0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tidur Beralas Karpet, Kalau Hujan Berteduh di Pos Polisi

Nusabali
Nusabali - Tue, 14 Jul 2020 07:22
Dilihat: 36
Tidur Beralas Karpet, Kalau Hujan Berteduh di Pos Polisi
Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara, menerangkan diamankannya WNA Rusia itu setelah menindaklanjuti laporan masyarakat yang khawatir atas keberadaan WNA tersebut. Setiap hari, warga Rusia yang lahir pada 23 Oktober 1984 itu tidur di sebuah lahan kosong yang terletak di sebelah timur Bundaran Underpass Ngurah Rai, Tuban. Bahkan, untuk makan sehari-hari, warga Rusia tersebut meminta kepada warga di sekitar lokasi.

"Kalau dari laporan warga, WNA itu memang tidak mengamuk. Warga sekitar sering memberi makan karena iba dengan keadaannya," tutur Suryanegara saat dikonfirmasi, Senin (13/7) malam.

Sehingga pada Senin pagi pukul 08.00 Wita, petugas Satpol PP mendatangi lokasi dan mengamankan WNA tersebut. Saat diamankan, warga Rusia tersebut tidak memberikan perlawanan. Setelah dilakukan pemeriksaan terkait identitas, selanjutnya yang bersangkutan digelandang ke kantor Satpol PP untuk pemeriksaan lanjutan.

"Saat diamankan, WNA itu sedang tidur di lahan kosong beralas karpet. Kami amankan WNA bersangkutan beserta satu tas yang berisi dokumen pribadinya, dan diarahkan ke kantor Pol PP untuk dimintai keterangan," ungkap Suryanegara.

Dari pemeriksaan di kantor Satpol PP, warga Rusia itu hidup menggelandang di kawasan Bundaran Underpass Ngurah Rai itu sejak Maret 2020. Hal ini juga diperkuat setelah dilakukan pemeriksaan dokumen seperti paspor yang tercatat masuk ke Indonesia (Bali) pada 16 Maret. Wisatawan backpacker itu diketahui pernah tercatat masuk ke China pada 9 Desember 2019, kemudian ke Kamboja, Singapura.

Setelah mengamankan WNA Rusia tersebut, Satpol PP berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai untuk pemeriksaan lanjutan.

"Kalau untuk dokumennya lengkap. Tapi, WNA itu melanggar Perda 7 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum. Pada Pasal 32 adalah Tertib Sosial, dengan hukuman denda maksimal Rp 25 juta," kata Suryanegara.

Suryanegara menyebut, keberadaan WNA Rusia tersebut sudah diketahui sejak dua bulan lalu. Saat itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Imigrasi. Namun, karena saat itu WNA bersangkutan sering berpindah tempat, makanya sulit untuk diamankan, dan beberapa hari belakangan muncul di sekitaran Bundaran Underpass Ngurah Rai. "Menurut pengakuan warga, kalau hujan, WNA itu berteduh di pos polisi di sana," imbuh Suryanegara.

Sementara itu, Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali I Putu Surya Darma membenarkan terkait adanya WNA Rusia yang menggelandang. Saat ini, WNA tersebut sudah diamankan di kantor Imigrasi untuk pemeriksaan lanjutan. "Tadi (kemarin) pukul 12.00 Wita sudah diamankan ke kantor untuk penyelidikan lebih lanjut. Sejauh ini memang tidak ada yang dilanggar terkait keimigrasian, karena visa dan paspor masih berlaku. Namun WNA itu dijerat dengan Perda tentang Ketertiban Umum," ujar Surya Darma. *dar
Sumber: Nusabali

Tidur Beralas Karpet, Kalau Hujan Berteduh di Pos Polisi

Tidur Beralas Karpet, Kalau Hujan Berteduh di Pos Polisi

Tidur Beralas Karpet, Kalau Hujan Berteduh di Pos Polisi

Tidur Beralas Karpet, Kalau Hujan Berteduh di Pos Polisi

Tidur Beralas Karpet, Kalau Hujan Berteduh di Pos Polisi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya