0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenag Akreditasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Republika Online
Republika Online - Sat, 18 May 2019 20:48
Viewed: 31
Kemenag Akreditasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Agama (Kemenag) terus bekerja melakukan perampungan atau percepatan akreditasi bagi perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji PIHK). Akreditasi itu untuk mengukur sejauh mana PPIU dan PIHK kepada jamaah umrah dan haji khusus.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jendral PHU Kementerian Agama Arfi Hatim, mengatakan akreditasi dilakukan sebagai bentuk pembinaan pemerintah terhadap PPIU-PIHK.

Arfi mengatakan, akreditasi yang dilakukan Kemenag terhadap perusahaan penyelenggaraan haji dan umrah dilakukan setiap tiga tahun sekali. Proses akreditasi juga melibatkan berbagai asosiasi sehingga kebijakan yang dikeluarkan juga bersifat independen.

"Akreditasi nantinya akan melibatkan empat asosiasi, semua kita libatkan sehingga hasilnya independen dan obyektif," kata Arfi Hatim di sela-sela buka puasa bersama yang digelar perusahaan penyelenggaraan haji dan umroh PT Patuna Mekar Jaya di Jakarta, Jumat (17/5) kemarin.

Arfi menuturkan, dalam proses akreditasi yang dilakukan Kemenag maka akan diketahui sampai sejauh mana PPIU dan PIHK dalam meningkatkan pelayanannya kepada para jamaah.

Jika ketika PPIU dan PIHK tidak melayani jamaah dengan baik, Kemenag akan melakukan klarifikasi untuk selanjutnya menindak tegas jika jamaah benar-benar dirugikan.

"Agar ke depannya PPIU dan PIHK tetap bisa memberikan pelayanan yang baik kepada jamaah. Sehingga akreditasi berorientasi kepada kepentingan jamaah," katanya.

Salah satu rombongan jamaah haji khusus asal Indonesia.



Arfi berharap, jangan sampai lagi ada PPIU dan PIHK yang siap memberikan tiket pesawat untuk berangkat, akan tetapi tidak siap memberikan tiket pesat kepada jamaah untuk kembali ke Tanah Air setelah umrah.

Sampai saat ini kata Arfi akreditasi sedang dalam proses finalisasi daripada instrumen penilain. Karena ada beberapa kriteria dan bebarapa indikator yang digunakan semuanya semata-mata adalah untuk meningkatkan standar PPIU dan PIHK.

"Sehinga perusahaan travel bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi maksimal kepada jamaah," katanya.

Arfi berharap proses penilaian akreditasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga melalui akreditasi tersebut PPIU dan PIHK bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.



Berita Terkait
  • Dari Mana Biaya Kuota Haji Tambahan? Begini Penjelasan BPKH
  • Gorontalo Kondisikan Maskapai untuk 197 Kuota Haji Tambahan
  • Jokowi Minta Lulusan SMK Harus Sesuai Kebutuhan
Berita Lainnya
  • Keterlibatan Bulog dalam BPNT Ciptakan Integrasi Hulu-Hilir
  • Ini Perbedaan Marquez dan Lorenzo di GP Jerez

Kemenag Akreditasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Kemenag Akreditasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Kemenag Akreditasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Kemenag Akreditasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Kemenag Akreditasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri