0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenkes Autopsi Verbal Petugas KPPS Meninggal

Republika Online
Republika Online - Tue, 14 May 2019 16:55
Dilihat: 30
Kemenkes Autopsi Verbal Petugas KPPS Meninggal

JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku hanya berwenang melakukan autopsi verbal terkait meninggalnya ratusan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Kemenkes tak berwenang melakukan autopsi forensik.

"Kami, yang bisa kami lakukan adalah autopsi verbal," kata Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (14/5).

Autopsi verbal adalah metode untuk mengetahui penyebab kematian melalui wawancara dengan anggota keluarga mengenai tanda-tanda dan gejala-gejala yang muncul sebelum seseorang meninggal.

Menurut Nila, Kemenkes tidak melakukan autopsi verbal pada semua korban. Namun, autopsi verbal dilakukan secara sampling oleh tim independen yang dibentuk.

Nila menerangkan, wewenang autopsi forensik berada di kepolisian. Autopsi forensik hanya bisa dilakukan bila sudah muncul kecurigaan dan ketidakwajaran dalam kematian para anggota KPPS.

"Autopsi forensik itu adalah kalau kita sudah curiga kematiannya tidak wajar, kemudian tentu ada juga pengajuan dari keluarga, dan tentu itu ranahnya polisi, itu bukan juga dari kami," kata dia.

Nila mengatakan, penyelidikan memang sewajarnya harus dibicarakan. Namun, ia belum bisa mematok target berapa lama investigasi bisa selesai. "Kita serahkan, kita kan independen. Kita tidak bisa kasih jadwal," kata Nila menegaskan.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Poltik dan Keamanan Fadli Zon menantang Kemenkes membuka data investigasi penyebab meninggalnya ratusan petugas KPPS. Pembukaan data dinilai perlu untuk meluruskan spekulasi yang beredar di masyarakat.

"Saya belum pernah mendapatkan laporan dari Kemenkes dan di mana dia melakukan investigasi itu. Jangan hanya ngomong doang mana bukti-buktinya," kata Fadli Zon di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (14/5).

Pernyataan Fadli merespons investigasi yang dilakukan Kemenkes terkait penyebab meninggalnya ratusan petugas KPPS itu. Menurut Fadli, baiknya penyebab meninggalnya ratusan petugas diusut kasus per kasus.Dalam investigasinya, Kemenkes menyebutkan sejumlah penyakit penyebab meninggalnya petugas KPPS.


Namun, Fadli menilai investigasi Kemenkes belum membeberkan secara keseluruhan. "Kalau misalnya Kemenkes bisa membeberkan 2/3 saja dari 600 orang yang meninggal ini ya, saya kira itu akan bisa masuk akal. Jadi dari Kemenkes itu dibuka dong, sakit apa keluarganya apa jadi kita bisa tahu apa yang sesungguhnya terjadi," kata Politikus Gerindra.

Berita Terkait
  • Permadi Besok Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Makar
  • Dapil Jabar VI, Dua Menteri Kemungkinan tak Lolos ke Senayan
  • Moeldoko Minta Cek Kesehatan Petugas Pemilu Harus Lebih Baik
Berita Lainnya
  • Keterlibatan Bulog dalam BPNT Ciptakan Integrasi Hulu-Hilir
  • Ini Perbedaan Marquez dan Lorenzo di GP Jerez

Kemenkes Autopsi Verbal Petugas KPPS Meninggal

Kemenkes Autopsi Verbal Petugas KPPS Meninggal

Kemenkes Autopsi Verbal Petugas KPPS Meninggal

Kemenkes Autopsi Verbal Petugas KPPS Meninggal

Kemenkes Autopsi Verbal Petugas KPPS Meninggal

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri