0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tiga Deputi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi BPJS Naker

Republika Online
Republika Online - Thu, 15 Apr 2021 19:36
Dilihat: 54
Tiga Deputi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi BPJS Naker

JAKARTA - Tim penyidikan di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus-Kejakgung) kembali memeriksa tiga pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Naker). Pemeriksaan tersebut, lanjutan tim penyidikan, untuk mengungkap perkara dugaan korupsi yang terjadi di badan pengelola dana jaminan sosial kelas pekerja tersebut.

"Yang diperiksa, yaitu II, RU, dan INS," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung Leonard Ebenezer Simanjuntak, di Kejakgung, Jakarta, Kamis (15/4).

Tiga terperiksa tersebut masih berstatus saksi. Ebenezer menerangkan, saksi II diperiksa terkait jabatannya sebagai direktur analisa portofolio di BPJS Naker. RU, saksi yang diperiksa terkait perannya selaku deputi direktur manajemen risiko investasi di BPJS Naker. Sedangkan INS, saksi yang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai asisten deputi manajemen risiko investasi di BPJS Naker.

"Pemeriksaan saksi-saksi itu dilakukan untuk memberikan keterangan untuk kebutuhan penyidikan guna menemukan fakta-fakta hukum, dan mengumpulkan bukti-bukti hukum yang terkait perkara dugaan korupsi pada BPJS Ketenagakerjaan," tutur Ebenezer.

Penyidikan dugaan korupsi BPJS Naker, terkait penyimpangan pengelolaan dana ke dalam investasi saham dan reksa dana. Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jampidsus Febrie Adriansyah mengatakan, BPJS Naker mengelola dana investasi dari nasabah sekitar RP 400-an triliun. Dalam investasi saham dan reksa dana, sekitar Rp 43 triliun. Fokus penyidikannya, soal investasi saham dan reksa dana yang merugi sekitar Rp 20 triliun.

Nilai kerugian tersebut, Febrie mengatakan, belum dinyatakan sebagai kerugian negara. Meskipun, kata dia, penyidik meyakini ada dugaan perbuatan pidana dalam keputusan BPJS Naker mengelola, dan melakukan transaksi inevstasi saham, serta reksa dana. Akan tetapi, sejak penyidikan dilakukan, Februari 2021 tim penyidikan di Jampidsus belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini.


Berita Terkait
  • Nilai Sitaan Korupsi Asabri Mencapai Rp 10 Triliun
  • Kejakgung Sita Lima Mobil Tersangka Asabri
  • Jampidsus: Ada Perbuatan Hukum Antara Benny Tjokro-Tan Kian
Berita Lainnya
  • Jimly Asshiddiqie: Islam Mengajarkan Demokrasi Sejak Lama
  • Perhatikan Ini Sebelum Olahraga Saat Berpuasa

Tiga Deputi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi BPJS Naker

Tiga Deputi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi BPJS Naker

Tiga Deputi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi BPJS Naker

Tiga Deputi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi BPJS Naker

Tiga Deputi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi BPJS Naker

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya