0
Thumbs Up
Thumbs Down

Wartawan Senior Soroti SE Kapolri, Pakar Pidana Beri Sanggahan

genpi
genpi - Sat, 27 Feb 2021 01:20
Dilihat: 50

GenPI.co - Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menilai bawah surat edaran (SE) Kapolri terkait ujaran kebencian hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu, terutama buzzer pemerintah.

Dalam surat edaran tersebut, disebutkan poin bahwa seseorang tidak perlu ditahan karena laporan penebaran kebencian apabila yang bersangkutan meminta maaf.

BACA JUGA: Kuping Anies Pasti Panas Dengar Celetukan Pegiat Medsos ini

"Ya, seperti dalam kasus Abu Janda kemarin. Jadi, dia tak usah ditahan, karena sudah meminta maaf. Padahal dia sudah terang-terangan dan secara tersurat menghina agama Islam, katanya dalam dialog di kanal YouTube Bravos Radio Indonesia, Rabu (24/2).

Wartawan senior itu pun memaparkan bahwa muncul pertanyaan di masyarakat perihal orang-orang yang sudah terlanjur ditahan akibat ujaran kebencian.

"Bahkan, sudah ada yang sampai meninggal dalam tahanan, seperti Ustaz Maaher," ujar Gigin.

Menanggapi pertanyaan Gigin, pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai bahwa surat edaran Kapolri itu merupakan respons dari pernyataan Presiden Joko Widodo yang hendak merevisi UU ITE.

"Tak hanya SE Kapolri, Kemenko Polhukam dan Kementerian Kominfo juga merespons permintaan presiden itu," paparnya.

BACA JUGA: Anies Baswedan Dikecam Anak Ketum PAN, Ade Armando Angguk Setuju

Abdul menjelaskan bahwa SE Kapolri itu secara garis besar merupakan imbauan bagi anggota kepolisian untuk berhati-hati dalam menangani perkara ITE di masyarakat.

"Jadi ada imbauan sebagai alternatif perubahan di pasal 27 ayat 3, sehingga tertuduh atau terdakwa tak perlu ditahan lagi jika belum terbukti bersalah," ujarnya.
Namun, belakang ini tuduhan tersebut tak lagi tunggal. Tuduhan tersebut digandengkan dengan pasal 28 ayat 2 terkait penghinaan terhadap antargolongan dan SARA.

"Oleh karena itu, ada dua frase yang tidak jelas, yaitu ujaran kebencian itu apa dan terminologi antargolongan. Jadi, kritik bisa-bisa dimasukkan ke ujaran kebencian. Makanya, SE Kapolri mengimbau penyidik untuk membedakan mana kritik dan mana ujaran kebencian," jelasnya.

BACA JUGA: Prahara di Demokrat, Arief Puyouno Bela Moeldoko dan AHY!

Simak video berikut ini:

Sumber: genpi

Wartawan Senior Soroti SE Kapolri, Pakar Pidana Beri Sanggahan

Wartawan Senior Soroti SE Kapolri, Pakar Pidana Beri Sanggahan

Wartawan Senior Soroti SE Kapolri, Pakar Pidana Beri Sanggahan

Wartawan Senior Soroti SE Kapolri, Pakar Pidana Beri Sanggahan

Wartawan Senior Soroti SE Kapolri, Pakar Pidana Beri Sanggahan

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya