. Aula ini melayani fungsi administratif yang dapat diakses dari iwan utara melalui ruang depan atau dari dua apartemen yang menyatu dengannya.

Istana itu dapat dimasuki melalui pintu utama di sebelah selatan yang langsung menuju halaman melalui aula berbentuk silang. Di seberang halaman terdapat sebuah iwan besar yang membawa pengunjung menuju titik tempat melihat keindahan sungai. Jika menuju tempat tersebut, pengunjung harus melewati gang terlebih dahulu.

Iwan tersebut memiliki tangga menuju sungai di bawahnya. Bangunan ini sering dibandingkan dengan Bab al-Amma di Samarra meskipun bentuknya berbeda. Ruang pribadi ini dibuat menurun ke sisi barat halaman dan di dalamnya terdapat sebuah masjid kecil di sebelah selatan.

Interior istana itu kaya akan dekorasi semen, lukisan dinding, dan pahatan panel marmer. Di bagian timur istana ini terdapat taman berdinding yang berisi hewan-hewan. Sebagai tambahan, terdapat mansion pribadi yang lebih kecil yang dibangun dengan gaya yang sama, yaitu dengan iwan terbuka menuju halaman.

Lashkari Bazar pernah terbakar pada 1150-1151 selama penaklukan Ghurid oleh Ala al-Din Jahansuz atau Husein II (1149-1161) dan kemudian dibangun kembali oleh pemerintahan Ghurid. Bust dan Lashkari Bazar kembali dihancurkan oleh Khwarazmshah, tentara Mongol, pada awal abad ke-13.

Sisa bangunan Lashkari Bazar membentang sepanjang 1,4 km dan lebar 600 m di sepanjang Sungai Helmand, termasuk di dalamnya bangunan perumahan dan militer yang terbuat dari bata lumpur. Bangunan yang masih bertahan adalah istana yang dibentengi, Utara, Tengah, dan Selatan, yang dibangun di atas tebing menghadap sungai. Sisa bangunan tersebut sebagian digali pada 1949 dan 1951 oleh Delegasi Arkeologi Prancis, DAFA.


Berita Terkait
  • Tiga Masjid Bersejarah Afganistan
  • Kiai Ma'ruf: Indonesia Dorong Perdamaian di Afganistan
  • Setiap Warga Afganistan Belajar di Masjid Sewaktu Muda
Berita Lainnya
  • Keterlibatan Bulog dalam BPNT Ciptakan Integrasi Hulu-Hilir
  • Ini Perbedaan Marquez dan Lorenzo di GP Jerez

Lashkari Bazar Pernah Terbakar

Lashkari Bazar Pernah Terbakar

Lashkari Bazar Pernah Terbakar

Lashkari Bazar Pernah Terbakar

Lashkari Bazar Pernah Terbakar

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri