0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tinjauan Kebijakan Publik Dalam Reuni 212

inipasti
inipasti - Wed, 04 Dec 2019 17:44
Dilihat: 53
Tinjauan Kebijakan Publik Dalam Reuni 212

INIPASTI.COM, JAKARTA -
Reuni 212 baru saja terlaksana, secara umum acara ini berlangsung lancar dan sukses, tidak terdengar riak yang mengindikasikan kegaduhan dalam acara tersebut. Terlepas dari kemana arah keberpihakan dalam masalah ini, yang pasti perlu memberikan apresiasi kepada penyelenggara, mensukseskan acara dengan jumlah massa sebanyak itu bukan perkara mudah, namun fakta membuktikan mereka mampu melakukannya. Sebelum reuni 212 digelar ragam spekulasi bermunculan, dari yang positif hingga negatif, yang negatif misalnya mempertanyakan sejauh mana jaminan keamanan dalam acara tersebut, adapula yang mengkhawatirkan reuni 212 berpotensi ditunggangi kelompok radikal, dalam iklim demokrasi asumsi semacam ini termasuk lumrah, kritik terhadap sebuah agenda memang penting, tidak tepat pula bila hanya karena keberpihakan terhadap reuni 212 sehingga menjadi anti terhadap semua kritik yang dialamatkan kepada acara akbar ini, kritik wajib pula berdasar data akurat, bukan berdasarkan prasangka kebencian belaka, hal tersebut tidak bagus sebagai sistem check and balance dalam demokrasi.

Dari sudut pandang kebijakan publik, reuni 212 adalah sesuatu yang wajar, tidak ada norma kebijakan publik yang dilanggar, landasannya bisa dilacak dalam Undang Undang Nomor 9 Tahun 1998, regulasi tersebut menjelaskan bentuk-bentuk penyampaian pendapat "Bentuk penyampaian pendapat di muka umum dapat dilaksanakan dengan: unjuk rasa atau demonstrasi, pawai, rapat umum, dan atau mimbar bebas" reuni 212 bisa dikategorikan ke dalam rapat umum dan mimbar bebas. Dalam bahasa lebih sederhana reuni 212 sesungguhnya merupakan bagian dari kebebasan berekspresi, menyampaikan pendapat di muka umum, oleh sebab itu tidak tepat bila dihalangi.

Dalam diskursus kebijakan publik ada yang disebut tahap kompromi, kompromi merupakan upaya menampung semua semua masukan yang berbeda, dalam konteks reuni 212 pemerintah menempuh model kompromi, walaupun ada yang sepakat dan ada yang menentang namun pemerintah tidak melakukan pemihakan ekstrim terhadap salah satu kutub, penentang tetap diberikan ruang menyampaikan pandangannya termasuk berkomentar di media, sebaliknya kelompok pro tidak diberikan larangan tegas melaksanakan agendanya. Boleh jadi banyak pihak bertanya di bagian mana sisi kebijakan publik dari pemerintah dalam konteks reuni 212, padahal pemerintah tidak terlihat memberikan pandangan terang. Menjawab masalah ini bisa mengacu pada teori yang dirumuskan Thomas Dye, menurutnya kebijakan publik adalah apapun pilihan pemerintah untuk melakukan atau tidak melakukan. Meskipun pemerintah memilih tidak melakukan kebijakan jelas terhadap reuni 212 namun kebijakan publik telah lahir disana, di bagian ini bisa ditafsirkan bahwa kebijakan pemerintah adalah tidak melakukan pelarangan.

Ramai perbincangan apakah reuni 212 merupakan agenda politik atau murni silaturahmi umat? Menjawab perihal ini dibutuhkan kecermatan. Secara benderang penyelanggara menyebut reuni 212 bukan sebagai agenda politik melainkan silaturahmi umat, alasannya disana akan digelar maulid akbar sebagai ajang mempererat silaturahmi, forum ini juga diklaim sebagai ajang nostalgia bagi mijahid 212, sebaliknya kelompok penentang mencurigai agenda reuni 212 sebagai ajang konsolidasi politik, mereka berdalih latar belakang lahirnya reuni 212 merupakan sebuah respon politik terhadap situasi saat itu. lalu bagaimana semstinya mengklasifikasikan reuni 212, bila disebut agenda politik masih terlalu jauh, disana tidak ada momen politik yang sedang berlangsung, pilpres telah lewat, tidak mungkin ditarik ke arah itu, pemilihan masih lima tahun lagi, terlalu dini melakukan konsolidasi politik. Lain halnya bila pertanyaannya adalah apakah reuni 212 merupakan agenda politis? Jawabannya iya, karena disana ada pesan politis yang lahir, berkumpulnya umat Islam dengan jumlah sebanyak itu sesungguhnya sudah merupakan pesan politis, pesannya jelas, mereka ingin menegaskan solidaritas dan persatuan mereka, apakah hal yang bersifat politis itu otomatis keliru, tidak juga, faktanya politik melingkari semua sisi kehidupan kita, tidak mungkin melepaskan diri darinya, sehingga sesuatu yang politis pada dasarnya lumrah sepanjang tidak mengabaikan etika politik.

Episode 212 akan terus ditunggu, bukan hanya reuninya, tetapi semua tindakan yang dikaitkan dengan 212, fenomena 212 merupakan peristiwa yang selalu menarik dianalisa dari sisi kebijakan publik, 212 pernah berjaya dalam kasus penistaan agama, tekanannya yang amat kuat mempengaruhi kebijakan pemerintah saat itu, 212 juga pernah menjumpai episode yang kurang beruntung, itu terjadi di pilpres 2019. 212 telah bertransformasi menjadi kekuatan baru yang daya tahannya akan terus diuji oleh zaman, seberapa kuat dan seberapa lama ia akan bertahan dipengaruhi oleh aktor kunci penggeraknya, tumpah ruahnya massa dalam reuni 212 senin kemarin menandakan gerakan ini tidak mati, prediksi bahwa gerakan ini akan redup pasca pilpres terbukti meleset, gerakan 212 memiliki nyawa yang terus menghidupinya, nyawa itu adalah persatuan dan pengorbana antara sesama anggotanya.

Penulis: Zaenal Abidin Riam
Koordinator Presidium Demokrasiana Institute/Mahasiswa Program Pascasarjana School of Government and Public Policy Indonesia (SGPP Indonesia)


The post Tinjauan Kebijakan Publik Dalam Reuni 212 appeared first on Inipasti.com.

Sumber: inipasti

Tinjauan Kebijakan Publik Dalam Reuni 212

Tinjauan Kebijakan Publik Dalam Reuni 212

Tinjauan Kebijakan Publik Dalam Reuni 212

Tinjauan Kebijakan Publik Dalam Reuni 212

Tinjauan Kebijakan Publik Dalam Reuni 212

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya