0
Thumbs Up
Thumbs Down

Uber di Inggris Siapkan Tombol Fitur Diskriminasi

Republika Online
Republika Online - Fri, 15 Nov 2019 01:36
Dilihat: 61
Uber di Inggris Siapkan Tombol Fitur Diskriminasi

LONDON -- Uber telah menyiapkan fitur tambahan tombol diskriminasi di dalam aplikasinya. Hal tersebut dilakukan atas klaim diskriminasi yang kerap terjadi di dalam kendaraan, Kamis, (14/11).

Dilansir dari The Telegraph, fitur penambahan tombol di aplikasi tersebut nantinya digunakan oleh penumpang dan pengemudi untuk melaporkan masalah. Fitur ini akan memungkinkan penumpang melaporkan diskriminasi secara cepat.

Lebih lanjut, dari pihak Uber mengatakan pengemudi yang dilaporkan dapat melihat akun mereka dinonaktifkan secara permanen. Sementara bagi penumpang yang dilaporkan atas pelanggaran tersebut akan kehilangan akses ke akun mereka.

Penambahan fitur tombol di aplikasi ini terjadi setelah klaim berulang bahwa penumpang menghadapi seksisme dan diskriminasi berdasarkan ras, cacat dan seksualitas.

Sebuah laporan tahun 2016, dari Biro Riset Ekonomi Nasional di Amerika Serikat menemukan penumpang wanita lebih sering mengalami diskriminasi. Mereka dibawa oleh pengendara lebih lama agar membayar lebih mahal. Ini merupakan cara pengendara mencari keuntungan dari mereka.

Disamping itu, untuk penumpang kulit hitam, mereka diminta untuk menunggu lebih lama agar dapat menaiki transportasi uber tersebut.

Diketahui, Uber juga mengumumkan akan menambahkan deteksi kecelakaan otomatis ke dalam aplikasinya. Fitur "RideCheck" akan mendeteksi kerusakan dengan menggunakan sensor di telepon pintar pengguna aplikasi Uber. Hal itu juga dapat mendeteksi kondisi kendaraan, seperti kendaraan yang mogok.

Aplikasi kemudian akan secara otomatis mengarahkan pengemudi Uber ke fitur keamanan dalam aplikasi, seperti tombol darurat untuk memanggil polisi.

"Tidak ada yang lebih penting daripada keselamatan pelanggan kami," kata Manajer Umum Regional untuk Eropa Utara dan Timur, Jamie Heywood.

Pihak Uber telah berjanji untuk merilis laporan transparansi tahunan, merinci berapa kali pengendara mengalami pelecehan secara seksual. Yang pertama akan dirilis akhir tahun ini.

Di samping itu, CEO Uber Dara Khosrowshani menginginkan Uber menjadi tranportasi yang paling aman. "Saya ingin Uber menjadi platform transportasi teraman di planet ini," katanya

Berita Terkait
  • Didemo Mitra Pengemudi, Saham Taksi Online Ini Porak Poranda
  • Kalau Enggak Bisa Luluhkan Hati Investor Publik, Bisnis Uber dan Lyft di Ujung Tanduk!
  • Seusai Melantai di Bursa, Begini Nasib Bisnis dan Saham Uber
Berita Lainnya
  • Viola Davis Ikut Tanggapi Martin Scorsese
  • Dompet Dhuafa Ajak Sumbang Sepatu Layak Pakai di EJM 2019

Uber di Inggris Siapkan Tombol Fitur Diskriminasi

Uber di Inggris Siapkan Tombol Fitur Diskriminasi

Uber di Inggris Siapkan Tombol Fitur Diskriminasi

Uber di Inggris Siapkan Tombol Fitur Diskriminasi

Uber di Inggris Siapkan Tombol Fitur Diskriminasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya