0
Thumbs Up
Thumbs Down

Yasonna Bantah RKUHP Ringankan Ancaman Pidana Koruptor

Republika Online
Republika Online - Fri, 20 Sep 2019 21:46
Dilihat: 30
Yasonna Bantah RKUHP Ringankan Ancaman Pidana Koruptor

JAKARTA -- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly mengklarifikasi pasal tentang tindak pidana korupsi dalam Rancangan Undang Undang RKUHP yang dinilai pidananya lebih ringan kepada koruptor. Menurut Yasonna, ancaman pidana penjara bagi koruptor justru diperberat.

Pasal 603 RKUHP diketahui menyebut 'Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit kategori II dan paling banyak kategori VI'.

Yasonna menjelaskan, pasal tersebut untuk membedakan dan memperberat hukuman kepada pejabat negara dibandingkan nonpejabat negara. Dalam UU Tindak Pidana Korupsi, ancaman minimum pidana terhadap pejabat negara yang terlibat korupsi hanya satu tahun pidana penjara.

"Karena dalam pasal 2 dan 3 UU Tipikor mengancamkan hukuman setiap orang lebih tinggi dari ancamam minimum khusus penyelenggara negara. Jadi lebih rendah penyelenggara negaranya," ujar Yasonna saat menggelar konferensi pers dengan wartawan di Graha Pangayoman Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Jumat (20/9).

Karenanya, di RKUHP ancaman terhadap pejabat negara yang korupsi diperberat ancaman minimalnya menjadi dua tahun. "Jadi kalau dilakukan oleh pejabat negara hukuman minimumnya jadi dua tahun. Kalau di UU tipikor yang lama kalau dia pejabat negara ancaman hukumannya minimum satu tahun," kata Yasonna.

Karenanya, Yasonna menegaskan RKUHP lebih menekankan bahwa hukuman bagi pelaku korupsi dari unsur penyelenggara lebih berat. Ini juga menurut Yasonna untuk memberikan keadilan untuk orang yang bukan pejabat negara atau yang tidak terlalu berperan dalam tindak pidana korupsi.

"Bukan menurunkan (hukuman koruptor). Tidak. Mengoreksi supaya lebih fair. Supaya penyelenggara negara lebih berat ancaman hukumannya ketimbang rakyat biasa. Itu klarifikasinya," ujar Yasonna.


"Jadi melindungi pelaku yang tidak memiliki peran besar dalam tindak pidana korupsi dan memberikan ancaman hukuman lebih berat kepada pelaku yang memegang peran dalam pelaksanaan korupsi," kata Yasonna.

Ketua Tim Perumus RKUHP Muladi juga menjelaskan tindak pidana khusus seperti korupsi, pelanggaran HAM berat, pencucian uang, dan lainnya juga tidak mengenyampingkan UU yang bersifat khusus (lex specialis) yang berlaku saat ini.

"Tidak pidana khusus tentang terorisme, korupsi, pelanggaran HAM berat, TPPU, dan sebagainya itu tetap diatur berkoordinasi. Intinya mereka tetap berusaha harus tunduk pada undang-undang yang eksisting yang ada. Ada kewenangan KPK, BNN dan sebagainya kecuali kalau memang ada perubahan dari undang-undang," ujar Muladi.

Berita Terkait
  • DPR Pertimbangkan Keputusan Jokowi Tunda Pengesahan RKUHP
  • Yasonna: RKUHP Kurang Sosialisasi kepada Masyarakat
  • KPK Ungkap Sumber Uang Suap yang Diterima Imam Nahrawi
Berita Lainnya
  • Warga Perantauan di Riau Pilih Pulang Kampung
  • Nafas Pendidikan Yang Berkemajuan

Yasonna Bantah RKUHP Ringankan Ancaman Pidana Koruptor

Yasonna Bantah RKUHP Ringankan Ancaman Pidana Koruptor

Yasonna Bantah RKUHP Ringankan Ancaman Pidana Koruptor

Yasonna Bantah RKUHP Ringankan Ancaman Pidana Koruptor

Yasonna Bantah RKUHP Ringankan Ancaman Pidana Koruptor

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya