0
Thumbs Up
Thumbs Down

Yusril: Di Bawah GA Sriwijaya Boros

wartaekonomi
wartaekonomi - Sat, 09 Nov 2019 04:50
Dilihat: 28
Jakarta

Pengacara dan sekaligus salah seorang pemegang saham PT Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra membenarkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerjasama manajemen dengan Garuda Indonesia Grup.

Baca Juga: Buntut Kisruh Lawan Garuda, Ratusan Penumpang Sriwijaya Air Terlantar, Manajemen Diam Saja?

Yusril menjelaskan langkah tersebut diambil karena adanya instruksi mendadak dari GA Grup kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran cash di muka Kamis (7/11).

"Kalau tidak bayar di muka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan 'service dan 'maintenance' (perawatan) apapun kepada Sriwijaya," katanya.

Dia menuturkan Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak fair ini dan menganggap GA sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya.

"Akibat instruksi mendadak itu, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya hari Kamis, 7 November kemarin karena terhentinya pelayanan oleh anak-anak perusahaan Garuda Grup," katanya.

Yusril mengatakan sejak kemarin Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau dengan bekerja sama dengan pihak lain di luar Garuda Grup.

Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, perawatan pesawat, "line maintenance", "ground handling" (penanganan di darat) dan katering sendiri tanpa kerja sama dengan GA Grup lagi.

Yusril mengatakan seluruh rute penerbangan Sriwijaya kembali normal, seluruh peralatan "line manintenance" dan suku cadang pesawat milik Sriwijaya yang selama ini digudangkan oleh GA Grup, kemarin diserahkan kembali oleh GMF setelah didesak berkali-kali bahkan diancam akan dilaporkan ke polisi.

Dia menganggap kerja sama dengan Garuda Grup selama ini merugikan kepentingan Sriwijaya karena terlalu banyak konflik kepentingan antara anak-anak perusahaan GA dengan Sriwijaya.

Menurut Yusril, Sriwijaya tidak bertambah baik di bawah manajemen yang diambil alih oleh GA Grup melalui Citilink.

"Perusahaan malah dikelola tidak efisien dan terjadi pemborosan yang tidak perlu," katanya.

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat


Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

Yusril: Di Bawah GA Sriwijaya Boros

Yusril: Di Bawah GA Sriwijaya Boros

Yusril: Di Bawah GA Sriwijaya Boros

Yusril: Di Bawah GA Sriwijaya Boros

Yusril: Di Bawah GA Sriwijaya Boros

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya