0
Thumbs Up
Thumbs Down

Luncurkan "Petani Milenial", Kementan Motivasi Anak Muda Jadi Jutawan dengan Bertani

wartaekonomi
wartaekonomi - Sun, 19 May 2019 12:30
Viewed: 28
Gowa

Kementerian Pertanian (Kementan) medorong anak muda untuk terjun di sektor pertanian.
Setidaknya sejumlah anak muda yang terjun ke sektor pertanian berhasil membuktikan bahwa sektor pertanian ternyata bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menekankan wirausaha yang digerakkan oleh agropreneur muda memiliki peran penting dalam keberhasilan pembangunan pertanian.

"Lewat program Petani Milenial, kami menyalurkan bantuan sarana prasana pertanian, sekaligus memberikan bimbingan dan pendampingan kepada para petani milenial," ujar Boga saat menjadi pembicara Bincang Asyik Pertanian (Bakpia) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Jumat (17/5/2019).

Baca Juga: Lewat Bakpia, Kementan Dukung Milenial Sulsel Terjun ke Sektor Pertanian

Di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggiatkan program Penumbuhan dan Penguatan Petani Milenial. Program ini ditujukan untuk menumbuhkembangkan minat generasi milenial untuk berwirausaha di sektor pertanian.

Langkah pemerintah dalam menggiatkan program Petani Milenial dinilai penting oleh Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita), Muhammad Riyada. Menurutnya, masih banyak anak muda yang berpikir sektor pertanian belum menjanjikan sebagai lahan mata pencaharian.

"Pertanian itu sebetulnya memiliki prospek yang sangat besar sebagai penyerap tenaga kerja. Kita lihat banyak yang menyebutkan bahwa kesempatan kerja semakin sedikit sehingga pengangguran meningkat. Padahal di sisi lain, pertanian masih membutuhkan banyak tenaga muda. Dan apabila dikelola dengan benar, bisnis di sektor pertanian bisa menghasilkan keuntungan yang berlimpah," tandas Riyada.

Baca Juga: Petani Indonesia Bisa Sejahtera, Andaikan...

Mardiana, salah satu agropreneur komoditas jamur tiram asal Maros, Sulawesi Selatan, menyebutkan saat ini bisnis budidaya dan pengolahan jamurnya sudah menghasilkan omzet 90 hingga 120 juta rupiah setiap bulannya.

"Padahal awalnya modal saya cuma satu juta rupiah," ungkapnya.

Ia menyebutkan usahanya berbuah manis. Lima tahun terakhir, permintaan jamur Mardiana justru membludak.

"Saat ini produksi kami dua hingga tiga ton per bulan. Itu pun belum bisa memenuhi permintaan pasar. Padahal kami sudah bermitra dengan 30 petani. Jadi peluang untuk meningkatkan kapasitas bisnis masih sangat terbuka," tuturnya.

Penulis: ***

Editor: Kumairoh


Foto: Anis Efizudin

Source: wartaekonomi

Luncurkan "Petani Milenial", Kementan Motivasi Anak Muda Jadi Jutawan dengan Bertani

Luncurkan "Petani Milenial", Kementan Motivasi Anak Muda Jadi Jutawan dengan Bertani

Luncurkan "Petani Milenial", Kementan Motivasi Anak Muda Jadi Jutawan dengan Bertani

Luncurkan "Petani Milenial", Kementan Motivasi Anak Muda Jadi Jutawan dengan Bertani

Luncurkan "Petani Milenial", Kementan Motivasi Anak Muda Jadi Jutawan dengan Bertani

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri