0
Thumbs Up
Thumbs Down

Status Pernikahan Mualaf Perlu Diulang? Ini Penjelasan UAS

Republika Online
Republika Online - Wed, 08 Jul 2020 05:56
Dilihat: 42
Status Pernikahan Mualaf Perlu Diulang? Ini Penjelasan UAS

JAKARTA -- Dalam akun youtube Ustadz Abdul Somad Official, yang ditayangkan pada Selasa (7/7), Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapat pertanyaan apakah jika suami-istri sama-sama masuk Islam (mualaf), apakah pernikahannya harus diulang secara Islam?. Mendapat pertanyaan itu, UAS menjelaskan dengan keterangan rinci.

Kasus pertama, suami-istri sama-sama masuk Islam secara bersamaan, maka menurutnya pernikahan itu tak perlu diulang. "Kasus pertama, tak ada sahabat Nabi mengulang pernikahannya," kata UAS.

Kasus kedua, suami masuk Islam tapi istri belum masuk Islam. Menurut UAS, berdasarkan mazhab Syafii, status pernikahannya adalah fasakh atau terpisah secara hukum Islam. "Karena dalam Islam tak boleh menikah dengan non-Muslim," kata UAS.

Kasus ketiga, suami tak mau masuk Islam sedangkan istri masuk Islam. "Ini sama kasusnya, fasakh juga. Ini menurut Syafii," kata UAS.

Untuk kasus keempat, UAS menerangkan pandangan dari mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Yaitu, suami masuk Islam dan istri tak masuk Islam tetapi agama si istri adalah Yahudi atau Nasrani.

"Maka (Statusnya) tidak fasakh. Karena menurut tiga mazhab ini, Yahudi dan Nasrani, menikah dengan Islam, boleh," kata UAS.

UAS menerangkan dalil ketiga mazhab ini. Yaitu,

"Hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Sembelihan Yahudi dan Nasrani boleh kamu makan, perempuannya juga boleh kamu nikahi."

"Ini menurut Hanafi, Maliki, Hanbali," kata UAS.

Namun, menurut mazhab Syafii, tidak. UAS menjelaskan, mengapa di Indonesia pernikahan beda agam tidak diperbolehkan. Karena di Indonesia memakai mazhab Syafii. "Kompilasi hukum Islamnya pakai Syafii," kata UAS.

Terakhir, kasus kelima. Yaitu, suami masuk Islam tapi istri tak masuk Islam dan agama si istri bukan Yahudi dan buka Nasrani. "Maka kalau istrinya bukan Yahudi dan Nasrani, dan tak mau masuk islam, maka nikahnya fasakh," kata UAS.


Berita Terkait
  • Silvia Romano Kisahkan Kondisi Jiwanya Setelah Jadi Mualaf
  • UAS Ditolak Masuk Eropa, Shamsi Ali: Menakutkannya di Mana?
  • Pesan Aa Gym ke Deddy Corbuzier Soal Utang Non-Muslim
Berita Lainnya
  • Soal Boikot Unilever, Sekjen MUI: LGBT Dikutuk Tuhan!
  • Perumpamaan Takwa dari Sayyidina Umar bin Khattab

Status Pernikahan Mualaf Perlu Diulang? Ini Penjelasan UAS

Status Pernikahan Mualaf Perlu Diulang? Ini Penjelasan UAS

Status Pernikahan Mualaf Perlu Diulang? Ini Penjelasan UAS

Status Pernikahan Mualaf Perlu Diulang? Ini Penjelasan UAS

Status Pernikahan Mualaf Perlu Diulang? Ini Penjelasan UAS

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya