0
Thumbs Up
Thumbs Down

Perludem: Pemilu Serentak Telah Menjadi Pemilu Borongan

Republika Online
Republika Online - Sun, 12 May 2019 06:58
Viewed: 36
Perludem: Pemilu Serentak Telah Menjadi Pemilu Borongan

JAKARTA -- Pemilihan umum (pemilu) pada tahun ini yang diselenggarakan serentak telah menyebabkan duka. Banyak petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sakit atau bahkan meninggal dunia.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menilai petugas KPPS yang menjadi korban pemilu serentak ini disebabkan faktor utama, yakni tiadanya dukungan soal kepastian hukum bagi mereka.

Titi menilai, penyelenggara pemilu sangat tidak siap menyelenggarakan pemilu secara serentak. Bahkan, lanjut dia, yang terjadi bukanlah pemilu serentak seperti yang diharapkan, tetapi "pemilu borongan."

"Logikanya, mau menyelenggarakan pemilu serentak, tapi kata saya ini pemilu borongan memborong lima pemilu sekaligus. Tapi, cara pengaturnya masih berlogika ala pemilu terpisah antara pileg dan pilpres," kata Titi Anggraini dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (11/5).

Pada tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia menggelar pemilu secara serentak. Akan tetapi, lanjut Titi, pembahasan mengenai hal itu tidak dilakukan secara maksimal. Diskusi-diskusi terkait pelaksanaannya masih sangat minim sehingga yang terjadi adalah ketidaksiapan di lapangan.

"Sebagai ilustrasi, ketika kita bicara 2019 kita akan melaksanakan sesuatu yang kita belum punya referensi secara praktik, sehingga harus ada diskusi yang mendalam. Tapi selalu praktiknya injury time. Undang-undang Pemilu saja ditandatangani 16 Agustus 2017 sementara tanggal 17 Agustus 2017 tahapan pemilu resmi dimulai," tutur Titi.

Selain itu, DPR dipandangnya juga terlampau menyita waktu dalam membahas detail-detail pemilu. Padahal, menurut Titi, seharusnya yang membahas detail demikian adalah penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Titi mengatakan, hasrat DPR mengatur hingga ke detail pemilu terjadi karena proses yang dibangun tidak didasari atas rasa percaya di antara instansi-instansi negara. "Harusnya detail ada di KPU, UU Bicara prinsip rujukan dari yang detail. Tapi UU kita ingin mengatur semuanya. Makanya ada 570-an pasal itu," jelas dia.

Selain itu, Titi juga mengkritisi soal terlalu banyaknya pihak yang ingin ikut andil dalam penyelenggaraan pemilu. Sebagai contoh, ketika ada peraturan KPU calon legislatif tidak boleh merupakan mantan narapidana korupsi. "KPU kemudian berada dalam kebimbangan karena harus di satu sisi ikut MA (Mahkamah Agung), di satu sisi ikut MK (Mahkamah Konstitusi). Lalu dia milih ikut MK. Lalu dibawa ke Bawaslu. Bawaslu kemudian buat keputusan yang baru," kata Titi.

Lebih lanjut, kata Titi, penyelenggaraan pemilu serentak sebenarnya adalah ide yang bagus. Masyarakat juga tidak boleh tergesa-gesa langsung memisahkan pemilu DPR dan presiden nantinya. Namun, evaluasi pemilu borongan yang terjadi memang harus dilakukan.


Berita Terkait
  • KPU Provinsi Diminta Antisipasi Pertanyaan saat Rekapitulasi
  • Ketua ISNU: Ijtima Ulama tak Tepat Menilai Kecurangan Pemilu
  • La Nyalla Berpeluang Menjadi Anggota DPD RI
Berita Lainnya
  • Suarez: Liverpool Berbahaya Meski Tanpa Salah dan Firmino
  • Lavrov dan Pompeo Bahas Krisis Venezuela

Perludem: Pemilu Serentak Telah Menjadi Pemilu Borongan

Perludem: Pemilu Serentak Telah Menjadi Pemilu Borongan

Perludem: Pemilu Serentak Telah Menjadi Pemilu Borongan

Perludem: Pemilu Serentak Telah Menjadi Pemilu Borongan

Perludem: Pemilu Serentak Telah Menjadi Pemilu Borongan

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri