0
Thumbs Up
Thumbs Down

Uji Klinis Kandidat Obat Covid-19 dari India Masuki Fase II

Republika Online
Republika Online - Sat, 06 Jun 2020 20:08
Dilihat: 82
Uji Klinis Kandidat Obat Covid-19 dari India Masuki Fase II

MUMBAI -- AQCH, sebuah obat yang sedang dikembangkan untuk demam berdarah dilaporkan menunjukkan efek antivirus yang luas. Temuan ini membuatnya kemudian diuji lebih lanjut sebagai pilihan pengobatan potensial untuk infeksi virus corona jenis baru (Covid-19).

Sun Pharmaceutical Industries telah memulai uji klinis fase kedua untuk AQCH atau juga disebut sebagai obat fitofarmasi (dikembangkan dari tanaman) untuk pengobatan Covid-19. Perusahaan farmasi di India ini mendapat persetujuan dari Pengawas Obat-obatan Umum negara (DCGI) pada April lalu.

Uji klinis akan dilakukan di 12 pusat di India pada 210 pasien dengan durasi 10 hari. Hasil diharapkan dapat terlihat pada Oktober mendatang.

Studi keamanan AQCH terhadap manusia juga dilaporkan telah selesai. Obat diyakini aman pada dosis yang direkomendasikan untuk studi fase kedua.

Direktur Pelaksana Uji Klinis Dilip Shanghvi mengatakan itu adalah obat fitofarmasi pertama yang disetujui untuk uji klinis oleh DCGI sebagai pengobatan potensial untuk Covid-19. Ia mengungkapkan AQCH telah menunjukkan efek anti SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan infeksi penyakit Covid-19 dalam studi in-vitro yang dilakukan bekerjasama dengan Pusat Internasional untuk Rekayasa Genetika dan Bioteknologi (ICGEB) di Italia.

"Hasil ini dikombinasikan dengan informasi tentang mekanisme aksi melalui in-vitro dan penelitian pada hewan kecil memberi kami kepercayaan diri untuk mengevaluasi opsi pengobatan potensial ini untuk pasien COVID-19," ujar Shanghvi, seperti dilansir Times Now News, Sabtu (6/6).

Renu Swarup, Departemen Bioteknologi, Kementerian Sains dan Teknologi India mengatakan upaya untuk mengembangkan obat yang aman, efektif, dan terjangkau terhadap demam berdarah dimulai sekitar 13 tahun lalu. Tim peneliti kemudian berkolaborasi dengan cepat memulai studi untuk pengembangan obat Covid-19.

"Saya berharap tim yang berkolaborasi berhasil dalam melakukan uji klinis melawan Covid-19 dan pengembangan obat-obatan fitofarmasi terhadap penyakit menular lainnya," jelas Swarup.


Shekhar C Mande, Direktur Jenderal Dewan Riset Ilmiah dan Industri (CSIR) mengatakan kolaborasi dengan Sun Pharma dalam membawa AQCH ke dalam uji klinis untuk Covid-19 sangat diapresiasi. Kerja sama ini sejalan dengan dasar pemikiran ilmiah organisasi tersebut, untuk menemukan cara tercepat mengembangkan obat melawan SARS-CoV-2.

Berita Terkait
  • Bijakkah Rencana Bangun Infrastruktur di Saat Pandemi?
  • Pembatasan Dilonggarkan, Kasus Covid-19 India Salip Italia
  • 22 Survivor Covid-19 Siap Donor Plasma Konvalensens
Berita Lainnya
  • Uji Klinis Kandidat Obat Covid-19 dari India Masuki Fase II
  • PSBB Transisi DKI Jakarta: Cek Aturan dan Protokol Kesehatan Menuju New Normal

Uji Klinis Kandidat Obat Covid-19 dari India Masuki Fase II

Uji Klinis Kandidat Obat Covid-19 dari India Masuki Fase II

Uji Klinis Kandidat Obat Covid-19 dari India Masuki Fase II

Uji Klinis Kandidat Obat Covid-19 dari India Masuki Fase II

Uji Klinis Kandidat Obat Covid-19 dari India Masuki Fase II

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya