0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tiket PAN Agam untuk Siapa?

covesia
covesia - Tue, 25 Feb 2020 10:25
Dilihat: 21
Tiket PAN Agam untuk Siapa?

Covesia.com - Beberapa bulan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Agam, suhu politik di internal PAN mulai terasa memanas. Pembicaraan tidak terlepas dari siapa yang bakal diusung partai berlambang matahari itu pada Pilkada mendatang. Saat ini dua nama paling sering disebut, Taslim, Dt.Tambogo dan Andri Warman.

Dua nama ini jelas kader terbaik PAN, Taslim merupakan mantan anggota DPR RI dan telah menjadi kader sejak partai itu berdiri. Kiprahnya sudah diakui tidak saja oleh kader PAN, tapi hingga level nasional.

Andri Warman atau biasa disebut AWR merupakan Ketua DPD PAN Agam, dan kini menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar. Sosoknya juga tidak layak dipandang sebelah mata, karena jaringan bisnis dan sepak terjangnya juga telah diakui banyak pihak.

Di antara dua nama tersebut, tentu PAN hanya akan memilih salah satu. Karena PAN dalam mengikuti Pilkada nanti harus berkoalisi dengan partai lain, demi memenuhi syarat minimal pencalonan. PAN Agam sendiri hanya memiliki 6 kursi, artinya membutuhkan 3 kursi lagi.

Pembahasan tentang dua kandidat tersebut makin gurih dibahas setelah Kongres PAN di Kendari. Banyak yang beranggapan kemenangan Zulkifli Hasan menjadi Ketua Umum PAN, secara otomatis membuat Andri Warman mengunci tiket PAN melaju ke Pilkada. Anggapan semakin menguat setelah beredarnya surat rekomendasi pencalonan dari DPP.

Tentu anggapan itu lumrah dan biasa dalam politik. Apalagi dalam kongres kemarin, AWR berada dalam barisan pendukung Zulkifli Hasan.

Tapi apakah benar secara otomatis tiket itu milik AWR? Dan, menutup peluang Taslim untuk diusung PAN?

Perlu saya ingatkan, ini adalah dunia politik. Keputusan bisa berubah seiring dengan perjalanan waktu. Sudah sering kita lihat lawan dalam satu kompetisi pemilihan menjadi kawan pada akhirnya, atau pun sebaliknya. Jadi jangan terkejut dengan ending dari suatu kontestasi politik.

Dalam pandangan saya, Taslim itu tergolong kader PAN yang ulet dan punya jaringan kuat di pusat. Dia (Taslim) juga pernah menjadi salah satu sosok yang memenangkan Zulkifli Hasanpada periode pertama menjadi Ketum. Kemampuannya menusuk ke jantung kekuasaan PAN di level pusat tak perlu diragukan lagi, itu telah berulang kali dia lakukan.

DPP PAN juga akan mendengarkan suara akar rumput, terutama kader yang berjibaku di lapangan. Dukungan dari 11 DPC PAN dan pengurus ranting di Agam akhir pekan lalu menjadi bukti, kalau kader ingin Taslim yang diusung menjadi calon bupati.

Padahal, 11 DPC tersebut merupakan perpanjangan tangan AWR dari sisi kepengurusan PAN di Kecamatan masing-masing. Di Agam sendiri ada 16 DPC, dengan kondisi saat ini bisa dikatakan mayoritas sudah menyatakan dukungan kepada Taslim, bukan kepada AWR.

Pernyataan dukungan dari 11 DPC juga dihadiri oleh seluruh anggota Fraksi PAN di DPRD Agam. Ini juga menjadi bukti kalau sosok Taslim juga diterima di level elit politik PAN Agam. Sosok yang diharapkan tidak saja membangun daerah, tapi juga mengembalikan kejayaan PAN.


Sebagai salah seorang kader terbaik PAN Agam yang diberi amanah di DPRD Sumbar, saya merasa AWR juga akan mendengarkan suara kader dan mendahulukan kepentingan bersama.


Sumber: covesia

Tiket PAN Agam untuk Siapa?

Tiket PAN Agam untuk Siapa?

Tiket PAN Agam untuk Siapa?

Tiket PAN Agam untuk Siapa?

Tiket PAN Agam untuk Siapa?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya