0
Thumbs Up
Thumbs Down

Warga Ingin 'Lari' dari Pekanbaru

Republika Online
Republika Online - Mon, 16 Sep 2019 04:47
Dilihat: 27
Warga Ingin 'Lari' dari Pekanbaru

JAKARTA -- Warga Pekanbaru, Riau, Syafrizaldi sedang mempertimbangkan mengungsikan keluarganya dari ibukota Provinsi Riau itu. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan kualitas udara di Pekanbaru dalam kategori berbahaya sejak beberapa waktu lalu.

"Kalau tambah parah, ya harus lari (pergi dari Pekanbaru). Tapi, belum tahu juga mau lari ke mana," kata dia kepada Republika, Ahad (15/9).

Syafrizaldi dan istri akan mempertimbangkan kondisi kualitas udara di Pekanbaru dalam satu pekan lagi. Selanjutnya, ia akan memutuskan apakah tetap bertahan atau pergi dari Pekanbaru.

Selama ada bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Syafrizaldi dan keluarga tidak banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Apalagi, Syafrizaldi mengatakan, kedua anaknya libur sekolah.

Namun, rencananya, aktivitas pendidikan di Riau akan kembali dimulai pada Senin (16/9) hari ini. "Kalau tetap dalam rumah, dengan asuhan gizi dan vitamin, plus air putih yang banyak. Kayaknya masih aman, walau kondisi udara sudah pada level tidak sehat," ujar dia.

Syafrizaldi tidak banyak mempersiapkan pertolongan pertama di rumah. "Masker aja. Kadang dibasahi pakai air," ujar dia.

Syafrizaldi tidak menyetok oksigen portabel di dalam rumah. Sebab, dia kesulitan menemukan oksigen portabel di Pekanbaru. Dia juga sempat mencari air purifier, tetapi harganya kurang terjangkau.

"Kemarin sempat nyari air purifier, tapi yang harga Rp 3 juta ke bawah udah diborong orang, yang ada harga minimal Rp 5 jutaan," kata dia.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati mengatakan Kemenkes mendistribusikan logistik kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Jambi, dan Kalimantan Tengah. "Kemarin, BTKLPP (Balai Teknis Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit) Batam membagikan masker ke empat kabupaten di Riau, (Siak, Pelalawan, Inhu, dan Inhil), serta Kabupaten Muaro Jambi dan kota Tanjung Pinang," kata Widyawati dalam keterangan tertulisnya, Ahad (15/9).

Selain itu, dia melanjutkan, tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Pekanbaru juga membagikan masker kepada petugas bandara dan penumpang. Dia berharap masalah Karhutla cepat teratasi dan segera turun hujan.


Berita Terkait
  • Sedikitnya 144.219 Warga Menderita ISPA karena Karhutla
  • Rumah Sakit Swasta Siaga Layani Pasien Terdampak Kabut Asap
  • Satgas Karhutla Maksimalkan Patroli di Sumsel
Berita Lainnya
  • Bentrok TNI dan Warga, Belasan Terluka
  • Presiden Ketiga BJ Habibie Meninggal Dunia

Warga Ingin 'Lari' dari Pekanbaru

Warga Ingin 'Lari' dari Pekanbaru

Warga Ingin 'Lari' dari Pekanbaru

Warga Ingin 'Lari' dari Pekanbaru

Warga Ingin 'Lari' dari Pekanbaru

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya