0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bea Cukai Aceh Hibahkan 30 Ton Bawang Merah

inilahcom
inilahcom - Wed, 20 Mar 2019 14:17
Dilihat: 99
Bea Cukai Aceh Hibahkan 30 Ton Bawang Merah

INILAHCOM, Banda Aceh - Bea Cukai Aceh menghibahkan barang bukti atas upaya tindak pidana penyelundupan di bidang kepabeanan berupa 3.200 karung bawang merah seberat 30 ton kepada Pemkot Langsa, Pemkot Banda Aceh, Pemkab Aceh Besar, dan Pemkab Aceh Jaya. Total nilai barang hibah tersebut diperkiraan sebesar Rp822.271.360,00.

"Bawang merah yang kami hibahkan merupakan barang muatan ex KM Anak Kembar GT 25 No. 321/QQd yang merupakan barang bukti atas upaya tindak pidana penyelundupan di bidang kepabeanan yang berhasil digagalkan oleh Tim Bawah Kendali Operasi (BKO) Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh dengan menggunakan kapal BC 30005 di Perairan Ujung Tamiang, Aceh Tamiang pada 11 Maret 2019. Atas upaya penyelundupan bawang merah ini diperkiraan kerugian negara dari sektor perpajakan sebesar Rp287.794.976," jelas Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa, Mochamad Syuhadak, kemarin.

Hibah ini sebagai komitmen Bea Cukai Kuala Langsa, Kanwil Bea Cukai Aceh, Kejaksaan Tinggi Aceh, Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, dan Stasiun Karantina Pertanian Banda Aceh untuk memanfaatkan barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai dalam membantu masyarakat kurang mampu dan wujud sinergi antarinstansi.

Sebelum dihibahkan, lanjut Syuhadak barang merah tersebut telah diuji di laboratorium Karantina Pertanian sehingga dinyatakan bebas OPTK sesuai Surat Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh Nomor: 2731/KR.040/ K.41.D/03/2019 tanggal 15 Maret 2019.

Kegiatan hibah ini merupakan sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan, yaitu "Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah).

Ia menambahkan, dengan sanksi hukum ini, diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan/ atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani bawang. Juga melindungi masyarakat dan lingkungannya dari penyakit yang diakibatkan adanya importasi tumbuhan, hewan, dan produk turunannya serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak.


"Hal ini sejalan dengan fungsi Bea Cukai sebagai community protector, trade fasilitator, industrial assistance, dan revenue collector untuk menjadikan Indonesia melalui Kementerian Keuangan Tepercaya dan agar Bea Cukai makin baik," tambah Syuhadak. [*]

Sumber: inilahcom

Bea Cukai Aceh Hibahkan 30 Ton Bawang Merah

Bea Cukai Aceh Hibahkan 30 Ton Bawang Merah

Bea Cukai Aceh Hibahkan 30 Ton Bawang Merah

Bea Cukai Aceh Hibahkan 30 Ton Bawang Merah

Bea Cukai Aceh Hibahkan 30 Ton Bawang Merah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri