0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dekan FKUI: Pemilu 2019 Benar-Benar tak baik untuk Kesehatan

Republika Online
Republika Online - Sat, 20 Apr 2019 15:50
Dilihat: 46
Dekan FKUI: Pemilu 2019 Benar-Benar tak baik untuk Kesehatan

JAKARTA -- Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari F Syam pelaksanaan pemilu kali ini benar-benar tidak baik untuk kesehatan. Sebab pemilihan presiden (pilpres) dibarengi dengan pemilihan legislatif (pileg) sehingga menguras tenaga kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Hal ini membuat petugas kelelahan dan sangat mungkin menyebabkan human error."Kalau DKI Jakarta Pilpres, DPR, DPD, DPRD. Kalau daerah lima tabulasinya lebih banyak lagi. Dia hitung banyak. Apalagi banyak tekanan. Ini belum selesai loh. Belum lagi dikecamatan, dihitung lagi. Belum lagi kalau ada tuntutan, seorang caleg merasa suaranya dihilangkan," ujarnya ketika ditemui Republika di FKUI, Sabtu (20/4).

Hal ini akhirnya membuat petugas kelelahan, kurang tidur, makan yang tidak beres ditambah lagi mengonsumsi minuman yang mengandung kafein. "Ini akan membuat orang yang tadinya menderita hipertensi bisa stroke bisa meninggal. Orang yang tadinya sudah ada gangguan sumbatan akan menyebabkan serangan jantung," jelasnya

Selain itu, menurutnya dengan kondisi seperti ini membuat kemungkinan terjadinya kesalahan pada pekerjaan bisa dilakukan. "Ketika orang bekerja full, sebenarnya orang bisa bekerja benar-benar full dalam keadaan sehat delapan jam. Setelah itu, musti dikurangi pekerjaannya. Apalagi kalau sudah lewat 16 jam sudah tidak efektif. Tingkat error jadi lebih tinggi," ungkapnya.

Ia menyatakan sistem pemilu kali ini memang lebih bagus dan efektif, hanya saja efeknya tidak sehat. Sehingga menyebabkan banyak petugas KPPS sakit dan bahkan meninggal.

"Hal ini terus terang jadi rentan untuk para petugas. Harus jadi evaluasi pemerintah dan dpr bahwa banyak hal kelihatannya efektif. Orang-orang yang bekerja jadi korban," ujarnya.

Prof Ari memberikan saran agar pada pemilu yang akan datang masalah istirahat petugas bisa dengan memperbanyak petugas atau gunakan sistem shift. "Disatu sisi memang mereka dikejar deadline. Karena itu suasana bekerja mereka mesti baik. Penerangan musti baik, ac musti baik. Konsumsi makan juga harus cukup," ujarnya.


Berita Terkait
  • Ketua KPPS Pekanbaru Terserang Stroke Saat Hitung Suara
  • Bawaslu NTT: Puluhan TPS Berpotensi Lakukan Pemungutan Ulang
  • KPU Jabar: 12 Petugas KPPS Meninggal Saat dan Usai Bertugas
Berita Lainnya
  • Indonesia Dukung Kemajuan Ekonomi Bersama ASEAN
  • Sabda Nabi tentang Keberkahan Harta

Dekan FKUI: Pemilu 2019 Benar-Benar tak baik untuk Kesehatan

Dekan FKUI: Pemilu 2019 Benar-Benar tak baik untuk Kesehatan

Dekan FKUI: Pemilu 2019 Benar-Benar tak baik untuk Kesehatan

Dekan FKUI: Pemilu 2019 Benar-Benar tak baik untuk Kesehatan

Dekan FKUI: Pemilu 2019 Benar-Benar tak baik untuk Kesehatan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya