0
Thumbs Up
Thumbs Down

Korban Tsunami Lampung Selatan Tunggu Kepastian Relokasi

wartaekonomi
wartaekonomi - Sun, 13 Jan 2019 01:11
Dilihat: 79
Lampung Selatan

Sejumlah pengungsi korban terdampak tsunami Selat Sunda, di pesisir Kabupaten Lampung Selatan yang rumahnya hancur dan rusak berat meminta pemerintah segera memberikan kepastian relokasi rumah mereka ke lokasi yang dinilai lebih aman dari sebelumnya.

Beberapa pengungsi dari beberapa desa yang bertahan di pengungsian korban tsunami Selat Sunda, di Lampung Selatan, Sabtu (12/1/2019), mengaku bersedia direlokasi dari tempat tinggal mereka sebelumnya di dekat pesisir pantai itu.

"Kami pasrah untuk dipindahkan dari lokasi rumah tinggal sebelumnya, tapi kalau bisa jangan jauh-jauh dari Desa Way Muli ini," ujar Syamsul (60) salah satu pengungsi warga Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Sanali (60), korban tsunami yang rumahnya tersapu gelombang tsunami juga mengaku siap ditempatkan di lokasi permukiman baru, tidak lagi pada lahan rumah tinggal mereka sebelumnya di dekat pesisir pantai itu.

"Kami ikut saja kebijakan pemerintah untuk memindahkan kami dan menempatkan di lokasi yang lebih aman," katanya.

Namun, dia juga minta jangan terlalu jauh dipindahkan dari desanya semula, karena selama ini penghidupan mereka bergantung dari nafkah yang dijalani sebelumnya dari desa ini.

"Kami mau dipindahkan, tapi kalau bisa tidak jauh dari sini," ujarnya.

Masjuki (40) pengungsi korban tsunami lainnya juga bersedia bila pemerintah akan merelokasi dari tempat tinggal sebelumnya.

Apalagi hingga saat ini, dia mengaku masih merasa takut atas kejadian tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12-2018) malam itu. "Saya masih merasa takut bila kembali tinggal di lokasi rumah sebelumnya," katanya.

Namun menurut beberapa warga korban tsunami itu, berdasarkan informasi calon lokasi untuk relokasi permukiman mereka, dari dua alternatif yang ditawarkan pemda setempat, dinilai kurang cocok, yaitu satu lokasi berada di kawasan perbukitan yang rawan longsor, dan satu lokasi lainnya relatif jauh dari tempat tinggal dan desa mereka.

Mereka berharap bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman dan tidak jauh dari desa sebelumnya.

Berkaitan penanganan nasib warga/pengungsi korban tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nanang Ermanto, Sabtu, mengunjungi hunian sementara (huntara) pengungsi dari Pulau Sebesi di Wisma Atlet Kalianda.

Dalam kunjungan didampingi Sekretaris Kabupaten Lamsel Fredy SM, Ketua Tim Penggerak PKK Winarni, dan Kepala Dinas Sosial Lamsel Dulkahar melihat langsung kondisi huntara, mulai dari kamar, dapur, kamar mandi, hingga kebersihan di sekitar areal gedung Wisma Atlet.

Selain itu, Nanang juga sempat berdialog dengan warga di pengungsian.

Dirinya ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar bagi pengungsi mulai dari logistik maupun kebutuhan lainnya semua terpenuhi.

Nanang juga meminta tenda tempat kegiatan belajar sementara siswa korban tsunami yang berada di luar gedung agar dipindahkan ke dalam GOR Way Handak yang bersebelahan dengan Wisma Atlet.

"Kasian ini anak-anak belajar kepanasan, pindahkan saja ke dalam (GOR Way Handak, Red)," ujar Nanang kepada Kabag Organisasi Puji Sukanto selaku penanggungjawab huntara Wisma Altet itu pula.

Salah seorang pengungsi menuturkan, mereka merasa bersyukur dan berterima kasih pemerintah daerah setempat yang begitu peduli dengan keadaan mereka saat ini, sehingga tidak kekurangan dalam hal apa pun.

Sebanyak 18 kepala keluarga (KK) pengungsi korban tsunami Selat Sunda selama ini berada di pengungsian Lapangan Tenis Indoor, Kalianda telah dipindahkan ke Wisma Atlet, Kalianda.

"Sejak Senin (7/1) kami pindahkan. Mereka sebagian warga dari Pulau Sebesi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel I Ketut Sukerta.

Menurutnya, pemindahan korban tsunami yang semula dari Lapangan Tenis Indoor tersebut, dengan alasan agar lebih layak lagi dari sebelumnya. Di Wisma Atlet, ujarnya, pengungsi bisa beristirahat di kamar.

"Di Wisma Atlet juga sudah ada kamar. Jadi mereka bisa tidur dengan layak," ujar dia pula.

Dia mengemukakan pula, korban yang mengungsi itu juga bisa menunggu hingga rumah hunian tetap bisa terselesaikan untuk ditempati.

"Mereka yang mengungsi di Wisma Atlet sudah tidak ada rumah lagi, hancur karena tsunami, sementara rumah hunian sementara juga sedang dalam proses. Jadi sambil menunggu kita pindahkan ke Wisma Atlet," kata Ketut Sukerta pula.

Penulis: ***

Editor: Fajar Sulaiman


Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

Korban Tsunami Lampung Selatan Tunggu Kepastian Relokasi

Korban Tsunami Lampung Selatan Tunggu Kepastian Relokasi

Korban Tsunami Lampung Selatan Tunggu Kepastian Relokasi

Korban Tsunami Lampung Selatan Tunggu Kepastian Relokasi

Korban Tsunami Lampung Selatan Tunggu Kepastian Relokasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri