0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tingkat Okupansi Hotel Turun Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal?

okezone
okezone - Sat, 15 Jun 2019 21:04
Dilihat: 76
Tingkat Okupansi Hotel Turun Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal?

JAKARTA - Tarif tiket pesawat masih dinilai mahal meskipun pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk menurunkannya. Hal ini disebut menjadi alasan turunnya tingkat okupansi hotel dan pariwisata karena menurunnya jumlah penumpang pesawat.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan hal tersebut tidak benar. Pasalnya, dengan turunnya tingkat okupansi hotel dan pariwisata karena tidak dikelola dengan baik.

Menurut dia, pengelola hotel tidak dapat mengikuti perkembangan zaman. Sebab, saat ini mayoritas turis memesan hotel dan penginapan melalui online travel agent sementara para pengelola hotel masih secara manual.

Baca Juga: Muncul Petisi Tolak Maskapai Asing Masuk Indonesia

"Hotel mengeluh, turis mengeluh. Itu karena tidak bisa mengurusnya. Kita sudah 5.0, mereka masih 1.0. Kenapa pariwisata kurang? Ya itu karena Menteri Pariwisata tidak bisa mengurus sektor pariwisata kan. Jangan salahkan airline," ujarnya, Sabtu (15/6/2019).

Pengamat Penerbangan Chappy Hakim menambahkan, pemerintah maupun masyarakat perlu melihat secara cermat penyebab dari naiknya tiket pesawat. Pasalnya, maskapai sebagai sebuah perusahaan tentu tidak mau merugi agar tetap eksis.

"Dilihat lagi tiket mahal itu karena dia berhadapan dengan harga avtur naik yang relatif bersamaan dengan kurs dolar AS yang naik. Bukan semata karena turunnya jumlah penumpang yang gunakan pesawat," ucapnya.

Baca Juga: Maskapai Asing Masuk Indonesia, Menko Luhut: Tak Perlu Buru-Buru

Kedua hal tersebut membuat maskapai mau tidak mau menaikkan tarif tiketnya agar tidak bangkrut. Oleh karenanya, seharusnya turis bisa menyesuaikan diri dengan menggunakan moda transportasi lain yang tarifnya lebih terjangkau.

"Ada hubungannya tapi tidak bisa dikatakan hubungannya menjadi gara-gara turunnya jumlah penumpang bikin inflasi naik dan hotel turun," kata dia.

Mantan Marsekal TNI ini menambahkan, kenaikan tarif tiket pesawat tidak dapat dihindari karena baik avtur maupun biaya operasi lainnya harus dilakukan maskapai agar bisa beroperasi. Tinggal bagaimana masyarakat menyikapinya.

"Karena pesawat kan mahal tapi mahalnya buat bayar kecepatan, kalau ke Bandung pakai jalur darat membutuhkan waktu 6 jam untuk sampai, kalau pesawat jadi setengah jam," tutur dia.


(Isna Rifka Sri Rahayu/iNews)

Sumber: okezone

Tingkat Okupansi Hotel Turun Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal?

Tingkat Okupansi Hotel Turun Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal?

Tingkat Okupansi Hotel Turun Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal?

Tingkat Okupansi Hotel Turun Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal?

Tingkat Okupansi Hotel Turun Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya