0
Thumbs Up
Thumbs Down

OJK Minta Pembangunan Infrastruktur Gunakan Pembiayaan Berkelanjutan

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 15 Apr 2019 15:41
Viewed: 20
Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertekad akan terus mendorong program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mengarahkan pembangunan yang peduli dampak lingkungan dan sosial masyarakat.

Komitmen OJK itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam sambutannya pada Dinner Reception The 6th Sustainable Banking Network (SBN) Global Meeting pada acara Tri Hita Karana Roadmap for Blended Finance yang diselenggarakan oleh OECD dan Trihita Karana di Washington, Amerika Serikat, akhir pekan kemarin.

"Ini merupakan implementasi dari Komitmen IMF/World Bank Meeting mengenai pengembangan pembiayaan berkelanjutan. OJK akan melakukan Pendalaman Pasar Keuangan melalui penciptaan produk keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang perhatikan dampak sosial dan lingkungan," kata Wimboh.

Baca Juga: OJK Bidik Debitur Kakap dan Anak Usaha Grup Masuk Pasar Modal

Menurutnya, bagi negara berkembang seperti Indonesia, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, antara lain dengan membangun infrastruktur di berbagai daerah.

"Namun demikian, pembangunan infrastruktur yang masif ini harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial masyarakat agar tidak menimbukan permasalahan sosial di kemudian hari. Untuk itu, pembangunan infrastruktur suatu negara harus sejalan dengan upaya pencapaian sustainable development goals," kata Wimboh.

Menurutnya, industri jasa keuangan memiliki peran penting untuk menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui instrumen keuangan berbasis sustainable/green financing, sehingga pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dalam koridor ramah lingkungan dan sosial.

Sejumlah hal yang perlu dilakukan untuk mendorong berkembangnya sustainable finance yaitu Tersedianya program yang sistematis dan masif untuk memastikan kepedulian di semua pemangku kepentingan; Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta; Ekosistem yang semakin lengkap; dan Komitmen dari komunitas global untuk membantu negara-negara berkembang dalam menyediakan ekosistem yang dibutuhkan.

Dalam konteks pengembangan sustainable finance ini, OJK dalam tiga tahun terakhir ini telah melakukan berbagai hal seperti, menyusun roadmap sustainable finance, menyediakan kerangka regulasi bagi pembiayaan berkelanjutan, penerbitan green bonds/sukuk, sosialisasi dan peningkatan kapasitas pelaku di industri keuangan dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC) dan Sustainable Banking Network (SBN).

"Tahun ini IFC berkomitmen untuk masuk pasar green bonds Indonesia senilai US$1,5 miliar," tutupnya.

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh


Foto: Hafidz Mubarak A

Source: wartaekonomi

OJK Minta Pembangunan Infrastruktur Gunakan Pembiayaan Berkelanjutan

OJK Minta Pembangunan Infrastruktur Gunakan Pembiayaan Berkelanjutan

OJK Minta Pembangunan Infrastruktur Gunakan Pembiayaan Berkelanjutan

OJK Minta Pembangunan Infrastruktur Gunakan Pembiayaan Berkelanjutan

OJK Minta Pembangunan Infrastruktur Gunakan Pembiayaan Berkelanjutan

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri