0
Thumbs Up
Thumbs Down

Uji Coba Bom Hidrogen Korut Hasilkan Ledakan 17 Kali Bom Atom Hiroshima

okezone
okezone - Fri, 15 Nov 2019 10:37
Dilihat: 54
Uji Coba Bom Hidrogen Korut Hasilkan Ledakan 17 Kali Bom Atom Hiroshima

DATA baru dari satelit Jepang telah memberikan tampilan yang paling detail tentang efek uji coba senjata termonuklir Korea Utara pada 2017, termasuk perkiraan hasil peledakan bom.

Perkiraan awal uji senjata termonuklir Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) yang digelar pada 3 September 2017 menempatkan kekuatan ledakan antara 50 dan 70 kiloton, dengan beberapa revisi kemudian menyebutkan hasil ledakan mencapai 400 kiloton. Namun, perkiraan berdasarkan perpindahan dari tanah yang diambil dari citra satelit oleh lembaga antariksa India, Indian Space Research Organisation (ISRO) telah meningkatkan hasil tersebut, menjadi yang jauh lebih kuat antara 245 dan 271 kiloton.

BACA JUGA: Jepang Sebut Bom Hidrogen Korut Lebih Dahsyat dari Bom Atom Hiroshima

Itu sekira 17 kali lebih kuat dari bom "Little Boy" yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di Kota Hiroshima, Jepang pada Agustus 1945. Namun, untuk ukuran bom hidrogen, kekuatan itu bisa dikatakan masih agak kecil, dengan hasil uji bom hidrogen, H-AS pertama pada 1952 adalah 10,2 megaton, hampir 700 kali lebih kuat dari Little Boy.

Uji coba bom hidrogen Korea Utara 2017. (Reuters)

Sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. K. M. Sreejith dari Pusat Aplikasi Luar Angkasa ISRO menerbitkan temuan mereka bulan lalu di jurnal Royal Astronomical Society, Geophysical Journal International.

Para ilmuwan menggunakan data dari satelit Jepang, Advanced Land Observing Satellite 2 (ALOS-2), untuk untuk mengukur perpindahan di permukaan Gunung Mantap, di mana uji bom hidrogen terjadi. Mereka menggunakan teknik yang disebut Synthetic Aperture Radar Interferometry (InSAR), yang menurut US Geological Survey (USGS) umumnya digunakan untuk secara akurat mengukur deformasi tanah yang terkait dengan gunung berapi, yang dapat membengkak sebelum meletus.


"Radar berbasis satelit adalah alat yang sangat kuat untuk mengukur perubahan di permukaan bumi, dan memungkinkan kami memperkirakan lokasi dan hasil uji coba nuklir bawah tanah," kata Sreejith dalam siaran pers yang dilansir Sputnik, Kamis. "Sebaliknya dalam seismologi konvensional, estimasi tidak langsung dan tergantung pada ketersediaan stasiun pemantauan seismik."

Sumber: okezone

Uji Coba Bom Hidrogen Korut Hasilkan Ledakan 17 Kali Bom Atom Hiroshima

Uji Coba Bom Hidrogen Korut Hasilkan Ledakan 17 Kali Bom Atom Hiroshima

Uji Coba Bom Hidrogen Korut Hasilkan Ledakan 17 Kali Bom Atom Hiroshima

Uji Coba Bom Hidrogen Korut Hasilkan Ledakan 17 Kali Bom Atom Hiroshima

Uji Coba Bom Hidrogen Korut Hasilkan Ledakan 17 Kali Bom Atom Hiroshima

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya