0
Thumbs Up
Thumbs Down

Upayakan Tayamum Jenazah Covid-19 tak di Luar Kafan

Republika Online
Republika Online - Mon, 06 Apr 2020 19:13
Dilihat: 19
Upayakan Tayamum Jenazah Covid-19 tak di Luar Kafan

JAKARTA -- Wasekjen MUI Pusat Bidang Fatwa Sholahuddin Al Ayyubi mengatakan dalam mentayamumi jenazah Covid-19 diupayakan sebisa mungkin tidak dilakukan di luar kain kafan. Mentayamumi jenazah adalah kegiatan mensucikan mayat ketika tidak memungkinkan dimandikan.

"Tetap tayamumi wajah dan kedua telapak tangan jenazah, ada pendapat yang sampai siku, ada yang sampai pergelangan. Tenaga medis mentayamumi menggunakan sarung tangan, tapi bukan dilakukan di luar kain kafan jenazah," kata Sholah melalui telekonferensi yang dipantau dari Jakarta, Senin (6/4).

MUI berpandangan tidak tepat jika tayamum jenazah Covid-19 dilakukan dari luar kain kafan. Ada pendapat bahwa mentayamumi jenazah di luar kain kafan sama sebagaimana dengan tayamum dari perban dari orang yang terluka.

Atas pandangan itu, dia mengatakan sebisa mungkin tayamum jenazah dilakukan sebelum dikafani atau bukan dari luar kain kafan. Tetapi jika sangat tidak memungkinkan maka bisa dilakukan hal itu.

"Kalau normal tidak bisa, maka bisa langsung dibungkus dengan plastik," kata dia.

Dia mengingatkan masyarakat agar taat terhadap protokol keselamatan, salah satunya saat jenazah ada di RS agar tidak semua orang masuk karena berisiko tertular virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Sementara itu, dia mengingatkan Islam mengenal "rukhsah" atau keringanan dalam mengurusi jenazah. Misalnya jika tidak bisa menyolatkan mayat secara reguler agar dilakukan di kuburan.

"Ada alternatif juga dikubur dan disholati di situ, kalau tidak dilakukan juga, maka boleh disholati dengan jarak yang lebih jauh dengan sholat ghoib," katanya.

Sholah mengingatkan terdapat empat unsur fardhu kifayah atau kewajiban kolektif umat Islam yang masih hidup dalam mengurusi jenazah. Yaitu memandikan, mengkafani, mensholati dan menguburkan.

Fardhu kifayah, kata dia, jika sudah dilakukan salah satu individu saja maka kewajiban kolektif mengurusi jenazah gugur. Namun, jika tidak ada satupun yang mengurus jenazah maka seluruhnya berdosa.







Berita Terkait
  • Erick Thohir Kaji BUMN Produksi Ventilator
  • Janji Pemerintah Kala Dokter Pasien Covid Terus Berguguran
  • Kepala Desa Ujung Tombak Pencegahan Covid-19 dari Pemudik
Berita Lainnya
  • Tujuh WNI Sembuh Covid-19 di Singapura
  • Hukum Menggunakan Hand Sanitizer Beralkohol

Upayakan Tayamum Jenazah Covid-19 tak di Luar Kafan

Upayakan Tayamum Jenazah Covid-19 tak di Luar Kafan

Upayakan Tayamum Jenazah Covid-19 tak di Luar Kafan

Upayakan Tayamum Jenazah Covid-19 tak di Luar Kafan

Upayakan Tayamum Jenazah Covid-19 tak di Luar Kafan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya