0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sri Mulyani: Korupsi akan Turunkan Kinerja Demokrasi

Republika Online
Republika Online - Wed, 08 Dec 2021 11:52
Dilihat: 63
Sri Mulyani: Korupsi akan Turunkan Kinerja Demokrasi

JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berpendapat korupsi akan menurunkan kinerja ekonomi dan demokrasi suatu negara. Sehingga masalah korupsi harus dapat dicegah sedini mungkin melalui pembangunan sistem, budaya, dan integritas.

"Ini adalah suatu penyakit yang ada dan bisa menghinggapi serta menggerus fondasi suatu masyarakat dan negara. Jadi bahayanya sudah sangat nyata," kata Sri dalam Peringatan Hakordia Kementerian Keuangan 2021 secara daring di Jakarta, Rabu (8/12).

Sri menjelaskan, turunnya kinerja ekonomi suatu negara akan terjadi, utamanya karena dari sisi makro tercipta ketidakmerataan dan kemiskinan yang terus-menerus apabila korupsi merajalela. Kehidupan masyarakat, sambung dia, menjadi semakin buruk karena terjadi ketidakmerataan penghasilan dan jumlah kemiskinan yang semakin besar,

Hal itu diikuti perbedaan penghasilan antara satu kelompok orang yang melakukan korupsi dengan mereka yang tidak korupsi semakin besar. Kemudian, korupsi juga akan menyebabkan ketiadaan kegiatan produktif dalam bentuk investasi lantaran korupsi mengurangi dana yang tersedia untuk investasi.

Juga, memperkecil kesempatan kerja yang dapat disediakan dan menimbulkan pengangguran yang tingi, yang menyebabkan tingginya kemiskinan."Siapa pun yang memiliki modal, dia akan berpikir seribu kali apakah dia bisa melakukan kegiatan produktif tanpa dia menjadi korban dari korupsi yang merajalela," ujar Sri.

Dengan demikian, menurut Sri, hal tersebut pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi, sebagai akibat ketidakpastian pelaksanaan program bidang ekonomi. Hal itu karena dana pembangunan terkorupsi, sehingga tidak tersedia untuk kegiatan pembangunan ekonomi.

Di sisi lain, Sri melanjutkan, demokrasi dan representasi suatu bangsa juga akan tergerus. Kondisi itu sebagai akibat dari kebiasaan korupsi yang menimbulkan pemerintahan yang tidak transparan karena orang membeli, membagi jabatan, dan promosi seseorang dalam jabatan melalui tindakan korupsi.

Maka dari itu, ia menilai pencegahan korupsi harus dilakukan berbagai negara melalui pembangunan sistem yang harus lebih tahan terhadap kemungkinan terjadinya perilaku korupsi, permasalahan budaya, dan integritas yang menjadi fondasi utama. "Integritas adalah akuntabilitas ditambah dengan kompetensi dan etika, minus korupsi," ujar Sri.


Berita Terkait
  • Pemerintah Berencana Menaikkan Tarif Pajak Bumi dan Bangunan
  • Di Diklatpimnas II, Wakil Ketua KPK Ingatkan Bahaya Korupsi
  • Menkeu: Keuangan Daerah Habis Digunakan Belanja Pegawai
Berita Lainnya
  • Ingin Irit Kuota Download Youtube Go Apk, Youtuban Gratis Tanpa Kuota
  • Pasar Saham Sedang Lesu, Saatnya Buy on Weakness

Sri Mulyani: Korupsi akan Turunkan Kinerja Demokrasi

Sri Mulyani: Korupsi akan Turunkan Kinerja Demokrasi

Sri Mulyani: Korupsi akan Turunkan Kinerja Demokrasi

Sri Mulyani: Korupsi akan Turunkan Kinerja Demokrasi

Sri Mulyani: Korupsi akan Turunkan Kinerja Demokrasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya