0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polri: Peluru Tajam di Slipi Ulah Perusuh yang Menjarah

Republika Online
Republika Online - Fri, 24 May 2019 08:42
Viewed: 37
Polri: Peluru Tajam di Slipi Ulah Perusuh yang Menjarah

JAKARTA -- Mabes Polri menegaskan personel kepolisian dan TNI tidak dibekali dengan peluru tajam untuk mengamankan aksi unjuk rasa 22 Mei. Polri menyatakan peluru tajam yang ditemukan di Slipi, Jakarta Barat, merupakan ulah massa perusuh yang menjarah mobil Brimob di Slipi.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhamamd Iqbal menjelaskan peluru tersebut tersimpan di dalam mobil komando Brimob. Kemudian, mobil Brimob telah dijarah massa perusuh.

Ia menambahkan, hanya mobil milik Batalyon Brimob yang diperkenankan menyimpan peluru tersebut sebagaimana standar prosedur operasional (SOP) kepolisian. Saat penjarahan terjadi, Iqbal menerangkan, Danyon Brimob sedang memberikan arahan kepada anggotanya.

"Terkait peluru tajam yang SOP-nya di simpan oleh Danyon, dia ini mengarah kepada tim antianarkis tetapi dia melihat situasi di Slipi yang harus terpanggil untuk melakukan brea terhadap personelnya, tapi massa menyerang dan itu semua dijarah itu oleh perusuh," kata Iqbal di Gedung Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Iqbal mengatakan, ada standar prosedur operasional atau SOP untuk penggunaan peluru tajam tersebut. Berdasarkan SOP, Iqbal menerangkan, peluru tajam hanya diberikan kepada tim antianarkis Brimob.

Namun, operasi tim antianarkis dan penggunaan peluru tajam hanya dilakukan berdasarkan perintah kapolri dan kapolda. Ia menambahkan, tim antianarkis ini tidak ada yang dikerahkan pada aksi 22 Mei.

"Tim antianarkis ini pada dua hari dua malam ini tidak keluar sama sekali. Mereka (hanya bisa) keluar atas perintah Kapolri kepada Kapolda, perintah Kapolda ke Kasat Brimob melihat perkembangan situasi," ujarnya.

Berdasarkan SOP penanganan unjuk rasa, kepolisian memiliki tahapan, di antaranya harus mengedepankan humanisme. Ia menambahkan petugas selama mengamankan aksi unras hanya dibekali dengan tameng, helm, tongkat, pentungan, watercanon, dan gas airmata.

Padahal, ia mengatakan, petugasnya diserang, dilempar batu, dan benda-benda berbahaya lainnya. "Jadi senjata api itu untuk apa? Itu untuk melindungi masyarakat dan petugas yang terancam nyawanya. Kalau nyawa Brimob terancam maka harus dilumpuhkan juga, tapi ini tim antianarkis ini sangat ketat tidak bisa keluar begitu saja," kata dia.


Berita Terkait
  • Kalau Ada Kapal Bawa Orang, Orang Sini Pasti Tahu
  • Rusuh 22 Mei: Kisah Pencari Kerja, Relawan Medis & Jurnalis
  • Try Sutrisno: Banyak Tantangan Lebih Besar daripada Pilpres
Berita Lainnya
  • Keterlibatan Bulog dalam BPNT Ciptakan Integrasi Hulu-Hilir
  • Ini Perbedaan Marquez dan Lorenzo di GP Jerez

Polri: Peluru Tajam di Slipi Ulah Perusuh yang Menjarah

Polri: Peluru Tajam di Slipi Ulah Perusuh yang Menjarah

Polri: Peluru Tajam di Slipi Ulah Perusuh yang Menjarah

Polri: Peluru Tajam di Slipi Ulah Perusuh yang Menjarah

Polri: Peluru Tajam di Slipi Ulah Perusuh yang Menjarah

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya