0
Thumbs Up
Thumbs Down

Aksi 22 Mei, Jumlah Penumpang Transjakarta Menurun

Republika Online
Republika Online - Fri, 24 May 2019 07:37
Dilihat: 40
Aksi 22 Mei, Jumlah Penumpang Transjakarta Menurun

JAKARTA -- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat adanya penurunan jumlah penumpang selama demonstrasi di beberapa titik wilayah Ibu Kota pada Rabu (22/5). Aksi massa itu membuat bus Transjakarta tidak melewati kawasan rawan kerusuhan, bahkan beberapa rute berhenti beroperasi.

Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph mengatakan, penurunan jumlah penumpang karena aktivitas warga yang berkurang. Seperti diketahui, beberapa perkantoran dan pusat perbelanjaan, seperti kawasan Jalan MH Thamrin-Sudirman, Tanah Abang, Petamburan, dan Cideng tutup sementara.

"Ada penurunan karena aktivitas warga yang belum normal," ujar Daud kepada Republika, Kamis (23/5).

Transjakarta juga sudah merekayasa rute layanan sejak Selasa (21/5) karena demonstrasi sudah berlangsung. Namun, kata Daud, jumlah penumpang pada Selasa (21/5) masih cukup tinggi yakni 718 ribu orang.

Sementara, jumlah penumpang Transjakarta menurun drastis pada Rabu (22/5) menjadi 524 ribu orang. "Hari Selasa masih cukup tinggi 718 ribu pelanggan. Hari Rabu aktivitas warga menurun 524 ribu pelanggan," kata Daud.

Tak hanya Transjakarta, moda raya terpadu (MRT) Jakarta juga telah membuka kembali Stasiun MRT Dukuh Atas. Sebelumnya, stasiun ini ditutup per Rabu (22/5) pukul 19.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Namun, PT MRT Jakarta belum bisa memastikan Stasiun Bundaran Hotel Indonesia kembali beroperasi. "Update operasional MRT Jakarta untuk 23 Mei 2019 mulai pukul 08.30 dari Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Dukuh Atas BNI melewati 12 stasiun MRT," ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin, Kamis.

Penutupan Stasiun MRT Bundaran HI karena keamanan di Jalan MH Thamrin belum pulih sepenuhnya. "Prioritas utama kami adalah keselamatan penumpang MRT dan keamanan sarana prasarana MRT milik kita bersama," kata Kamal.

Hal ini lantaran berlangsungnya demonstrasi menolak hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di depan kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, hingga Kamis (23/5) dini hari. Sehingga kawasan di sekitar Jalan MH Thamrin-Sudirman ditutup dan dijaga ketat oleh kepolisian.

Beri dukungan

Sejumlah warga yang kebanyakan merupakan karyawan kantor di sekitar Jalan MH Thamrin memberikan bunga mawar merah kepada aparat keamanan yang berjaga di sekitar gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bunga ini merupakan bentuk solidaritas kepada petugas yang telah menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.

"Kita mencoba untuk datang ke Bawaslu karena kita rasa kondisinya sudah cukup kondusif lalu kita merasa bisa menjangkau ke sini," kata Ronal, salah satu warga yang membagikan bunga di gedung Bawaslu RI, Kamis (23/5).

Menurut Ronal, ada sekitar 10 orang yang bersama-sama mengumpulkan uang untuk membeli 130 bunga dan membagikannya kepada aparat keamanan. Namun, ada juga yang sekadar menitip salam. Mereka direncanakan akan melakukan hal serupa di tempat lain dalam waktu dekat jika memungkinkan.

"Kita sudah semangat melihat para TNI dan Polri senang dikasih bunga," ujar dia.

Menurut Mahradja, salah satu anggota Brimob, aksi kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh aparat keamanan yang berjaga. Aksi tersebut menambah semangat petugas yang berjaga.

"Kita senang karena dikunjungi oleh ibu-ibu, semangat kita karena ada yang memperhatikan kami disini. Gembira, diajak bercanda, dan dikasih semangat oleh masyarakat dan lingkungan," kata Mahradja.

Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya masih melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu. Penerapan rekayasa lalu lintas itu diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

"Sampai hari ini (23/5) masih dilakukan pengalihan arus. (Arus lalu lintas) yang masih ditutup di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol dan kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol M Nasir, saat dikonfirmasi, Kamis.

Ia menyebut, meski saat ini sudah tidak ada unjuk rasa, polisi tetap memberlakukan pengalihan arus di kedua titik tersebut. Alasannya, Ditlantas Polda Metro Jaya masih terus melihat situasi dan menunggu masukan dari intelijen terkait apakah jalur-jalur di Jakarta Pusat itu sudah bisa dibuka atau belum.

Berita Terkait
  • Polri Respons Tindakan Represif Aparat ke Tim Dompet Dhuafa
  • BPN: Prabowo Cukup Imbau Para Demonstran Lewat Video
  • Ambulans Berlogo Gerindra Berisi Batu, Ini Penjelasan Polisi
Berita Lainnya
  • Keterlibatan Bulog dalam BPNT Ciptakan Integrasi Hulu-Hilir
  • Ini Perbedaan Marquez dan Lorenzo di GP Jerez

Aksi 22 Mei, Jumlah Penumpang Transjakarta Menurun

Aksi 22 Mei, Jumlah Penumpang Transjakarta Menurun

Aksi 22 Mei, Jumlah Penumpang Transjakarta Menurun

Aksi 22 Mei, Jumlah Penumpang Transjakarta Menurun

Aksi 22 Mei, Jumlah Penumpang Transjakarta Menurun

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya