0
Thumbs Up
Thumbs Down

PBNU: Jangan Respons Hasil Quick Count Secara Berlebihan

Republika Online
Republika Online - Wed, 17 Apr 2019 13:57
Viewed: 234
PBNU: Jangan Respons Hasil Quick Count Secara Berlebihan

JAKARTA -- Hari pemungutan suara yang dinantikan kandidat capres-cawapres, tim kampanye, pendukung, simpatisan dan masyarakat lainnya telah tiba. Hari ini juga akan langsung dilakukan penghitungan suara di TPS.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan agar jangan merespons hasil quick count secara berlebihan. Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, KH Robikin Emhas mengatakan, rekapitulasi perolehan suara berjenjang membutuhkan waktu cukup lama.

"Hasil akhir pemungutan suara baru akan diketahui secara final usai rekapitulasi perolehan suara pasangan capres-cawapres di tingkat nasional oleh KPU RI bulan Mei 2019," kata KH Robikin kepada Republika.co.id, Rabu (17/4).

Ia menyampaikan, perlu memaklumi rekapitulasi perolehan suara berjenjang karena KPU melakukan penghitungan suara manual. Bukan dengan penghitungan elektronik yang rentan dan berisiko dibajak.

Meski demikian, hari ini juga akan dijumpai berbagai lembaga survey merilis hasil exit poll dan quick count. PBNU mengingatkan, exil poll dan quick count bukan real count.

Secara akademis, hasil exit poll dan quick count merupakan cerminan hasil pemilu. Namun bukan merupakan hasil akhir pemilu yang secara legal dapat dijadikan dasar penetapan perolehan suara caprer-cawapres. "Hasil akhir perolehan suara pilpres adalah yang kelak ditetapkan dan diumumkan KPU Mei mendatang," ujarnya.

KH Robikin berharap masyarakat tidak merespons hasil pilpres yang dirilis oleh berbagai lembaga survey secara berlebihan. Cukup sambut rilis hasil exit poll, quick count bahkan real count yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey secara lumrah layaknya masyarakat terdidik meresponsnya. Yakni merespons dengan mengedepankan budaya saling menghargai dan menghormati yang cukup tinggi.

Ia percaya Bangsa Indonesia sudah maju dalam berdemokrasi. Sehingga tidak akan ada yang mempertaruhkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa hanya karena merespons hasil pemilu yang dirilis lembaga survey secara emosional dan tidak berbudaya. Masyarakat Indonesia sudah cerdas. Pemilu akan berlangsung damai.

"Betapa pun kita yakin, siapa pun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden dalam pilpres adalah pilihan terbaik rakyat yang sekaligus harus kita yakini sebagai yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia," jelasnya.


Berita Terkait
  • Warga Bojong Asih Tetap Mencoblos Meski TPS Terendam Banjir
  • Adaa Promo Pemilu, Antrean Burger King Lodaya Bogor Mengular
  • Luhut Bebaskan Anak dan Cucu Tentukan Pilihan Masing-Masing
Berita Lainnya
  • Indonesia Dukung Kemajuan Ekonomi Bersama ASEAN
  • Sabda Nabi tentang Keberkahan Harta

PBNU: Jangan Respons Hasil Quick Count Secara Berlebihan

PBNU: Jangan Respons Hasil Quick Count Secara Berlebihan

PBNU: Jangan Respons Hasil Quick Count Secara Berlebihan

PBNU: Jangan Respons Hasil Quick Count Secara Berlebihan

PBNU: Jangan Respons Hasil Quick Count Secara Berlebihan

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya