0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tak Kapok, Mahathir Kembali Buat Sawit Malaysia Terancam!

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 14 Jan 2020 20:32
Dilihat: 23
Jakarta

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, ikut berkomentar terkait pemberlakuan Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan (citizenship amendment act/CAA) oleh India yang menyudutkan muslim. Dalam CAA tersebut, India memberikan kemudahan bagi Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan untuk mendapatkan status kewarganegaraan, tetapi tidak bagi muslim.

Mengutip Straitstimes, konflik yang terjadi sejak Desember 2019 lalu ini memicu aksi demonstrasi yang juga disertai dengan kekerasan di India sehingga menyebabkan sekitar 25 orang meninggal dunia. Mahathir menegaskan akan tetap berbicara lantang mengenai kebijakan pemerintah India yang dinilai sangat diskriminatif terhadap muslim meskipun harus siap menanggung risiko kehilangan pasar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) potensial.

Baca Juga: Asia Selatan, Pasar Potensial Industri Sawit Indonesia

"Tentu saja kami khawatir karena kami menjual minyak kelapa sawit ke India. Namun, di sisi lain kami harus jujur dan ketika ada masalah kami perlu mengatakannya," kata Mahathir.

Menurutnya, membiarkan kesalahan terus terjadi, apalagi demi uang akan dapat menciptakan kesalahan-kesalahan lainnya. "Faktanya adalah apa yang terjadi di India saat ini menyebabkan banyak ketidakbahagiaan antarwarga dan dunia berpikir bahwa melakukan diskriminasi terhadap orang lain merupakan suatu kesalahan," ujarnya.

Mengutip Reuters, akibat dari statement Mahathir tersebut, pemerintah India secara tidak resmi telah menginstruksikan pedagang India untuk menjauh dari CPO asal Malaysia. Tidak hanya itu, dilaporkan terjadi penurunan kontrak pengiriman CPO Malaysia ke India sebesar 0,9% untuk periode Maret mendatang.

Pedagang India memperkirakan penjualan CPO Malaysia ke India pada tahun ini akan menurun hingga mencapai 25% dari tahun lalu. Kabar baiknya, pedagang India akan beralih pada CPO Indonesia meskipun dengan premi US$ 10/MT lebih tinggi dibandingkan harga yang ditawarkan Malaysia.

Penulis: Redaksi

Editor: Puri Mei Setyaningrum


Foto: Kementan

Sumber: wartaekonomi

Tak Kapok, Mahathir Kembali Buat Sawit Malaysia Terancam!

Tak Kapok, Mahathir Kembali Buat Sawit Malaysia Terancam!

Tak Kapok, Mahathir Kembali Buat Sawit Malaysia Terancam!

Tak Kapok, Mahathir Kembali Buat Sawit Malaysia Terancam!

Tak Kapok, Mahathir Kembali Buat Sawit Malaysia Terancam!

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya