0
Thumbs Up
Thumbs Down

Aturan Pengelolaan Limbah Smelter Sedang Disusun

inilahcom
inilahcom - Wed, 22 May 2019 05:19
Viewed: 97
Aturan Pengelolaan Limbah Smelter Sedang Disusun

Jakarta - Pemerintah tengah menyusun aturan pengelolaan limbah smelter. Persiapan hilirisasi sektor pertembangan dengan terbangunnya industri smelter dalam tahun ke depan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Archandra Tahar menyatakan, akan ada pembahasan lebih lanjut tentang road map pengelolaan limbah smelter antara beberapa Kementerian seperti Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Lingkungan Hidup dam Kehutanan (LHK) serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Beberapa BUMN kata Arcandra akan disiapkan untuk menyerap slag tersebut. Dia menegaskan proses hilirisasi smelter juga harus memperhatikan kondisi lingkungan. Karena itu Kementerian LHK juga diikutsertakan membahas dampak lingkungan dari pengelolaan limbah smelter ini.

"Kami bahas ini adalah bagaimana hilirisasi bisa jalan secepat mungkin, yg slag tadi itu tetap memenuhi lingkungan tapi hilirisasi berjalan dngan baik. Kalau pemanfataannya ada di BUMN, ada buat batako, jalan, beton ya. Ada pabrik semen, macam-macam," kata Archandra, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Sementara Direktur Jenderal Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Hardjanto, mengungkapkan selama ini belum ada roadmap yang jelas terkait untuk mengolah slag atau limbah dari hasil pengolahan dan pemurnian mineral dari pabrik smelter. Selama ini hanya dianggap limbah bahan berbahaya beracun (B3).

Padahal kata dia, jika diolah lebih lanjut slag tersebut bisa dijadikan berbagai produk turunan seperti bahan baku bangunan atau tekstil.

"Slag itu bisa buat bahan bangunan, pengeras jalan dan kalau misalnya kayak roadmap hasil daripada pengolahan alumina bisa dimanfaatkan untuk misalnya di beberapa negara bisa untuk jadi bahan tekstil," kata Harjanto

Dia menuturkan, salah satu potensi slag cukup besar adalah dari hasil pengolahan nikel. Saat ini limbah nikel sekitar 13 juta ton per tahun dan akan meningkat berkali lipat apabila rencana pembangunan smelter terbangun menjadi 57 pabrik pada 2022, bisa terelisasi. "Sekarang currently kalau nikel kira kira 13 juta ton slag. Nanti ke depan makin tinggi sekitar 60 juta ton," ujarnya.

Fajar Harry Sampoerno, Deputi Bidang Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN menjelaskan salah satu perusahaan yang bisa menyerap slag adalah Antam. Ia menuturkan aturan main nantinya akan termasuk terkait izin pengolahan serta pemanfaatan produk sampingan yang dihasilkan.

"Kalau untuk feronikel karena hubungannya dengan kami di bumn antam, ada yg untuk jalan, kemudian batako, untuk gedung, dan lain-lain sekarang yg diperintahkan tadi pak menko, KLHK satu minggu ini mencarikan jalan bagaimana mempercepat, ada dua hal, satu mengenai perizinannya kedua mengenai pemanfaatan untuk produk samping," kata Fajar. [ipe]

Source: inilahcom

Aturan Pengelolaan Limbah Smelter Sedang Disusun

Aturan Pengelolaan Limbah Smelter Sedang Disusun

Aturan Pengelolaan Limbah Smelter Sedang Disusun

Aturan Pengelolaan Limbah Smelter Sedang Disusun

Aturan Pengelolaan Limbah Smelter Sedang Disusun

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya