0
Thumbs Up
Thumbs Down

Yusril Ihza Mahendra Usul Partai Islam Gabung, Hasilnya Ngeri...

genpi
genpi - Sat, 17 Apr 2021 03:30
Dilihat: 36

GenPI.co - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun blak-blakan turut mengomentari Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang menyatakan, partai-partai Islam bisa saja tampil dengan satu partai koalisi dalam pemilu, misalnya diberi nama Partai Koalisi Islam.

Namun, menurut Refly Harun, pembahasan UU-nya akan alot dan akan ditolak partai nasionalis.

BACA JUGA: Mendadak Ali Ngabalin Bocorkan 2 Menteri Baru, Bikin Kaget

Hal tersebut diungkapkan Refly Harun dalam kanal YouTube pribadinya merespons pernyataan Yusril Ihza Mahendra.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, untuk menyatukan partai-partai Islam dapat dimulai dengan pembentukan koalisi partai yang harus mendapat legitimasi undang-undang, baik UU Parpol maupun UU Pemilu.

"Partai-partai Islam bisa saja tampil dengan satu partai koalisi dalam pemilu, katakanlah misalnya diberi nama Partai Koalisi Islam yang terdiri atas beberapa partai Islam peserta pemilu. Tanda gambar peserta pemilunya terdiri atas beberapa partai Islam yang bergabung dalam koalisi itu," jelas Yusril Ihza Mahendra dalam keterangannya, Kamis (15/4).

BACA JUGA: Panglima TNI Hadi Tjahjanto Masuk Radar Istana, Ini Penggantinya

Refly Harun pun membeberkan, hal tersebut memang membutuhkan suatu pembahasan UU yang alot.

"Dan saya yakin partai-partai nasionalis tidak mau karena itu sama saja membuka peluang anak macan menjadi besar. Karena bagi partai-partai nasionalis, yang mereka khawatirkan adalah bersatunya partai-partai Islam, bersatunya mereka yang berbasis massa Islam, dan kemudian menjadi kekuatan utama politik lagi di Republik Indonesia," jelas Refly Harun, Kamis (15/4).

Menurut Refly Harun, bahwa pada dasarnya pada tahun 1955, ketika pemilu pertama diadakan, partai-partai Islam dan berbasis massa Islam, cukup mendominasi.

Dalam empat besar hasil pemilu ada dua partai besar Islam yang cukup mendominasi yakni Masyumi dan NU.

"Persatuan menjadi penting, agar gelombang atau perahu nakhoda ini tidak terlalu condong ke kiri. Karena bagaimanapun kita membutuhkan keseimbangan di dalam politik kita ke depan ini," jelas Refly Harun.

"Sebagaimana the founding parents kita membangun Indonesia ini dengan perimbangan dua kelompok, kelompok agama dan kelompok nasionalis. Jadi, tidak boleh ada satu kelompok yang sangat dominan sehingga yang muncul justru misalnya Islamofobia," tambahnya.(*)

Video viral hari ini:

Sumber: genpi

Yusril Ihza Mahendra Usul Partai Islam Gabung, Hasilnya Ngeri...

Yusril Ihza Mahendra Usul Partai Islam Gabung, Hasilnya Ngeri...

Yusril Ihza Mahendra Usul Partai Islam Gabung, Hasilnya Ngeri...

Yusril Ihza Mahendra Usul Partai Islam Gabung, Hasilnya Ngeri...

Yusril Ihza Mahendra Usul Partai Islam Gabung, Hasilnya Ngeri...

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya