0
Thumbs Up
Thumbs Down

Trump Kecam Aksi Perobohan Monumen dalam Pidato Kemerdekaan AS

okezone
okezone - Sat, 04 Jul 2020 15:06
Dilihat: 72
Trump Kecam Aksi Perobohan Monumen dalam Pidato Kemerdekaan AS

PRESIDEN Donald Trump mengecam para pengunjuk rasa yang merobohkan monumen dalam aksi protes menentang rasisme baru-baru ini. Hal itu dia sampaikan dalam pidato memperingati Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) tanggal 4 Juli di Gunung Rushmore.

Dia menyebut mereka yang menyasar patung-patung pemimpin Konfederasi "massa yang marah". Trump juga menyebut unjuk rasa yang memperjuangkan kesetaraan ras sebagai "kampanye tanpa ampun untuk menghapus sejarah kita, merusak para pahlawan kita, menghapus nilai-nilai kita, dan mengindoktrinasi anak-anak kita".

"Kita tidak akan tinggal diam," ujarnya.

Sang presiden, yang telah dikritik atas caranya menangani pandemi virus corona di AS, tidak banyak menyinggung penyakit yang saat ini telah menewaskan hampir 130.000 warga Amerika. AS mencatat penambahan harian terbesar dalam infeksi virus corona Jumat kemarin, menjadikan total kasusnya lebih dari 2,5 juta - paling tinggi di dunia.

Masker dan penjarakan sosial tidak diwajibkan dalam acara di Gunung Rushmore, meski ada peringatan dari para pejabat kesehatan. Baca Juga: Kasus Covid-19 di AS Melonjak, Trump Akhirnya Setuju Kenakan Masker

Lokasi acaranya juga kontroversial. Gunung Rushmore menampilkan ukiran wajah empat presiden AS, dua dari mereka - George Washington dan Thomas Jefferson - adalah pemilik budak. Monumen itu juga didirikan di atas lahan yang direbut dari warga asli Amerika Lakota Sioux oleh pemerintah AS pada tahun 1800-an.

Apa lagi yang dikatakan Trump?

Dalam pidato di South Dakota, ia mengatakan monumen yang menampilkan ukiran wajah empat presiden AS itu "akan berdiri selamanya sebagai penghargaan abadi pada leluhur kita dan kebebasan kita".

"Monumen ini tidak akan pernah dinodai, para pahlawan ini tidak akan pernah dirusak," katanya kepada khalayak, yang menyambutnya dengan sorak-sorai.

Presiden Trump menambahkan bahwa orang-orang yang menyasar "simbol warisan nasional" akan menghadapi "proses hukum yang menyeluruh". Dia berkata mereka yang merusak patung bisa dihukum 10 tahun penjara, merujuk perintah eksekutif tentang perlindungan monumen yang baru-baru ini ia tanda tangani.


Baca Juga: "Hampir Sadis", Pejabat Jerman Berusaha Rahasiakan Percakapan Telepon Antar Trump dan Merkel

Sumber: okezone

Trump Kecam Aksi Perobohan Monumen dalam Pidato Kemerdekaan AS

Trump Kecam Aksi Perobohan Monumen dalam Pidato Kemerdekaan AS

Trump Kecam Aksi Perobohan Monumen dalam Pidato Kemerdekaan AS

Trump Kecam Aksi Perobohan Monumen dalam Pidato Kemerdekaan AS

Trump Kecam Aksi Perobohan Monumen dalam Pidato Kemerdekaan AS

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya