0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tahun Depan, 120 Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Siap Diperdakan

Rumah
Rumah - Fri, 13 Dec 2019 11:47
Dilihat: 79
Tahun Depan, 120 Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Siap Diperdakan

-Kementerian ATR/BPN akan megintegrasikan peraturan daerah Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) ke dalam sistem Online Single Submission (OSS). Di tahun depan pemerintah sebanyak 120 RDTR akan siap diperdakan.

Saat ini sebanyak 53 Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) sudah diperdakan. Sebanyak 17 di antaranya sudah dapat terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

Hal ini disebabkan oleh kualitas Perda RDTR terdahulu yang masih kurang dan belum mengacu pada pedoman penyusunan RDTR, yaitu Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi kabupaten/kota.

Sekretaris Jendral Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto mengatakan, dalam waktu dekat, tujuh perda RDTR yang telah diperbaiki akan siap diintegrasikan dalam sistem OSS.

"Sehingga diharapkan pada awal tahun 2020 akan ada 24 RDTR terintegrasi OSS," ungkapnya.

Adapun saat ini pihaknya sedang menyiapkan kurang lebih 120 RDTR yang diharapkandapat ditetapkan menjadi perda pada awal tahun depan. RDTR tersebut sudah siap dengan kualitas yang diintegrasikan dengan OSS dan telah sesuai dengan pedoman penyusunan RDTR.

Sejak 2017, Kementerian ATR/BPN mendapatkan target besar untuk mendaftarkan tanah di seluruh negeri. Tidak main-main, Presiden Jokowi menargetkan 5 juta bidang tanah harus terdaftar pada tahun itu. Biasanya Kementerian ATR/BPN hanya mampu mendaftarkan tanah sebanyak 500 ribu hingga 1 juta bidang tanah per tahun.

Untuk itu, Kementerian ATR/BPN merancang sebuah strategi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL. Dengan program ini, pendaftaran tanah yang dulunya dilakukan secara sporadik dan inisiatif dari masyarakat, kini dilakukan dengan sistematis. Seluruh bidang tanah pada suatu hamparan didaftarkan dengan sistem jemput bola.

"Diharapkan dengan program ini akan tercipta desa-desa lengkap sehingga pada akhirnya seluruh bidang tanah di Indonesia akan terdaftar pada tahun 2025,"jelas Arief.

Himawan mengungkapkan dari target presiden pada 2017, kini dinaikkan menjadi tujuh juta bidang. Pada 2019 pihaknya harus mendaftarkan sembilan juta bidang tanah.

Melaksanakan program PTSL, kementerian ATR/BPN masih kekurangan Juru Ukur. Hal tersebut disiasati dengan menggunakan jasa Surveyor Kadaster Berlisensi. Lalu juga mengadakan alat-alat ukur baru yang modern, yaitu GNSS RTK yang memiliki kemampuan mengukur secara cepat, akurasi presisi, dan lebih efisien.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalamPanduan dan Referensi.


Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Sumber: Rumah

Tahun Depan, 120 Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Siap Diperdakan

Tahun Depan, 120 Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Siap Diperdakan

Tahun Depan, 120 Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Siap Diperdakan

Tahun Depan, 120 Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Siap Diperdakan

Tahun Depan, 120 Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Siap Diperdakan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya