0
Thumbs Up
Thumbs Down

Yasonna: Peluru Tajam pada Rusuh 22 Mei Bukan Standar Polri

Republika Online
Republika Online - Thu, 13 Jun 2019 19:07
Viewed: 31
Yasonna: Peluru Tajam pada Rusuh 22 Mei Bukan Standar Polri

JAKARTA -- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly menyebut, peluru tajam yang menewaskan sejumlah orang di kerusuhan seputar 22 Mei 2019 bukan standar milik Polri. Menurutnya, keberadaan peluru tajam yang mengakibatkan sejumlah orang tewas itulah yang harus diusut.

"Peluru tajam, polisi juga mengakui peluru tajam. Tetapi peluru tajamnya bukan standar Polri, itu persoalannya," kata Yasonna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/6).

Menurut Yasonna, anggota Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di sekitar lokasi kerusuhan hanya diperbolehkan membawa peluru karet kala itu. Hal itu juga ditegaskan polisi dalam pernyataan, bahwa tidak ada personel yang dibekali peluru tajam.

"Polri dan TNI diperintahkan tidak boleh bawa senjata tajam, hanya peluru karet," kata Yasonna.

Terkait pengungkapan penyebab tewas, Yasonna memilih menyerahkan ke Polri untuk memberikan penjelasan lebih lanjut kepada publik. Ia meminta, masyarakat juga mengawasi penyelesaian masalah ini lewat Komisi III DPR RI.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, empat orang dari delapan orang yang didata Komnas HAM diduga kuat tewas karena peluru tajam. Dua peluru sudah ditemukan. Maka itu, Komnas HAM menuntut pelaku yang menembakkan peluru tajam itu harus segera dicari dan ditangkap.

"Makanya harus dicari siapa yang menembakkan peluru tajam itu, Karena memang betul dari delapan, yang meninggal tertembak itu empat, diautopsi dan hanya dua didapati pelurunya, saya kira semua bisa meyakini bahwa itu pasti karena peluru tajam," kata Ahmad Taufan Damanik.

Polri, kata dia, bertanggung jawab dalam mengusut siapa pelaku penembak tersebut. Meskipun, Komnas HAM sendiri memahami sulitnya mengusut perkara tersebut karena alasan tidak diketahuinya tempat kejadian perkara.


"Mereka (polisi) tentu bertanggungjawab untuk mencari siapa yang menembakan itu. Itu yang tadi kita katakan kita bisa memahami juga bahwa tidak gampang untuk menemukan itu karena TKP saja itu masih kabur," ujar Taufan.

Berita Terkait
  • Wiranto: Komnas Ham Dilibatkan Usut Kerusuhan 21-22 Mei
  • Polri: Tim Investigasi tidak Hanya Fokus pada Korban Rusuh
  • Rusuh Aksi 21-22 Mei, Yasonna: Tidak Perlulah TGPF Itu
Berita Lainnya
  • Mahasiswa UM Ubah Lumpur Jadi Penyerap Logam Berbahaya
  • Ranieri Berharap yang Terbaik untuk Pelatih Roma Berikutnya

Yasonna: Peluru Tajam pada Rusuh 22 Mei Bukan Standar Polri

Yasonna: Peluru Tajam pada Rusuh 22 Mei Bukan Standar Polri

Yasonna: Peluru Tajam pada Rusuh 22 Mei Bukan Standar Polri

Yasonna: Peluru Tajam pada Rusuh 22 Mei Bukan Standar Polri

Yasonna: Peluru Tajam pada Rusuh 22 Mei Bukan Standar Polri

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya