0
Thumbs Up
Thumbs Down

Twitter Luncurkan Fitur Baru Super Follow

Republika Online
Republika Online - Sat, 27 Feb 2021 08:19
Dilihat: 70
Twitter Luncurkan Fitur Baru Super Follow

JAKARTA -- Twitter akan meluncurkan fitur dan produk baru untuk menyegarkan bisnis setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi. Fitur baru bertujuan untuk menggandakan pendapatan tahunannya pada 2023.

"Mengapa kita tidak memulai dengan mengapa orang tidak mempercayai kami," kata Kepala Eksekutif Jack Dorsey, pada awal presentasi virtual dengan investor, Reuters melaporkan, dikutip Sabtu (27/2).

"Itu datang dengan tiga kritik: kami lambat, kami tidak inovatif, dan kami tidak dipercaya," dia menambahkan. Perusahaan media sosial itu menguraikan rencananya, termasuk opsi langganan berbayar untuk beberapa akun "super follow," dalam upaya mencapai pendapatan tahunan setidaknya 7,5 miliar dolar AS dan 315 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi (mDAU), atau mereka yang melihat iklan, pada akhir 2023.

Juru bicara Twitter mengatakan fitur "super follow" memungkinkan pengguna mengenakan biaya kepada pengikut atau followers mereka untuk akses ke konten eksklusif. Fitur itu akan diluncurkan tahun ini.

Twitter, yang biasanya digunakan untuk menyiarkan pesan singkat ke khalayak luas, juga berupaya membangun lebih banyak cara bagi orang untuk melakukan percakapan. Salah satunya adalah dengan fitur "Spaces".

Fitur tersebut berguna untuk diskusi audio secara langsung, yang sedang diuji dengan sekitar 1.000 pengguna. Twitter juga akan memungkinkan orang berbagi konten dalam format yang lebih panjang menggunakan Revue, layanan penerbitan buletin yang diakuisisi Twitter bulan lalu.

Platform media sosial itu juga mempertimbangkan untuk memungkinkan adanya komunitas yang dibuat untuk kepentingan tertentu. Kepala Produk Konsumen Twitter, Kayvon Beykpour, mengatakan pembuat konten akan dapat menyesuaikan komunitas, termasuk menetapkan dan menegakkan norma sosial di luar aturan Twitter.

Pada acara virtual tersebut, Kepala Kebijakan Twitter, Vijaya Gadde, juga menegaskan kembali dukungan perusahaan untuk internet terbuka. Dorsey mengatakan setiap perubahan pada Bagian 230, undang-undang AS yang melindungi perusahaan online dari tanggung jawab atas konten yang diposting oleh pengguna, harus dilakukan dengan hati-hati.


Secara internasional, Twitter menghadapi tantangan di India, pasar yang berkembang pesat dengan rencana untuk mewajibkan perusahaan media sosial menghapus konten tertentu dan berkoordinasi dengan penegak hukum. Twitter sebelumnya menolak untuk menghapus konten yang terkait dengan protes petani di India.

Berita Terkait
  • Pendapatan Twitter pada 2020 Tumbuh 28 Persen
  • Bos Twitter Sumbangkan Rp 211,8 M Bantu Pengganguran AS
  • Hadiri Sidang Senat dengan Jenggot, CEO Twitter Viral
Berita Lainnya
  • Dituntut Pengguna, TikTok Setuju Bayar Denda Rp1,3 Triliun
  • Klopp: Finish Empat Besar Jadi Pencapaian Besar Liverpool

Twitter Luncurkan Fitur Baru Super Follow

Twitter Luncurkan Fitur Baru Super Follow

Twitter Luncurkan Fitur Baru Super Follow

Twitter Luncurkan Fitur Baru Super Follow

Twitter Luncurkan Fitur Baru Super Follow

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya