0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tim PPHAM tak punya Prioritaskan Kasus HAM Tertentu

Republika Online
Republika Online - Thu, 29 Sep 2022 17:00
Dilihat: 54
Tim PPHAM tak punya Prioritaskan Kasus HAM Tertentu

JAKARTA -- Ketua Pelaksana Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM berat Masa Lalu (PPHAM), Prof Makarim Wibisono mengungkapkan, timnya tak memprioritaskan kasus HAM tertentu. Ia menyatakan timnya mendalami semua kasus HAM yang ada.

Prof Makarim menyampaikan, timnya sudah mempunyai rencana kerja awal. Dalam rencana itu, tak ada prioritas kasus mana yang harus didahulukan.

"Kita kan ketahui, rapat perdana sudah dilakukan di Surabaya. Dalam kesempatan itu disampaikan dalam tim ini coba memberi perhatian pada semua kasus bersama-sama," kata Makarim kepada Republika.co.id, Kamis (29/9/2022).

Makarim menegaskan, pendalaman setiap kasus HAM berat penting demi mendapat pandangan yang komprehensif. "Di saat memulai ini perhatian kepada semua isu sama agar kita bisa punya gambaran lengkapnya," kata dia.

Prof Makarim menyebut, setelah pendalaman dan penggalian keterangan maka baru bisa mengklasifikasi kasus HAM berat. Klasifikasinya didasarkan tingkat perkembangan kasus yang berpeluang mencapai penyelesaian.

"Hasil dari kajian itu akan ketahuan kemudian mana (kasus HAM berat) hal yang maju, mana hal yang kemudian tidak bergerak. Kita akan lihat mana yang perlu diperhatikan lebih besar pada isu tertentu," ujar Makarim.

Selain itu, Makarim mengungkapkan, laporan Komnas HAM akan menjadi salah satu rujukan tim PPHAM. Laporan itu akan membuat tim PPHAM setidaknya mempunyai gambaran awal tentang kasus HAM berat.

"Ya, kalau hemat kita itu laporan Komnas HAM kan sudah dibukukan. Siapapun orang bisa baca itu. Jadi kita bisa membacanya karena terbuka untuk umum," kata Makarim.

Makarim juga menjamin upaya pengumpulan informasi akan dilakukan tim PPHAM lewat jalur yang ada tanpa harus melanggar hukum. "Kita mulai dari hal-hal yang terbuka yang bisa diakses dan mudah didapatkannya, kita tak ada keinginan untuk mencoba hal yang bertentangan dengan hukum.

Presiden Joko Widodo membentuk tim PPAHM untuk mengungkap dan menyelesaikan secara non-yudisial pelanggaran HAM berat masa lalu. Mereka bekerja berdasar data dan rekomendasi yang ditetapkan Komisi Nasional HAM sampai 2020. Tim PPAHM juga bertugas untuk merekomendasikan pemulihan bagi korban atau keluarganya, serta merekomendasikan langkah untuk mencegah pelanggaran HAM berat tidak kembali terulang di masa yang akan datang.


Tercatat ada 13 kasus pelanggaran HAM yang sampai saat ini masih ditangani Komnas HAM. Yaitu Peristiwa 1965-1966, Peristiwa Penembakan Misterius 1982-1985, Peristiwa Talangsari 1989, Peristiwa Trisakti, Peristiwa Semanggi I dan II, Peristiwa Kerusuhan Mei 1998, Penghilangan Orang secara Paksa 1997-1998.

Kemudian, peristiwa Wasior Wamena, Pembantaian Dukun Santet di Banyuwangi 1998, Simpang KAA 1999, Jambu Keupok 2003, Rumah Geudang 1989-1998, dan Kasus Paniai 2014.

Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • In Picture: Pencari Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung Kecil
    • Anthony Gordon tak Habis Pikir Tawaran Fantastis Chelsea Untuknya

    Tim PPHAM tak punya Prioritaskan Kasus HAM Tertentu

    Tim PPHAM tak punya Prioritaskan Kasus HAM Tertentu

    Tim PPHAM tak punya Prioritaskan Kasus HAM Tertentu

    Tim PPHAM tak punya Prioritaskan Kasus HAM Tertentu

    Tim PPHAM tak punya Prioritaskan Kasus HAM Tertentu

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    genpi
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    pijar
    SeleBuzz
    Mobilmo
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya