0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tak Mampu Beli Susu, Bayi di Sulbar Ngopi

Nusabali
Nusabali - Mon, 16 Sep 2019 15:00
Dilihat: 34
Tak Mampu Beli Susu, Bayi di Sulbar NgopiPOLEWALI MANDAR,
Sejak berusia 6 bulan, setiap hari bayi malang ini hanya diberi kopi karena orang tua tak mampu beli susu.

"Terpaksa pak, karena tidak ada uang untuk membeli susu, setiap hari diberi kopi sebanyak empat kali, apalagi saat dia mau tidur, biasanya terus merengek kalau tidak diberi kopi," kata sang Ibu Anita, saat dijumpai wartawan, Sabtu (14/9).

Diakui Anita, setiap hari bersama sang suami Sarifuddin dirinya menggantungkan hidup dari upah bekerja sebagai pengupas daging buah kelapa.

"Saat lagi musim, biasanya dalam sehari saya dan suami mampu menghasilkan uang sebanyak Rp 12.000-Rp 20.000 perhari, sangat pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Kendati khawatir dengan perkembangan kesehatan buah hatinya yang terus menerus diberi kopi setiap harinya, Anita mengaku tidak dapat berbuat banyak. Anita hanya pasrah meratapi kemiskinannya.

"Mau bagaimana lagi pak, uang yang ada hanya cukup dipakai untuk makan sehari-hari, itu saja kadang tidak cukup, kita berharap bantuan makanan tambahan atau susu dari petugas kesehatan setempat juga tidak pernah didapatkan," ujarnya seperti dilansir detik.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Matakali Sulaeman Makka, mengaku telah menghimbau kedua orang tua, agar tidak lagi memberikan kopi pada bayinya. Dia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan susu untuk keluarga tidak mampu.

"Jadi kalau memang anak kurang mampu, di pustu (Puskesma Pembantu) sudah disiapkan susu untuk diberikan kepada anak kurang gizi juga untuk anak yang tidak mampu," ungkap Sulaeman saat dikonfirmasi terpisah.

Dinas Kesehatan Sulbar akhirnya langsung turun tangan mengurus bayi itu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Suaib Nawawi menegaskan, pemberian kopi pada balita bukanlah tindakan yang tepat. Kopi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi bayi.

"Selain mengandung kafein yang belum tepat diberikan pada anak usia balita, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan menyebabkan berbagai masalah seperti gizi buruk," jelas Andi Suaib Nawawi.

Dia mengatakan, pihaknya meminta jajaran Dinkes di tingkat desa menemu bayi tersebut untuk diberi bantuan. Selain itu, Dinkes juga akan menggalakkan sosialiasi bantuan susu bagi orang miskin yang bisa diambil di Puskesmas Pembantu (Pustu).

"Untuk itu saya mengimbau para petugas kesehatan yang ada di desa, agar lebih aktif lagi mendatangi pustu-pustu untuk memberikan sosialisasi kepada para orang tua, terkait pola asuh anak yang baik salah satunya dalam hal pemberian makanan untuk pemenuhan asupan gizi anak, termasuk melihat langsung kondisi bayi yang diberi kopi oleh kedua orang tuanya," pungkasnya.*
Sumber: Nusabali

Tak Mampu Beli Susu, Bayi di Sulbar Ngopi

Tak Mampu Beli Susu, Bayi di Sulbar Ngopi

Tak Mampu Beli Susu, Bayi di Sulbar Ngopi

Tak Mampu Beli Susu, Bayi di Sulbar Ngopi

Tak Mampu Beli Susu, Bayi di Sulbar Ngopi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya