0
Thumbs Up
Thumbs Down

Wapres Nilai Perlunya Inovasi Pengumpulan Wakaf

Republika Online
Republika Online - Sun, 25 Oct 2020 05:04
Dilihat: 57
Wapres Nilai Perlunya Inovasi Pengumpulan Wakaf

JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai perlunya kreativitas dan inovasi dalam pengelolaan dan pengembangan dana wakaf. Sebab, dana sosial dari wakaf memiliki potensi besar untuk membantu sistem keuangan negara.

Namun jenis wakaf dan pemanfaatannya yang ada saat ini cenderung belum luas. Ma'ruf mengatakan, mayoritas masyarakat selama ini hanya mengenal wakaf tanah dan diperuntukan untuk membangun masjid, madrasah, atau pemakaman.

"Kita akan melakukan gerakan nasional pengumpulan wakaf tunai, wakaf cash, wakaf uang. Kita coba wakaf ini kita kembangkan lagi supaya jadi dana besar, yang bisa diinvestasikan dan dikembangkan untuk jangka panjang," kata Ma'ruf dalam siaran persnya, usai membuka Webinar Strategis Nasional dengan tema "Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia" di Istana Wakil Presiden, Sabtu (24/10).

Ia menyampaikan, pengembangan wakaf ini dalam jangka panjang bertujuan untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, diperlukan pengelolaan dana wakaf yang baik agar tujuan mulia pengembangan wakaf ini dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat.

"Gerakan sedang dipikirkan, ketika sudah kumpul dana itu juga manajemen pengelolaannya juga [harus baik] supaya ada kepercayaan, ada trust, dari masyarakat bahwa dananya akan terkelola dengan baik," katanya.

Sejalan dengan Wapres, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan, potensi wakaf di Indonesia sebelumnya, seringkali dapat diakses oleh masyarakat atau institusi kelas menengah dan atas. Namun sekarang dengan adanya instrumen baru wakaf berupa tunai dan surat berharga, diharapkan dapat menyasar individu, salah satunya generasi milenial.

"Kita pakai surat berharga syariah yang retail. Sekarang ini kelompok milenial luar biasa banyak. Uangnya sedikit tapi kesadaran investasinya meningkat," kata Sri Mulyani.

Sri menekankan, dengan kesadaran investasi yang meningkat tersebut, harus diikuti pengelolaan yang transparan.

Sri Mulyani pun berharap hasil investasi dari instrumen wakaf tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk hal-hal produktif yang memberikan nilai tambah bagi penerima wakaf, baik lembaga maupun individu.


"Anak dhuafa, pembangunan klinik, pembangunan peternak induk sapi, beasiswa anak-anak yang punya kesulitan, alat bantu dengar, dan sebagainya," kata Sri Mulyani.

Berita Terkait
  • Wapres: Indonesia Jadi 'Tukang Stempel' Produk Halal Impor
  • Wapres: Indonesia Kejar Potensi Pasar Halal Global
  • Selain Pandemi, Wapres Ungkap Tiga Tantangan Umat Islam
Berita Lainnya
  • AS Jual Senjata Canggih ke UEA, Israel Keluarkan Sikap
  • Menang Lawan Sheffield, Liverpool Naik ke Posisi 3 Klasemen

Wapres Nilai Perlunya Inovasi Pengumpulan Wakaf

Wapres Nilai Perlunya Inovasi Pengumpulan Wakaf

Wapres Nilai Perlunya Inovasi Pengumpulan Wakaf

Wapres Nilai Perlunya Inovasi Pengumpulan Wakaf

Wapres Nilai Perlunya Inovasi Pengumpulan Wakaf

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya