0
Thumbs Up
Thumbs Down

Wacana Cuti Melahirkan 6 Bulan, Aspek Indonesia: Gaji Tetap Harus Penuh

Republika Online
Republika Online - Thu, 30 Jun 2022 01:27
Dilihat: 61
Wacana Cuti Melahirkan 6 Bulan, Aspek Indonesia: Gaji Tetap Harus Penuh

JAKARTA -- Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia mendukung rencana pemberian hak cuti melahirkan selama 6 bulan dalam Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA). Aspek Indonesia pun mengingatkan agar RUU itu memuat ketentuan pemberian gaji penuh kepada pekerja yang mengambil cuti tersebut.

"Perusahaan tidak boleh menggunakan prinsip no work no pay terhadap pekerja yang mengambil hak cuti melahirkan," kata Presiden Aspek Indonesia Mirah Sumirat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/6/2022).

Menurut Mirah, untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan pula komitmen perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada pekerjanya. Dengan begitu, setiap pekerja akan merasa dimanusiakan dan tidak dieksploitasi tenaganya.

Dia juga mengingkatkan agar jangan sampai ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja yang mengambil cuti melahirkan 6 bulan. Selain itu, dia juga meminta agar ketentuan ini diberlakukan tanpa diskriminasi berdasarkan status pekerja.

"Ketentuan cuti melahirkan 6 bulan juga harus diberlakukan terhadap pekerja kontrak dan outsourcing," ujarnya.

Mirah berpendapat, rencana penambahan hak cuti melahirkan menjadi 6 bulan adalah sebuah langkah maju dan berperikemanusiaan. Di banyak negara Eropa, pemberian hak cuti melahirkan untuk waktu yang lama, adalah hal yang sudah biasa.

Bahkan, hak cuti melahirkan tersebut juga bisa dinikmati oleh pekerja pria yang istrinya melahirkan. "Tidak ada sejarahnya perusahaan bangkrut hanya gara-gara memberikan hak cuti melahirkan yang cukup panjang kepada pekerjanya," kata dia.

Terkait proses pembahasan RUU KIA, Mirah meminta DPR RI untuk melibatkan stakeholder terkait, termasuk serikat pekerja. Tujuannya agar isi RUU KIA dapat menjawab kebutuhan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Mirah Sumirat juga mengingatkan Pemerintah untuk benar-benar memaksimalkan fungsi pengawasan jika aturan cuti melahirkan 6 bulan ini ditetapkan dalam UU KIA.


Berita Terkait
  • Partai Buruh Dukung Cuti Melahirkan Selama Enam Bulan
  • Cuti Hamil 6 Bulan, Pengusaha Bisa Nekat Siasati Pekerjanya Jadi Kontrak
  • Cuti Melahirkan 6 Bulan Dorong Pertumbuhan Anak
Berita Lainnya
  • Kabupaten Malang Percepat Penanganan PMK dengan Vaksinasi
  • Universitas Brawijaya Raih Posisi Tertinggi IKU

Wacana Cuti Melahirkan 6 Bulan, Aspek Indonesia: Gaji Tetap Harus Penuh

Wacana Cuti Melahirkan 6 Bulan, Aspek Indonesia: Gaji Tetap Harus Penuh

Wacana Cuti Melahirkan 6 Bulan, Aspek Indonesia: Gaji Tetap Harus Penuh

Wacana Cuti Melahirkan 6 Bulan, Aspek Indonesia: Gaji Tetap Harus Penuh

Wacana Cuti Melahirkan 6 Bulan, Aspek Indonesia: Gaji Tetap Harus Penuh

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya