0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sri Mulyani Curhat: Tahun Ini Penuh Tekanan

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 20 May 2020 14:39
Dilihat: 33
Jakarta

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melantik Ayu Sukorini sebagai Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menggantikan Basuki Purwadi yang diangkat sebagai Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara.

Selain itu, Menkeu juga melantik Dwi Larso sebagai Direktur Beasiswa dan Wisnu Sardjono Soenarso sebagai Direktur Fasilitas Riset dan Rehabilitasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pelantikan kali ini yang merupakan promosi dan mutasi di lingkungan BKF dan LPDP ini dilakukan melalui video conference tanpa mengurangi good governance.

Menkeu dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun ini adalah tahun yang sangat berbeda. Tanpa aba-aba semua dituntut untuk segera beradaptasi dengan cara kerja baru yang penuh tekanan dan harus mampu menavigasikan begitu banyak beban pekerjaan dengan lincah tanpa henti.

Baca Juga: Misbakhun ke Sri Mulyani: Menteri Gagal, Jangan Seenaknya Ubah Postur APBN!

"Tidak ada banyak waktu untuk beristirahat karena harus sigap mengambil langkah-langkah penanganan pandemi dari sisi ekonomi dengan cepat untuk menjaga kehidupan masyarakat agar tidak semakin terpuruk," ujarnya.

Menkeu menyampaikan pesan kepada Sekretaris BKF bahwa saat ini BKF memimpin penyusunan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). BKF sebagai sebuah organisasi perlu diperkuat lagi untuk mendorong pengambilan kebijakan yang efektif dan efisien.

"Pemetaan, pendayagunaan, dan pengembangan SDM di BKF agar dilakukan secara lebih terencana dan terukur. Dari sisi infrastruktur, pendukung perlu diperhatikan, baik yang tangible seperti manajemen pengetahuan, dan sistem informasi, maupun intangible seperti pengelolaan hubungan dengan para pemangku kepentingan, masyarakat umum, dan termasuk media," jelas Menkeu.

Dalam pelantikan tersebut, Menkeu juga menyampaikan kepada Direktur Beasiswa dan Direktur Fasilitas Riset dan Rehabilitasi bahwa perlu untuk terus menerus melakukan investasi dan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Dana abadi yang dikelola LPDP saat ini semakin besar mencapai lebih dari Rp51 triliun. Besarnya dana ini harus bisa menjadi sebuah jembatan untuk memperbaiki kualitas SDM Indonesia hari ini dan di masa-masa depan. Setiap rupiah yang dikelola dan dikeluarkan harus memberikan manfaat seluas-luasnya.

"Di masa pandemi, salah satu bidang yang terdampak adalah pendidikan. Para pelajar dan mahasiswa belajar dari rumah. LPDP sebagai pemberi beasiswa, diminta untuk memastikan para awardee yang tersebar di banyak negara agar tetap memberikan kontribusi optimal dalam proses belajar," paparnya.

Menkeu juga mengingatkan supaya para awardee, baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri, selalu terpantau kesehatan dan pembelajarannya.

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

Sri Mulyani Curhat: Tahun Ini Penuh Tekanan

Sri Mulyani Curhat: Tahun Ini Penuh Tekanan

Sri Mulyani Curhat: Tahun Ini Penuh Tekanan

Sri Mulyani Curhat: Tahun Ini Penuh Tekanan

Sri Mulyani Curhat: Tahun Ini Penuh Tekanan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya