0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hubungan Asmara Sejenis Budi Hartanto dan Pelaku, Kenalan Lewat Aplikasi Gay

Citra Indonesia
Citra Indonesia - Wed, 17 Apr 2019 18:00
Dilihat: 660
Hubungan Asmara Sejenis Budi Hartanto dan Pelaku, Kenalan Lewat Aplikasi Gay

JAKARTA, - Tersangka pembunuhan dan mutilasi, Aris Sugianto, mengaku mencintai korbannya, guru honorer asal Kediri, Budi Hartanto (28).

Namun entah kenapa saat hendak dimutilasi satu pelaku lainnya Aziz Prakoso, Aris Sugianto malah membantu memutilasi korban.

Itulah yang membuat keluarga Budi Hartanto menegaskan tidak akan memberikan maaf kepada Aris dan Aziz, meminta pengadilan menjatuhkan hukuman berat.

  • "Aris Sugianto Mengakui Mencintai Budi Hartanto, tapi Kekasihnya Dibantai Azis Prakoso"

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, terungkap jalinan asmara guru honorer asal Kediri Budi Hartanto (28) dengan Aris Sugianto, seorang pelaku yang membunuh dan mutilasi korban.

Sedangkan pelaku Aziz Prakoso tidak mengenal korban sama sekali. Aris Sugianto, warga Mangunan, Udanawu, Blitar, memiliki hubungan spesial dengan Budi Hartanto.

Menurut Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol, Gupuh Setiono, perkenalan keduanya terjadi sejak Juli 2018.

Keduanya berkenalan melalui aplikasi jejaring media sosial 'Hornets'. Dilansir dari google, Hornets adalah aplikasi gay terpopuler di Indonesia.

"Aris bertindak sebagai perempuan, si korban sebagai laki-lakinya," katanya pada awak media di Halaman Reskrimum Polda Jatim, Senin (15/4/2019).

Berdasarkan hasil penyelidikan, ungkap Gupuh, Aris Sugianto mengaku sangat mencintai sosok Budi Hartanto.

Sembari menggelengkan kepala beberapa kali, di hadapan awak media Azis mengaku, tak mengenal sosok Budi Hartanto yang sempat ditumbangkannya dengan sebilah golok sepanjang 10 sentimeter.

Bahkan, Azis Prakoso tak mengerti sama sekali hubungan sejenis antara Aris Sugianto pemilik warung dan Budi Hartanto yang baru dikenalnya itu.

"Saat kami tanya dia gak tau apa-apa soal yang diperbuat Aris dan korban di dalam ruangan," lanjutnya.

Pada Selasa (2/4/2019), Aris Sugianto dan korban berhubungan di dalam ruangan warung milik Aris, di Jalan Surya, Sambi, Ringinrejo, Kediri.

"Usai lakukan hubungan intim di dalam kamar, karena Aris tak bisa ngasih uang ke korban maka korban marah-marah," kata Gupuh.

Pada Selasa (2/4/2019) sore, Azis Prakoso diajak Aris Sugianto untuk datang ke warungnya.

Keduanya memang bertetangga, dan kediaman Azis Prakoso dengan warung Aris Sugianto terbilang dekat. Cekcok antara Budi Hartanto dan Aris Sugianto terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

"Diingatkankan Aziz, tapi korban tak terima, korban malah bilang ini bukan urusan kamu," ucap Gupuh.

Tak cuma membantah teguran Aziz, ungkap Gupuh, tanpa diduga korban justru melayangkan sebuah tamparan ke arah pipinya.

"Tak terima, Aziz juga membalas," ucapnya.

Diduga Jasad Budi Hartanto ditemukan di dalam koper dan tanpa kepala. foto suaracomagus

Mendapat perlakuan itu, korban saat itu mengambil sebilah golok sepanjang sekitar 10 sentimeter yang tergeletak di sebuah tempat duduk atau bale di depan warung, dan disabetkan ke arah Aziz Prakoso.

"Korban itu malah mengambil golok lalu diayunkan ke arah Aziz. Tapi Aziz bisa menangkis," lanjutnya.

Usai menangkis, Aziz Prakoso yang berupaya merebut golok dari tangan korban, ternyata berhasil.

Tanpa pikir panjang, mengingat senjata golok telah berpindah tangan. Kala itu justru Aziz yang berbalik menyabetkan golok tersebut ke arah korban. Sabetan pertama meski tak langsung menumbangkan korban, namun mampu mengenai lengan kiri korban.

"Kemudian korban jatuh tertelungkup, lalu teriak-teriak, saat itulah Aziz berkali-kali menyabet golok," tutur Gupuh.

Gupuh menerangkan, bersamaan dengan aksi Aziz Prakoso yang terlanjur kalap bertubi-tubi mengibaskan sabetan, Aris Sugianto mendadak membantunya menyumpal mulut korban hingga meregang nyawa.

"Jadi mulut korban disumpal, makanya hasil otopsi menunjukkan korban mati karena kehabisan nafas," jelasnya.

Setelah korban dipastikan tumbang dan meregang nyawa, lanjut Gupuh, kedua pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan cara membuang mayat tersebut ke suatu tempat.

Namun sebelum itu keduanya masih harus menemukan cara memindahkan mayat korban.

Alasan kepala Budi dipotong, ide muncul dari Aris

Gupuh mengatakan, Aris Sugianto dan Aziz Prakoso beride untuk mewadahi mayat korban ke dalam sebuah koper milik ibu Aris.

"Aris waktu itu ya langsung pulang, ambil koper milik ibunya. Belakangan Aris cerita kalau koper itu dijual," tuturnya.

Lalu saat proses pengemasan mayat ke dalam koper, ternyata tidak muat.

"Pas dimasukin gak cukup, dikeluarkan lagi, lalu Aris usul kepala korban dipotong," katanya.

Gupuh menyebut, mayat korban ditekuk secara paksa di dalam koper. Lalu dibuang di bawah jembatan Karang Gondang, Udanawu, Blitar. Sedangkan kepala korban di wadahi kantung kresek untuk dibuang di bantaran sungai Ploso Kerep, Bleber, Kras, Kediri.

"Kejadian itu dilakukan selasa malam," tandasnya.

(ato)


The post Hubungan Asmara Sejenis Budi Hartanto dan Pelaku, Kenalan Lewat Aplikasi Gay appeared first on Citra Indonesia.

Sumber: Citra Indonesia

Hubungan Asmara Sejenis Budi Hartanto dan Pelaku, Kenalan Lewat Aplikasi Gay

Hubungan Asmara Sejenis Budi Hartanto dan Pelaku, Kenalan Lewat Aplikasi Gay

Hubungan Asmara Sejenis Budi Hartanto dan Pelaku, Kenalan Lewat Aplikasi Gay

Hubungan Asmara Sejenis Budi Hartanto dan Pelaku, Kenalan Lewat Aplikasi Gay

Hubungan Asmara Sejenis Budi Hartanto dan Pelaku, Kenalan Lewat Aplikasi Gay

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya