0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ini Pernyataan Dokter Ani soal Kematian Anggota KPPS yang Berujung Dipolisikan

okezone
okezone - Thu, 16 May 2019 14:50
Dilihat: 50

JAKARTA - Penyidik Ditreskimsus Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Dokter Robiah Khairani Hasibuan, besok. Pemanggilan itu berawal dari adanya beberapa pernyataan kontroversial dari perempuan yang disapa Ani Hasibuan itu terkait dengan kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) usai Pemilu 2019.

Ani Hasibuan sendiri masih akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Namun, dari suatu kepolisian yang beredar, aparat telah memutuskan untuk melakukan penyidikan dengan nomor SP.DIK/391 N/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus tanggal 15 Mei.

"Iya besok ada agenda pemeriksaan terhadap Dokter Ani ya di Krimsus," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (16/5/2019).

Pernyataan Ani Hasibuan memang menjadi bahan "gorengan" di media sosial soal kematian dari KPPS. Dalam sebuah program diskusi di salah satu televisi nasional, Ani menilai kurang sepakat bahwa meninggalnya pejuang demokrasi itu lantaran kelelehan.

Bahkan, Ani sempat melontarkan analisa yang justru menimbulkan perdebatan dikalangan masyatakat. Pasalnya, Ani mengibaratkan kematian KPPS seperti suatu pembantaian.

"Saya sebagai Dokter dari awal sudah merasa lucu. Ini bencana pembantaian apa pemilu, kok banyak amat yang meninggal. Pemilu itukan happy-happy," ujar Ani dalam program diskusi di stasiun televisi nasional itu.

Ani juga menyinggung soal adanya beban kerja yang berat dari seorang KPPS. Padahal, Ani menganalogikan, apabila seorang Dokter sedang mengambil spesialisasi yang tidak tidur tiga hari tiga malam, itu tidak akan meninggal dunia.

"Kematian karena kelelahan saya belum pernah ketemu. Saya sudah 22 tahun jadi Dokter, belum ada Cause Of Death (COD) orang karena kelelahan," ujar Ani.

Menurut Ani, meninggalnya KPPS sangat besar kemungkinan hanyalah dipicu apabila seseorang memiliki riwayat penyakit berat. Oleh sebab itu, dia menyatakan dengan tegas bahwa kelelahan menjadi faktor utama penyebab kematian dari KPPS.

"Tidak. Katakanlah ada orang tumor otak, tapi beban kerjanya besar mikir misalnya, sehingga tumornya bertingkah. Bukan karena capenya," tutur Ani.

Dengan adanya segelintir pernyataan itu, Argo memastikan bahwa Ani Hasibuan dipanggil untuk diperiksa terkait dengan pernyataannya soal kematian dari petugas KPPS pasca-Pemilu 2019.

"Diperiksa) soal (ucapannya terkait) kematian KPPS," kata Argo.

Mengenai hal ini, Menteri Kesehatan Nila Moeloek memaparkan hasil investigasi Kementerian Kesehatan terkait kematian petugas KPPS. Menurutnya, salah satu penyebabnya karena faktor riwayat penyakit yang diderita para petugas.


Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyimpulkan meninggalnya ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara bukan karena kelelahan.

Sumber: okezone

Ini Pernyataan Dokter Ani soal Kematian Anggota KPPS yang Berujung Dipolisikan

Ini Pernyataan Dokter Ani soal Kematian Anggota KPPS yang Berujung Dipolisikan

Ini Pernyataan Dokter Ani soal Kematian Anggota KPPS yang Berujung Dipolisikan

Ini Pernyataan Dokter Ani soal Kematian Anggota KPPS yang Berujung Dipolisikan

Ini Pernyataan Dokter Ani soal Kematian Anggota KPPS yang Berujung Dipolisikan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya