0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tes Narkoban Sebelum Menikah Masih Dikaji

Republika Online
Republika Online - Fri, 19 Jul 2019 20:30
Dilihat: 25
Tes Narkoban Sebelum Menikah Masih Dikaji

MALANG -- Kasi Bimbingan Masyarakat (Binmas) Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Moh Rosyad menegaskan, tes urin untuk pernikahan belum bisa diterapkan pada Agustus. Sebab, program tersebut masih dalam kajian dan tahap sosialisasi.

"Agustus sampai September masih sosialisasi, masih harus menyiapkan perangkat. Tentu kalau sudah tahu, baru koordinasi baiknya bagaimana karena ini menyangkut pelayanan masyarakat," ujar Rosyad kepada Republika, Jumat (19/7).

Rosyad tak menampik, Kemenag Jatim dan Badan Narkotika Nasional ( BNN) Jawa Timur (Jatim) telah menandatangani kesepakatan bersama, belum lama ini. Namun dari segi teknis, Rosyad menegaskan, hal tersebut masih dalam pembahasan. Ada beberapa hal yang perlu dikaji, seperti dampak dan kendala di lapangan nantinya.

Menurut Rosyad, program tes urin harus melihat terlebih dahulu kondisi masyarakat yang jauh dari pusat kota. Terlebih, bagi mereka yang hidup di pelosok sehingga sulit menjangkau lokasi tes urin. Lalu perihal biaya tes urin yang tentu akan menambah akumulasi pengeluaran biaya menikah.

"Dan tidak semua puskesmas punya alat tes urin," katanya.


Meski belum dibahas lebih lanjut, Kemenag dan BNN sudah menyepakati ide program tes urin. Sebab, program bagaimana pun juga ditunjukkan untuk menghasilkan generasi baik di masa mendatang. Dalam hal ini terbebas dari jeratan narkoba di berbagai usia.

Mengenai wacana penerapan tes urin di Agustus juga diungkapkan Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto. Program tersebut dipastikan masih dalam tahap awal, belum penerapan. Kedua lembaga masih harus mengkaji dan menyosialisasikan pada Agustus mendatang.

Sekalipun kelak sudah dikaji, Bambang menyatakan, penerapan tes urin belum tentu dilakukan secara serentak. Program ini kemungkinan diterapkan dalam sistem role model terlebih dahulu. "Praktikkan ke beberapa orang dahulu," tegasnya.

Hal yang pasti, ia melanjutkan, Bambang menilai, program tes urin mendapatkan respon positif di masyarakat. Masyarakat mendukung untuk harmonisasi keutuhan rumah tangga. Sebab, banyak pernikahan yang retak akibat narkotika, seperti perselisihan pemakaian uang untuk obat-obatan.

Berita Terkait
  • Keterangan Bebas Narkoba Jadi Syarat Nikah di Jatim
  • Ratusan PNS Kota Cimahi Jalani Tes Urine Narkoba
  • Kemenko PMK Berkomitmen Terus Perangi Narkoba
Berita Lainnya
  • Arsenal Sedikit Lagi Dapatkan Striker Brasil Everton Soares
  • Wisatawan Masih Gemar Panjat Batu Uluru Australia

Tes Narkoban Sebelum Menikah Masih Dikaji

Tes Narkoban Sebelum Menikah Masih Dikaji

Tes Narkoban Sebelum Menikah Masih Dikaji

Tes Narkoban Sebelum Menikah Masih Dikaji

Tes Narkoban Sebelum Menikah Masih Dikaji

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya